Airlangga Hartarto Mengundurkan Diri Sebagai Ketum Golkar, Waketum Buka Suara

- Minggu, 11 Agustus 2024 | 18:46 WIB
Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar. (Foto/instagram/airlanggahartarto_official.)
Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar. (Foto/instagram/airlanggahartarto_official.)

KALIMANTAN UPDATE - Ramai kabar soal mundurnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, hingga menjadi banyak pertanyaan dari netizen terkait kemunduran secara tiba-tiba tersebut.

Airlangga menyebut keputusan mundur dari Ketum Golkar ini dilakukan demi menjaga stabilitas transisi pemerintahan ke depan dan keutuhan Golkar.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan sejumlah alasan kenapa Airlangga Hartarto mundur dari jabatannya.

Baca Juga: Diusung Golkar Duet Bareng Kaesang, Jusuf Hamka: Siap Nggak Siapnya Tergantung Perintah

Doli menyebut Airlangga mundur dari Ketum Golkar demi mempertimbangkan soliditas di internal Golkar.

"Dasar pertimbangan pengunduran diri itu Pak Ketum mempertimbangkan soliditas di dalam jajaran Partai Golkar dan juga menjadi bagian untuk mencoba menciptakan situasi kondusif di dalam masa transisi pemerintah di masa yang akan datang," ujar Doli di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (11/8/2024).

Menurut Doli, Airlangga perlu lebih berkonsentrasi di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menko Perekonomian.

Baca Juga: Cawagub Ridwan Kamil Disebut Inisial S di Pilkada Jakarta 2024, Siapa Itu?

Dia menyebut Airlangga lebih dibutuhkan kabinet untuk mengantarkan masa transisi pemerintahan ke kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto ke depannya.

"Karena banyak sekali program-program disiapkan sebagai program lanjutan untuk menjaga kesinambungan visi misi program 2 periode Jokowi-Ma'ruf Amin dan kemudian ke depan Pak Prabowo dan Pak Gibran," tuturnya.

Doli menilai, mundurnya Airlangga sekaligus untuk menjaga semua agenda Golkar, termasuk agenda nasional. Adapun Pilkada 2024 sebentar lagi akan dilaksanakan, sehingga Golkar membutuhkan persiapan yang lebih smooth dan terjaga.

"Maka Ketua Umum kami dengan ikhlas, dengan sukarela menyatakan mundur dari Ketua umum Partai Golkar," jelas Doli.***

Editor: Syaifullah

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X