KALIMANTAN UPDATE - Beredar unggahan video berdurasi 30 detik diketahui sejumlah Mahasiswi yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah wilayah tertentu menyinggung tempat dimana mereka melakukan KKN untuk dibagikan ke media sosial.
Bikin konten dan membuat opini negatif bahwasannya mereka melakukan KKN susah air dan harus sewa tempat tinggal Mahasiswa yang diketahui berasal dari Universitas Negeri Padang (UNP) minta pulang demi keamanan dan kenyamanan dengan masyarakat pada hari Sabtu (24/6/2023).
Mereka juga diketahui tengah melakukan KKN di kecamatanj Bungus Puluhan, dimana dengan amat terpaksa angkat kaki dari tempat KKN gegera telah membuat kesalahan dalam menyampaikan opini.
Baca Juga: Review Film Sosok Ketiga (2023), Tidak Terlalu Buruk dan Masih Direkomendasi Untuk Ditonton
Dalam unggahan video yang beredar sejumlah Mahasiswi itu mengatakan, "Kalian libur semester, mana main, KKN dong, KKN kalian dimana tanah datar mana main, di Bungus lah, air ga ada, mandi di mushalla, tempat tinggal bayar," ucap sejumlah Mahasiswi UNP tersebut.
Bhabinkamtibmas Bungus Barat Bripka Riki Novialdi bersama Lurah Bungus Barat Afridon serta perangkat RW dan RT setempat langsung ambil sikap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lalu mengumpulkan sejumlah Mahasiswa tersebut di Kantor Kelurahan Bungus Barat.
Sama kita ketahui bahwasannya Kecamatan Bungus Teluk Kabung di kelilingi oleh sungai sungai besar yang berhulu pada pengunungan yang sangat banyak air , lalu dialiri oleh perusahaan daerah air minum lalu ada juga masyarakat langsung memasang pipa dari mata air untuk dialiri sendiri ke rumah untuk keperluan sehari-hari.
Sepertinya tidak mungkin jika di rumah warga tidak ada air dan bisa dipastikan penjelasan pada video tersebut HOAX atau tidak benar.
Bhabinkamtibmas Bungus Barat Bripka Riki Novialdi dalam video beredar juga menyampaikan untuk siapapun yang bermedia sosial lebih bijak dalam penggunaannya agar tidak menyakiti suatu ras atau kaum.
"Kita juga menghimbau kepada masyarakat agar bijak bermedia sosial jangan sampai konten yang di buat pada medsos menjadi malapetaka karena menghina atau mengolok suatu ras atau kaum,"pungkasnya.***
Artikel Terkait
Oknum Perangkat Desa Banyusari Dilaporkan Dugaan Syarat Berhubungan Badan Mengurus Dokumen Kependudukan
Pria Berkupluk Serang Empat Wanita di Konter Pulsa, Belum Diketahui Motif Pelaku
Big Match Dinanti, Mark Zuckerberg dan Elon Musk Akan Duel Tinju di Atas Ring
Enam Fraksi Setujui Masa Jabatan Kepala Desa Diperpanjang Menjadi 9 Tahun, Tiga Lainnya Belum Respon
Selama 22 Tahun dan Beranikan Diri, Seorang Gadis Ucapkan Terima Kasih Kepada Musisi Taiwan Richie Jan
Dianiaya Suami, Ibu Muda Meninggal Dalam Kondisi Memeluk Bayi dan Dipeluk Dua Anaknya
Istri Tunaikan Ibadah Haji, Suami Kegirangan dan Bercocok Tanam Dengan Wanita Lain
Video Diduga Ketua BEM UI Ancam Presiden Joko Widodo Menjadi Viral:
Demo Dilakukan Mahasiswi Magang Minta Gaji Naik: Anak Magang Bukan Buruh Gratis
Video Viral Suami Diduga Kesal Hingga Tampar Istri Gegara Sering Beli Skincare
Pemerintah Cabut Bebas Visa Kunjungan Sebanyak 159 Negara
Mabar Game Picopark Berdua Bareng Gebetan Hingga Pacar Sedang Viral di TikTok
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Ingatkan Anggota Jangan Menyimpang, Sulit Bersembunyi Dari Netizen
Kepala Otorita IKN Nusantara Menegaskan Tidak Ada Ruang Untuk Korupsi, Berpengaruh Bagi Investasi