Klaim AS Dalang Menjatuhkannya Sebagai PM Bangladesh, Sheikh Hasina: Saya Bisa Tetap Berkuasa Jika Menyerahkan St.Martin dan Teluk Benggala ke Amerika

- Senin, 12 Agustus 2024 | 09:36 WIB
Sheikh Hasina si Wanita Besi dilaporkan akhirnya melepaskan jabatan PM Bangladesh dan melarikan diri ke India lalu dibentuk Pemerintahan Sementara. (Foto TRT World)
Sheikh Hasina si Wanita Besi dilaporkan akhirnya melepaskan jabatan PM Bangladesh dan melarikan diri ke India lalu dibentuk Pemerintahan Sementara. (Foto TRT World)

KALIMANTAN UPDATE - Mantan Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina pada hari Minggu (11/8) menuding Amerika Serikat telah mengatur protes massa yang menyebabkannya aksi demonstrasi setelah berminggu-minggu terjadi banyaknya kekerasan, kerusakan fasilitas hingga memaksanya mengasingkan diri ke negara tetangga India.

"Saya bisa tetap berkuasa jika saya menyerahkan St. Martin dan Teluk Benggala kepada Amerika," katanya dalam sebuah pesan kepada para pendukungnya di Liga Awami, yang diterbitkan oleh beberapa media India.

Pernyataan Hasina muncul di tengah hubungan yang tegang dengan AS dan tuduhan bahwa ia baru-baru ini berencana untuk membangun pangkalan udara di Teluk Benggala.

Baca Juga: Imbas Demonstrasi Besar, PM Bangladesh Sheikh Hasina Resmi Mundur dan Melarikan Diri ke India

Ini adalah pernyataan publik pertamanya sejak mengundurkan diri pada tanggal 5 Agustus setelah berminggu-minggu dapat protes besar dari demonstran yang mengakibatkan lebih dari 400 kematian.

Dalam ungkapannya lebih lanjut, alasan Hasina dengan secepatnya mengundurkan diri agar dirinya tidak terus melihat prosesi mayat.

"Mereka ingin berkuasa atas tubuh kalian (para mahasiswa), saya tidak mengizinkannya. Saya datang dengan kekuatan,” demikian lanjut dari pernyataan Hasina.

Baca Juga: Jackie Chan Datang ke Indonesia, Ada Apa?

“Mungkin jika saya berada di negara ini hari ini, lebih banyak nyawa akan melayang, lebih banyak kekayaan akan hancur.”

Sosok yang dijuluki “Wanita Besi” Bangladesh ini juga mengungkapkan kesedihan atas kematian beberapa pemimpin Liga Awami dan pelecehan terhadap para pendukungnya setelah pengunduran dirinya.

“Liga Awami selalu teguh. Saya akan selalu berdoa untuk masa depan Bangladesh, negara yang diperjuangkan ayah saya, dan negara yang diperjuangkan keluarga saya dengan mengorbankan nyawa mereka,” tambahnya.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Mengundurkan Diri Sebagai Ketum Golkar, Waketum Buka Suara

Hasina mengundurkan diri dan melarikan diri dari Bangladesh pada 5 Agustus setelah berminggu-minggu protes, yang dimulai sebagai gerakan mahasiswa melawan sistem kuota pekerjaan publik yang dianggap diskriminatif.

Namun, kekerasan meningkat karena tindakan keras polisi, yang didukung oleh loyalis Liga Awami, yang menyebabkan lebih dari 400 kematian dan jatuhnya pemerintahannya.

Sementara Hasina tetap berada di New Delhi, Bangladesh kini memiliki pemerintahan sementara yang dipimpin oleh peraih Nobel Muhammad Yunus, yang menghadapi tantangan untuk memulihkan stabilitas negara yang terluka oleh pemberontakan dan 15 tahun kekuasaan Hasina.***

Editor: Syaifullah

Sumber: efe.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ramai Turis Thailand Boikot Korea Selatan, Ada Apa?

Rabu, 14 Agustus 2024 | 12:07 WIB
X