Pelaku Pemerkosa Anak Kandung Baru Sehari Dalam Penjara Tewas, Dianiaya Sesama Napi

- Kamis, 4 Mei 2023 | 10:36 WIB
Ilustrasi penjara atau Rutan KPK terkait Lukas Enembe (Dok KPK)
Ilustrasi penjara atau Rutan KPK terkait Lukas Enembe (Dok KPK)

KALIMANTAN UPDATE - Heboh pelaku pemerkosa anak kandung hingga hamil tewas baru sehari dalam penjara dianiaya napi lainnya.

Pengeroyokan diduga dipicu karena para tahanan kesal dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan pria itu kepada anak kandungnya sendiri.

Kini ia pun menghembuskan napas terakhirnya setelah menerima sejumlah luka. Peristiwa itu terjadi di tahanan Polres Serdang Bedagai (Sergai).

Baca Juga: Universitas Teknokrat Perkenalkan Dosen AI Pertama di Indonesia

Korban penganiayaan berinisial TS (43) itu merupakan warga Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Sergai.

Ia merupakan tersangka kasus cabul yang baru satu hari ditangkap petugas. TS ditangkap karena memperkosa anak kandungnya sendiri.

Atas insiden penganiayaan di dalam penjara oleh napi lainnya, TS sempat dilarikan ke RS, namun sayangnya tak berhasil diselamatkan dan meninggal dunia di rumah sakit Sultan Sulaiman Sei Rampah, Sabtu (26/9).

Baca Juga: Nekat! Sepasang Kekasih Berfoto Bersama di Tengah Sungai, Untung Nyawa Selamat

Saat itu tubuhnya penuh dengan luka lebam karena dihajar ramai-ramai oleh para tahanan lain. Kasus kematiannya ini pun kini sedang didalami oleh Polres Sergai.

"Jadi hari Sabtu dini hari piket jaga tahanan mendengar keributan dari dalam sel dan seorang tahanan melaporkan kepada petugas kalau tersangka pemerkosaan tersebut dalam keadaan lemas dan tergeletak. Baru kemudian tersangka dilarikan ke RSU Sultan Sulaiman Sei Rampah untuk dilakukan perawatan," ujar Robin Simatupang Minggu, (27/9/2020).

Dari Sultan Sulaiman selanjutnya jasadnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk selanjutnya menjalani autopsi.

Baca Juga: Alasan Orang Cerdas Sulit Menemukan Pasangan Dengan Mudah

Diakui kalau saat ini sudah ada puluhan orang tahanan yang ada di dalam sel sudah dimintai keterangannya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa 17 tahanan menjelaskan tidak suka dan benci terhadap tersangka dan merasa arogan, karena telah melakukan persetubuhan dengan anak kandung sendiri.

Ditambah sel tahanan over kapasitas, sempit, padat dan pengap mengakibatkan tahanan kurang istirahat, tidak nyaman serta mudah emosi," lanjut Robin.***

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: tribunnews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Deretan Drama Korea Tayang Bulan Mei 2023

Senin, 1 Mei 2023 | 11:48 WIB
X