Hari Janda Sedunia Diperngati Setiap 23 Juni, Ketahui Sejarahnya

- Minggu, 23 Juni 2024 | 08:45 WIB
Istimewanya Tanggal 23 Juni Sebagai Hari Janda Internasional, Alasan Diperingati oleh Seluruh Dunia
Istimewanya Tanggal 23 Juni Sebagai Hari Janda Internasional, Alasan Diperingati oleh Seluruh Dunia

KALIMANTAN UPDATE - Pada 23 Juni setiap tahun, warga dunia ternyata memperingati Hari Janda Internasional atau International Widow Day.

Peringatan ini tentunya mempunyai tujuan dalam mendukung para janda yang ada di dunia. Serta, menjadi pengingat bahwa para janda tidak hanya kehilangan suami, tetapi juga beberapa di antaranya sering didiskriminasi dan mengalami penderitaan.

Bahkan, ada janda yang juga harus menghadapi kemiskinan. Melansir dari news18 peringatan tahun ini mempunyai tema "Inovasi dan Teknologi untuk Kesetaraan Gender’ atau ‘Innovation and technology for gender equality".

Baca Juga: Oknum Bidan Sudah Bersuami Selingkuh Dengan Sopir Ambulans, Tempat Kerjaan Sama Hingga 10 Kali Sudah Berhubungan Intim

Tentunya dengan harapan untuk mengingat bahwa para janda pun mempunyai hak yang sama seperti yang lainnya.

Pasalnya, masih banyak janda yang harus berjuang untuk dirinya bahkan anaknya untuk hidup dan mendapatkan pekerjaan.

Indonesia pun juga mempunyai angka perceraian yang tinggi dan banyak di antaranya para janda harus sangat berjuang setelah bercerai.

Adapun sejarah soal Hari Janda Internasional ini, pertama kali diresmikan pada tahun 2011 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga: Mengenal Fake Kalkulator Viral di Media Sosial, Aplikasi Khusus Untuk Berselingkuh Terjadi di Film Ipar Adalah Maut

Peringatannya diinisiasi oleh The Loomba Foundation sebuah lembaga yang didirikan oleh pria asal India bernama Raj Loomba. Melansir dari theAsianparent Raj Loomba dan istrinya ingin membantu para janda dan anak-anaknya.

Terutama untuk mengubah budaya yang mendiskriminasi para janda yang terjadi di banyak negara. Lembaga ini pun dibentuk untuk membantu dalam mengumpulkan dana agar bisa membantu anak-anak dan para janda bisa bersekolah. Karena dana tersebut sudah banyak janda di wilayah India, Asia, dan Afrika yang terbantu.

Pendiri The Loomba Foundation tersebut pun terinspirasi dengan perjuangan Shrimati Pushpa Wati Loomba. Seorang ibu yang berjuang untuk membesarkan anak-anaknya sendirian setelah ditinggal mati suami karena penyakit tuberkulosis.

Baca Juga: Hotel Kyoto Jepang Tolak Turis Asal Israel, Dubes Israel Minta Selidiki Permintaan Maaf Hingga Pemecatan Manajernya

Shrimati masih bisa cukup beruntung karena ia mempunyai warisan dari sang suami yang digunakan untuk pendidikan anak-anaknya hingga sukses. Serta membuat Raj sadar jika seorang ibu tidak punya warisan ia tidak mungkin bisa menempuh pendidikan tinggi.

Maka dari itu, muncullah sebuah gagasan dalam memperingati Hari Janda Internasional atau International Widow Day pada 26 Mei 2005 di House of Lords.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Liputan 6

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X