Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Perkuat Sinergi dengan Ulama demi Kamtibmas Jawa Timur yang Kondusif
Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan para ulama guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur. Langkah ini diwujudkan melalui silaturahmi dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan Pondok Pesantren Miftachussunah, Surabaya, pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Kapolri untuk mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama, mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.
Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, Kapolri didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono, serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dan aparat keamanan dalam membangun komunikasi yang harmonis dengan tokoh agama. Kapolri Perkuat Sinergi dengan Ulama untuk Jaga Kamtibmas di Jatim menjadi fokus utama dalam agenda kunjungan tersebut, mengingat peran ulama sangat strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Pada hari yang sama, Jenderal Suyudi juga menghadiri kegiatan Silaturahmi Kamtibmas Kapolri bersama Ulama se-Jawa Timur di Mapolda Jawa Timur, Surabaya. Dalam forum tersebut, ia meminta dukungan penuh dari para ulama agar kepolisian dapat menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum secara adil. Menurut Kapolri, sinergi antara kepolisian dan ulama bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa ulama memiliki kedekatan emosional dengan umat, sehingga pesan-pesan kamtibmas dapat tersampaikan secara efektif.
Kapolri Perkuat Sinergi dengan Ulama untuk Jaga Kamtibmas di Jatim juga tercermin dari antusiasme para ulama yang hadir. Mereka menyambut baik inisiatif Kapolri dan berkomitmen untuk terus mendukung program-program kepolisian yang bertujuan menjaga ketertiban. Dalam sambutannya, KH Miftachul Akhyar mengapresiasi langkah Kapolri yang proaktif menjalin komunikasi dengan tokoh agama. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari semangat kebangsaan yang mengedepankan musyawarah dan gotong royong.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut memberikan dukungannya. Ia menilai bahwa sinergi antara Kapolri dan ulama akan memperkuat fondasi keamanan di Jawa Timur, yang dikenal sebagai provinsi dengan dinamika sosial yang beragam. Khofifah berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kemitraan antara aparat keamanan dan tokoh agama.
Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono menambahkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti arahan Kapolri dengan menggelar forum-forum silaturahmi serupa di tingkat kabupaten/kota. Hal ini penting untuk memastikan pesan kamtibmas dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di pelosok desa. Ia juga mengajak para ulama untuk aktif memberikan masukan kepada kepolisian terkait potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menekankan pentingnya peran ulama dalam mencegah penyebaran berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah umat. Ia berharap para ulama dapat menjadi teladan dalam menggunakan media sosial secara bijak dan menyejukkan. Selain itu, Kapolri mengingatkan bahwa tugas menjaga kamtibmas bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh elemen bangsa.
Kapolri Perkuat Sinergi dengan Ulama untuk Jaga Kamtibmas di Jatim menjadi bukti nyata bahwa pendekatan humanis dan religius dapat menjadi strategi efektif dalam menjaga stabilitas keamanan. Melalui dialog yang terbuka, kepolisian dapat memahami aspirasi masyarakat, sementara ulama dapat membantu mengedukasi umat tentang pentingnya mematuhi hukum dan menjaga kerukunan. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Sebagai penutup, langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam memperkuat sinergi dengan ulama merupakan investasi jangka panjang bagi terciptanya kamtibmas yang kondusif di Jawa Timur. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan tokoh agama akan menciptakan rasa aman yang berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang. Dengan dukungan semua pihak, cita-cita mewujudkan Indonesia yang aman dan damai bukanlah hal yang mustahil.
