Persipura Jayapura Bangkit! Mutiara Hitam Siap Hadapi PSBS Biak di Laga Krusial
Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Persipura Jayapura kembali mencuri perhatian dalam ajang Pegadaian Championship 2026/2027. Setelah menelan kekalahan pahit 1-3 dari RANS Nusantara FC, tim berjuluk Mutiara Hitam itu kini dituntut untuk segera bangkit. Manajer Persipura, Eveline Sanita Injaya, secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap hasil laga terakhir. Ia menilai penampilan tim melawan RANS tidak mencerminkan kualitas yang sebenarnya, terutama setelah melihat performa apik saat menghadapi Dejan FC. “Sejujurnya, hasil pertandingan melawan RANS kemarin cukup mengejutkan dan mengecewakan bagi saya. Terlebih setelah melihat penampilan tim saat melawan Dejan FC, di mana secara taktikal, pemilihan pemain, hingga pergantian pemain, saya menilai tim pelatih sudah bekerja dengan sangat baik,” ujar Eveline melalui pernyataan tertulis yang dirilis Media Officer Persipura, Syaiful Paembonan.
Kekecewaan tersebut bukan tanpa alasan. Persipura saat ini baru mengumpulkan empat poin dari lima pertandingan, dengan catatan delapan gol kebobolan dan hanya tujuh gol yang dicetak. Posisi mereka di klasemen sementara masih jauh dari harapan, terutama jika ingin kembali ke Liga 1. Eveline menegaskan bahwa ruang untuk melakukan kesalahan semakin kecil. “Dengan posisi dan perolehan poin kami saat ini, ruang untuk melakukan kesalahan semakin kecil. Jika kami benar-benar ingin kembali ke Liga 1, dalam perhitungan kami, maksimal hanya 3-4 kekalahan lagi yang bisa ditoleransi,” tegasnya.
Menghadapi PSBS Biak pada pekan keenam, Sabtu (17/10), Persipura memiliki peluang emas untuk memperbaiki posisi. PSBS Biak sedang dalam kondisi terpuruk setelah menelan lima kekalahan beruntun. Tim berjuluk Badai Pasifik itu bahkan kebobolan 29 gol dalam lima laga, termasuk kekalahan telak 0-5 dari Deltras FC, 0-7 dari Persis Solo, dan 0-6 dari Persela Lamongan. Bek sayap Persipura, Rafael Sunuk, menegaskan bahwa timnya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. “Ke depan kami akan lebih baik lagi untuk hasil yang akan kami raih ke depan,” janji Rafael. Pemain bernomor punggung 12 itu menyadari bahwa tambahan poin sangat penting untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Meski demikian, Persipura tidak boleh lengah. Manajer Eveline mengingatkan bahwa tidak ada lawan yang bisa diremehkan. “Empat pertandingan berikutnya melawan Biak, Persiba, Lamongan, dan Deltras akan menjadi tantangan penting bagi kami. Melihat posisi klasemen sementara, PSBS dan Persiba berada di papan bawah, sementara Persela Lamongan dan Deltras Sidoarjo di papan atas. Tetapi, tidak ada satu pun lawan yang boleh kami remehkan. Setiap pertandingan harus dihadapi seperti pertandingan final, dengan semangat dan perjuangan maksimal untuk meraih tiga poin,” ujarnya.
Di sisi lain, Persipura juga masih memiliki ambisi besar di ajang League Cup. Dalam drawing yang telah dilakukan, Persipura tergabung di Grup K Zona Timur 2 bersama PSM Makassar dan De Red FC. Pertemuan dengan PSM akan menjadi ajang nostalgia karena kedua tim merupakan rival lama dari wilayah timur Indonesia. Terakhir kali keduanya bertemu pada Liga 1 2022, sebelum Persipura degradasi ke Liga 2. Pelatih Persipura, Regi Aditya, menyambut antusias laga tersebut. “Kita kebetulan satu grup dengan PSM Makassar. Ini derby wilayah timur yang sudah lama sekali tidak terjadi, jadi saya sangat excited, semua pemain juga sangat excited untuk bisa memulai laga di Cup,” kata Regi.
Sementara itu, Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, percaya diri timnya bisa melaju ke fase gugur. “Di dalam grup sekarang, mudah bagi kita untuk menyebutkan bahwa PSM adalah favorit untuk melaju ke fase knockout,” ujarnya. Namun, Persipura tentu tidak akan menyerah begitu saja. Dengan sejarah panjang dan dukungan finansial yang pernah mengalir deras, seperti dana Rp6 miliar dari Bank Papua pada 2014, Mutiara Hitam bertekad untuk kembali berjaya.
Perjalanan Persipura masih panjang. Laga melawan PSBS Biak menjadi titik awal kebangkitan. Jika mampu meraih kemenangan, kepercayaan diri pemain akan meningkat dan peluang untuk bersaing di papan atas kembali terbuka. Sebaliknya, kekalahan akan semakin menyulitkan langkah mereka. Publik Papua tentu berharap Persipura dapat segera menemukan performa terbaiknya dan kembali mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Dengan segala dinamika yang ada, Persipura Jayapura berada di persimpangan penting. Kompetisi masih panjang, dan setiap poin sangat berharga. Dukungan dari manajemen, pelatih, pemain, serta suporter menjadi kunci untuk melewati masa sulit ini. Kini, semua mata tertuju pada Stadion Sriwedari, Solo, tempat Persipura akan berusaha membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan.
