Viral Sindrom Nasi Goreng Bisa Sebabkan Kematian, Kok Bisa?

- Jumat, 21 Juni 2024 | 19:07 WIB
Ilustrasi nasi goreng. (Foto istimewa).
Ilustrasi nasi goreng. (Foto istimewa).

KALIMANTAN UPDATE - Sindrom nasi goreng kembali menjadi perbincangan. Sindrom tersebut dianggap bahaya karena telah menewaskan pria berusia 20 tahun. Apa sebenarnya sindrom ini?

Sebuah berita tragis muncul kembali di TikTok telah menghebohkan banyak netizen. Berita tersebut mengingatkan banyak orang tentang adanya sindrom nasi goreng yang telah menyebabkan pria berusia 20 tahun meninggal dunia.

Pria tersebut meninggal setelah mengonsumsi makanan pasta yang usianya lima hari. Kisah tragis ini pun memicu kekhawatiran banyak orang.

Baca Juga: Virgoun Ditangkap Soal Penyalahgunaan Narkotika, Diduga Terciduk Bersama Wanita di Indiekos

Mendorong para ahli medis mempertimbangkan potensi bahaya dari makanan yang tidak disimpan dengan benar.

 

Menurut laporan Buzzfeed, kematian yang dialami pria tersebut disebabkan oleh sindrom yang biasa disebut sindrom nasi goreng. Nasi goreng mungkin terdengar seperti 'comfort food' banyak orang, terutama orang Indonesia.

Namun, tetap saja makanan ini bisa berbahaya jika kondisi dan kualitas dari nasi yang dipakai tidak baik. Makanan itu juga punya kualitas menurun ketika tidak disimpan dengan benar. Sehingga, membuat seseorang yang memakannya bisa keracunan.

Baca Juga: Oknum Dosen Universitas Nias Wanita Lakukan VCS Sama Orang Tak Dikenal, Diduga Dihipnotis

Menurut laporan BuzzFeed, Dr. Joe, seorang dokter bersertifikat menjelaskan sindrom nasi goreng adalah suatu bentuk keracunan makanan yang dikaitkan dengan bakteri Bacillus Cereus.

Dr.Joe mengungkap, bakteri ini umumnya ditemukan pada makanan yang dibiarkan dalam suhu ruangan dalam waktu lama, seperti yang sering dilakukan banyak orang terhadap nasi goreng.

Ketika makanan dingin, bakteri dapat menghasilkan racun yang jika dimakan mampu menyebabkan berbagai gejala parah, termasuk muntah, diare, dan kram perut.

Baca Juga: Viral Uang Koin Logam Emas Bergambar Soeharto Nominal Rp 850 Ribu Jadi Incaran Kolektor

Gejala sindrom ini biasanya muncul dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan dapat bertahan sampai 24 jam. Meskipun jarang terjadi kematian, tetapi perhatian medis tetap dibutuhkan ketika gejala mulai muncul.

Dr.Joe menekankan bahwa risiko keracunan ini tidak terbatas pada jenis nasi tertentu, tetapi juga bisa muncul pada pasta atau makanan lain. Risiko keracunan ini juga bisa terjadi karena cara penyimpanan makanan yang salah.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: detikFood

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Intip Tren Jam Tangan Mewah Pria dan Wanita 2024

Selasa, 21 Mei 2024 | 21:19 WIB
X