KALIMANTAN UPDATE - Heboh pelaku pemerkosa anak kandung hingga hamil tewas baru sehari dalam penjara dianiaya napi lainnya.
Pengeroyokan diduga dipicu karena para tahanan kesal dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan pria itu kepada anak kandungnya sendiri.
Kini ia pun menghembuskan napas terakhirnya setelah menerima sejumlah luka. Peristiwa itu terjadi di tahanan Polres Serdang Bedagai (Sergai).
Baca Juga: Universitas Teknokrat Perkenalkan Dosen AI Pertama di Indonesia
Korban penganiayaan berinisial TS (43) itu merupakan warga Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Sergai.
Ia merupakan tersangka kasus cabul yang baru satu hari ditangkap petugas. TS ditangkap karena memperkosa anak kandungnya sendiri.
Atas insiden penganiayaan di dalam penjara oleh napi lainnya, TS sempat dilarikan ke RS, namun sayangnya tak berhasil diselamatkan dan meninggal dunia di rumah sakit Sultan Sulaiman Sei Rampah, Sabtu (26/9).
Baca Juga: Nekat! Sepasang Kekasih Berfoto Bersama di Tengah Sungai, Untung Nyawa Selamat
Saat itu tubuhnya penuh dengan luka lebam karena dihajar ramai-ramai oleh para tahanan lain. Kasus kematiannya ini pun kini sedang didalami oleh Polres Sergai.
"Jadi hari Sabtu dini hari piket jaga tahanan mendengar keributan dari dalam sel dan seorang tahanan melaporkan kepada petugas kalau tersangka pemerkosaan tersebut dalam keadaan lemas dan tergeletak. Baru kemudian tersangka dilarikan ke RSU Sultan Sulaiman Sei Rampah untuk dilakukan perawatan," ujar Robin Simatupang Minggu, (27/9/2020).
Dari Sultan Sulaiman selanjutnya jasadnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk selanjutnya menjalani autopsi.
Baca Juga: Alasan Orang Cerdas Sulit Menemukan Pasangan Dengan Mudah
Diakui kalau saat ini sudah ada puluhan orang tahanan yang ada di dalam sel sudah dimintai keterangannya.
Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa 17 tahanan menjelaskan tidak suka dan benci terhadap tersangka dan merasa arogan, karena telah melakukan persetubuhan dengan anak kandung sendiri.
Ditambah sel tahanan over kapasitas, sempit, padat dan pengap mengakibatkan tahanan kurang istirahat, tidak nyaman serta mudah emosi," lanjut Robin.***
Sumber: tribunnews.com
Artikel Terkait
Heboh Kantor MUI di Jakarta Pusat Diteror Sosok Penembak Misterius
Penyebab Tingginya Angka Pernikahan Dini di Kalimantan Barat
Ngamuk Pecahkan Kaca Rumah Gegara Ditinggal Nikah, Netizen: Keputusan Tepat Pacar Ninggalinnya
Tepis Tuduhan Pelakor, Tenten Anisa Somasi Virgoun dan Inara Rusli
Baca Manga One Punch Man Chapter 183 Sub Indo: Tatsumaki Mulai Tertarik Dengan Saitama
Bayi 3 Bulan Hilang Telah Ditemukan Meninggal, Terduga Pelaku Ayah Sendiri
Viral Aksi Wanita Penakluk Tong Setan, Tetap Bekerja Walau Sedang Hamil
Ungu Band Bakal Guncang Pontianak Juli 2023 Mendatang
Lionel Messi Diskors 2 Minggu Setelah Liburan Bersama Keluarga ke Arab Saudi Tanpa Izin Klub
Ulama Besar di Madinah Beri Pesan Menohok Kepada Jamaah Asal Indonesia, Hobi Pamer Ibadah
Tips Cara Hadapi Fenomena Meltdown di Tempat Umum
Dosen IPB Ciptakan Aplikasi Memahami Tangisan Bayi
Alasan Orang Cerdas Sulit Menemukan Pasangan Dengan Mudah
Bank Indonesia dan Bank Of Korea Kerja Sama Penggunaan Mata Uang Lokal
Hal Menarik Tentang Muhammad Kasim Arifin, Sosok Mahasiswa IPB Lakukan KKN Selama 15 Tahun Lamanya