Di Balik Layar Kursi Panglima TNI: Maruli Simanjuntak Dilantik, Sinergi TNI-Polri hingga Kasus Narkoba 47 Kg Jadi Sorotan
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Jabatan panglima tni dan jajarannya kembali menjadi perhatian publik setelah Jenderal TNI Maruli Simanjuntak resmi dilantik sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) pada Kamis (15/10/2026). Pelantikan ini menandai babak baru dalam struktur kepemimpinan militer, sekaligus memperlihatkan bagaimana dinamika di tubuh TNI terus bergerak mengikuti kebutuhan zaman.
Maruli menggantikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang sebelumnya menjabat Kepala BNPPDT. Usai dilantik, ia menegaskan bahwa badan tersebut merupakan gagasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah terpencil yang dinilai membutuhkan perhatian lebih.
“Ini jadi badannya nanti dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan, jadi sekarang pengelola perbatasan dan daerah terpencil. Itu nanti tugas saya. Kalau wakil Panglima ya jelas wakil Panglima dan membantu Panglima,” ujar Maruli dalam keterangannya kepada awak media.
BNPPDT sendiri dibentuk pada 2010 dengan nama awal Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Tujuannya mengelola batas wilayah negara dan kawasan perbatasan dengan mengedepankan sinergi kebijakan dan program, sehingga pembangunan kawasan perbatasan dapat berjalan terintegrasi dan terpadu.
Sosok Maruli Simanjuntak
Maruli Simanjuntak lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 27 Februari 1970. Ia tumbuh sejak kecil di Bandung dan menempuh pendidikan menengah di kota tersebut hingga lulus pada 1988, sebelum akhirnya lulus dari Akademi Militer pada 1992.
Kariernya di dunia militer dimulai dari Infanteri Kopassus. Ia pernah dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis di Korps Baret Merah, di antaranya Komandan Batalyon (Danyon) 21 Grup 2 Kopassus serta Komandan Sekolah Komando Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdikpassus). Maruli kemudian dipercaya sebagai Wakil Komandan Grup 1 Kopassus, Komandan Grup 2 Kopassus, dan Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Perjalanan karier tersebut menjadi bekal penting bagi Maruli dalam menjalankan tugas sebagai wakil panglima tni, terutama dalam mendukung program-program pemerintah di bidang pertahanan dan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi TNI-Polri di Bawah Kepemimpinan Panglima TNI
Di sisi lain, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026). Pertemuan itu membahas penguatan sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan menghadapi berbagai ancaman kejahatan.
Kapolri menegaskan bahwa hubungan TNI dan Polri sebagai keluarga besar harus menjadi landasan dalam memperkuat koordinasi dan kerja sama menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
“Kita ini merupakan keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. Karena itu, soliditas dan sinergi TNI-Polri harus terus dipelihara, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Suyudi.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari pertambangan ilegal, peredaran narkotika, hingga kejahatan transnasional yang memanfaatkan berbagai jalur penyelundupan. Menurutnya, penanganan ancaman tersebut membutuhkan langkah terpadu dan penegakan hukum yang konsisten.
Ia secara khusus menyoroti perkembangan modus peredaran narkotika, termasuk penyalahgunaan rokok elektrik atau vape untuk mengedarkan narkotika cair. “Tidak boleh ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk pihak yang membekingi kejahatan tersebut,” tegasnya.
Panglima TNI juga mengapresiasi kunjungan Kapolri beserta jajaran pejabat utama Polri. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi berkelanjutan untuk memperkuat sinergi kedua institusi dalam menjaga keutuhan NKRI, serta mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika strategis global dan potensi gangguan keamanan di dalam negeri.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Irjenad Letjen TNI Erwin Djatniko, serta jajaran pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri.
Oknum TNI dan Narkoba 47 Kg
Komitmen terhadap pemberantasan narkoba diuji langsung di lapangan. Ditresnarkoba Polda Riau menangkap seorang oknum TNI aktif berinisial Serma AF bersama warga sipil NS di Pekanbaru pada Selasa (20/10/2026). Petugas menyita 47 bungkus sabu yang diperkirakan seberat 46,9 kilogram dari empat tas besar di dalam mobil kedua tersangka yang dihentikan di kawasan Rumbai, Pekanbaru.
Kedua tersangka merupakan warga Binjai, Sumatera Utara. Oknum TNI AD itu bertugas sebagai Babinsa di wilayah Kodam I/Bukit Barisan. Pomdam XIX/Tuanku Tambusai pun menahan Serma AF dan berkomitmen menegakkan hukum secara tegas tanpa toleransi.
Danpomdam Tuanku Tambusai, Kolonel Cpm Yudi Wahyudi, menegaskan penanganan perkara dilakukan dengan mengedepankan komitmen, transparansi, serta penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami sebagai penegak hukum, sesuai dengan komitmen Bapak Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat, tidak ada toleransi atau zero tolerance terhadap anggota atau prajurit yang melakukan penyalahgunaan dan peredaran sisi gelap narkotika,” ujarnya.
Ia memastikan apabila terbukti terlibat, prajurit yang bersangkutan akan ditindak tegas melalui proses hukum yang profesional dan objektif sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menjaga Soliditas demi Indonesia Emas 2045
Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan bahwa kepemimpinan panglima tni tidak hanya berbicara soal struktur organisasi, tetapi juga menyangkut sinergi lintas institusi dan penegakan disiplin internal. Pelantikan Maruli sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala BNPPDT diharapkan memperkuat perhatian negara terhadap wilayah perbatasan dan daerah terpencil.
Sementara itu, sinergi TNI-Polri yang terus diperkuat di bawah arahan panglima tni menjadi kunci dalam menghadapi ancaman narkotika, pertambangan ilegal, premanisme, hingga kejahatan siber. Penindakan tegas terhadap oknum prajurit yang terlibat narkoba menjadi bukti bahwa institusi militer berkomitmen menjaga kepercayaan publik.
Dengan soliditas yang terjaga, TNI dan Polri diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Oktavianus A
Sumber Berita: ANTARA, Sekretariat Kabinet RI, SuaraRiau.id, Tribratanews.polri.go.id, iNews.id, VIVA
