Kerkez Masuk Daftar Musuh Ukraina, Duel Ukraina vs Hongaria Memanas hingga ke Politik

Foto: Istimewa

Kerkez Masuk Daftar Musuh Ukraina, Duel Ukraina vs Hongaria Memanas hingga ke Politik

Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Pertandingan Ukraina vs Hongaria di UEFA Nations League 2026/2027 tidak hanya menyisakan cerita di atas lapangan, tetapi juga memicu polemik politik yang menyeret nama bek Liverpool, Milos Kerkez. Laga yang berlangsung di Budapest pada 25 September 2026 itu dimenangkan Ukraina dengan skor tipis 1-0 melalui gol Danylo Sikan. Namun, insiden keributan antara pemain menjadi awal dari rangkaian kontroversi yang jauh lebih besar, termasuk masuknya Kerkez dan ayahnya ke dalam basis data Myrotvorets, daftar yang memuat nama-nama yang dianggap sebagai musuh Ukraina.

Keributan terjadi ketika gelandang Hongaria, Dominik Szoboszlai, terlibat perselisihan dengan winger Ukraina, Viktor Tsygankov. Kerkez yang melihat rekannya terdesak langsung berlari menghampiri Tsygankov dan menarik kerah pemain tersebut. Insiden itu sempat mereda setelah wasit menenangkan kedua pihak, tetapi api perlahan membesar di luar lapangan. Ayah Kerkez, Sebastijan, yang memiliki darah Serbia, dikabarkan mengunggah foto insiden tersebut di Instagram Story dengan latar lagu berjudul Russian Paradise milik rapper AK-47. Unggahan itu dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap Rusia dalam konflik yang masih berlangsung di Ukraina.

Dampaknya pun sangat serius. Situs Myrotvorets memasukkan Milos Kerkez dan sang ayah ke dalam daftar musuh Ukraina. Perlu dicatat bahwa basis data tersebut tidak dikelola maupun berafiliasi dengan pemerintah Ukraina. Selain Kerkez, nama anggota parlemen Hongaria, Balazs Hidveghi, juga tercantum dalam daftar yang sama. Polemik ini kemudian naik ke ranah politik ketika Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Hongaria, Anita Orban, ikut turun tangan menanggapi situasi tersebut.

Dua pekan setelah insiden di Budapest, Kerkez kembali menjadi sorotan. Saat Hongaria melawan Georgia, ia mencetak gol kemenangan tetapi juga menerima kartu kuning yang membuatnya terkena skors untuk pertandingan melawan Ukraina. Federasi Sepak Bola Hongaria memutuskan agar Kerkez meninggalkan pemusatan latihan dan kembali ke klubnya. Namun, keputusan itu tidak diindahkan oleh mantan pemain AZ Alkmaar tersebut. Ia memilih terbang ke Serbia, negara kelahirannya, dan menghadiri pertandingan amatir di kota asalnya pada Senin malam.

Keputusan Kerkez untuk tidak berada di stadion saat Hongaria menghadapi Ukraina memicu kemarahan besar di kalangan suporter Hongaria. Sejumlah media di negara itu melaporkan bahwa Kerkez bahkan menerima ancaman pembunuhan. Situasi ini diperparah oleh fakta bahwa Kerkez lahir di Serbia tetapi memilih membela Hongaria karena janji kepada neneknya yang berdarah Hongaria. Banyak penggemar merasa pengabdiannya tidak sepenuh yang diharapkan.

Di sisi lain, pertemuan kedua tim dalam lanjutan Grup B2 di Štadión Antona Malatinského, Trnava, Slovakia, pada 5 Oktober 2026, menjadi ajang balas dendam bagi Hongaria. Ukraina yang secara administratif menjadi tuan rumah tetap diunggulkan karena baru saja mengalahkan Hongaria. Namun, Ukraina juga datang dengan modal kurang meyakinkan setelah kalah 1-3 dari Swedia dan dihantam Irlandia Utara 0-3 pada 2 Oktober. Pelatih Andrea Maldera kemungkinan kembali mengandalkan Andriy Yarmolenko, Viktor Tsygankov, Georgiy Sudakov, dan Roman Yaremchuk di lini depan.

Hongaria sendiri belum konsisten. Setelah kalah dari Ukraina, mereka bangkit dengan kemenangan 1-0 atas Georgia pada 2 Oktober. Tambahan tiga poin sangat berarti bagi kedua tim yang sama-sama mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan. Irlandia Utara saat ini memuncaki klasemen dengan tujuh poin, disusul Ukraina di posisi kedua, sementara Georgia berada di dasar klasemen dengan satu poin.

Menariknya, duel Ukraina vs Hongaria kali ini juga dibayangi dinamika politik antara Budapest dan Kiev. Hongaria disebut-sebut berpotensi mencabut veto terhadap tahap teknis negosiasi aksesi Ukraina dan Moldova ke Uni Eropa. Perdana Menteri Hongaria, Peter Magyar, dilaporkan memerintahkan para diplomat untuk tidak menghalangi pengiriman surat terkait pembukaan dua kelompok negosiasi berikutnya, yang mencakup kebijakan pasar internal dan daya saing. Dukungan politik itu bergantung pada pengesahan undang-undang oleh parlemen Ukraina pada 12 Oktober yang memperluas hak pendidikan bagi minoritas Hongaria di Transkarpatia.

Meski begitu, Hongaria tetap menentang percepatan proses aksesi negara mana pun, termasuk Ukraina. Menteri Luar Negeri Anita Orban menegaskan Budapest berpegang pada pendekatan berbasis merit, di mana Montenegro dinilai sebagai negara yang paling dekat dengan keanggotaan Uni Eropa. Sikap ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral kedua negara masih penuh intrik, bahkan ketika sepak bola seharusnya menjadi ajang pemersatu.

Kisruh yang melibatkan Milos Kerkez menjadi cerminan bagaimana sepak bola sering kali tidak bisa dilepaskan dari politik. Insiden kecil di lapangan dapat membesar menjadi isu internasional, terlebih ketika melibatkan negara-negara dengan sejarah panjang konflik. Bagi Kerkez, ancaman dan cap sebagai musuh Ukraina adalah harga mahal yang harus dibayar dari sebuah pertandingan yang berakhir dengan skor 1-0. Sementara itu, duel Ukraina vs Hongaria di Trnava menjadi panggung pembuktian bagi kedua tim untuk melupakan sejenak polemik di luar lapangan dan fokus meraih kemenangan demi menjaga peluang di Grup B2.

Pada akhirnya, pertemuan Ukraina vs Hongaria bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ia menjadi simpul dari ketegangan politik, sentimen nasionalisme, dan drama personal yang melibatkan seorang pemain muda. Publik berharap agar sepak bola kembali menjadi olahraga yang menyatukan, bukan memecah belah. Namun, selama konflik dan kepentingan politik masih membayangi, duel-duel seperti ini akan selalu menyisakan cerita di luar 90 menit pertandingan.

Tags: