Messi Ucapkan Selamat Tinggal, Argentina Masuki Era Baru Tanpa Sang Legenda
Kalimantan Update – 04 November 2026 | Dunia sepak bola Argentina tengah berada di persimpangan sejarah. Bintang senior Lionel Messi perlahan mulai mundur dari panggung utama, dan untuk pertama kalinya skuad Albiceleste tampil dalam laga resmi tanpa kehadiran sang kapten. Pelatih Lionel Scaloni resmi memanggil 26 pemain untuk dua pertandingan persahabatan melawan Uruguay dan Kosta Rika pada November mendatang, sebuah daftar yang menandai babak baru pasca-era Lionel Messi di tim nasional.
Pertandingan melawan Uruguay dijadwalkan berlangsung di Stadion La Bombonera, Buenos Aires, pada 13 November, sebelum empat hari kemudian Argentina menjamu Kosta Rika di Stadion Mario A. Kempes, Córdoba. Kedua laga ini menjadi ajang uji coba penting bagi Scaloni untuk meramu formasi tanpa sosok yang selama lebih dari satu dekade menjadi tulang punggung serangan tim.
Prestianni Jadi Sorotan di Era Transisi
Nama yang paling mencuri perhatian dalam daftar pemanggilan adalah Gianluca Prestianni. Penyerang muda berusia 20 tahun milik Benfica itu tampil impresif di awal musim dengan torehan 10 gol dari 18 pertandingan. Prestianni sebelumnya sudah mencetak gol pertamanya untuk timnas Argentina pada Oktober lalu, saat menghancurkan Burkina Faso. Konsistensinya membuat Scaloni kembali mempercayakan tempat kepadanya.
Selain Prestianni, sejumlah nama muda lain mendapat kepercayaan, seperti Nico Paz dari Como dan Franco Mastantuono dari Fiorentina. Pendekatan ini menegaskan arah regenerasi yang tengah dijalankan federasi sepak bola Argentina, dengan Lionel Messi sebagai figur panutan yang jejaknya tetap terasa meski tak lagi berada di lapangan.
Kabar Baik dan Badan Skuad
Meski harus kehilangan beberapa pilar karena cedera, Scaloni mendapat kabar baik dengan tetap dipanggilnya kiper Emiliano Martínez. Martínez diketahui menderita patah rahang saat membela Chelsea, namun tetap masuk dalam rencana. Bek Gonzalo Montiel dari River Plate juga kembali memperkuat lini belakang.
Ada pula wajah baru dalam daftar, yaitu Aaron Anselmino dari Chelsea yang untuk pertama kalinya dipanggil ke tim senior, serta Mariano Troilo dari Parma yang sebelumnya dipanggil pada 2025 tetapi belum sempat diturunkan. Sementara itu, Cristian Romero dari Atlético Madrid, Lautaro Martínez dari Inter Milan, dan Nicolás González dari Juventus harus absen karena cedera.
Duka Mendalam untuk Jesús de Miguel
Di tengah persiapan menuju laga persahabatan, suasana duka menyelimuti dunia sepak bola. Penyerang Tenerife, Jesús de Miguel, meninggal dunia setelah mengalami benturan keras dengan kiper lawan, Jesús Owono, dalam pertandingan melawan FC Andorra. Insiden tragis tersebut terjadi di tengah lapangan dan langsung memicu gelombang simpati dari berbagai penjuru dunia.
Lionel Messi turut menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagram pribadinya yang diikuti lebih dari 517 juta orang. “Tidak ada kata-kata… Turut berduka cita dan kekuatan untuk seluruh keluarga serta sahabatnya. Semoga ia beristirahat dalam damai,” tulisnya. Ucapan serupa datang dari Gerard Piqué, pemilik saham mayoritas FC Andorra, yang menyatakan kesedihannya secara mendalam di media sosial.
Warisan Sang Legenda
Menjelang penerimaan Penghargaan Putri Asturias bidang Olahraga 2026, Lionel Messi menyatakan harapannya agar dikenang sebagai “seorang olahragawan hebat.” Pernyataan itu menjadi cermin kerendahan hati seorang pesepak bola yang telah meraih segalanya, termasuk Piala Dunia bersama Argentina.
Transisi menuju era tanpa Lionel Messi memang tak akan mudah. Namun pemanggilan pemain-pemain muda seperti Prestianni menunjukkan bahwa Argentina tengah menyiapkan masa depan dengan fondasi yang kuat. Scaloni dipercaya mampu menjaga keseimbangan antara menghormati warisan sang kapten dan membangun identitas baru timnas.
Dengan dua laga persahabatan melawan Uruguay dan Kosta Rika, publik Argentina akan menyaksikan babak baru perjalanan Albiceleste. Sosok Lionel Messi mungkin tak lagi mengisi starting eleven, tetapi pengaruhnya terhadap generasi penerus tetap abadi. Sejarah baru sepak bola Argentina dimulai dari sini, dan dunia akan menantikan apakah para penerus mampu mengangkat tongkat estafet yang ditinggalkan sang maestro.
