KALIMANTAN UPDATE - Menurut laporan Pentagon, Korea Utara telah mengirim sekitar 10.000 tentara ke Rusia untuk berlatih dan kemungkinan akan ikut berperang melawan Ukraina dalam beberapa minggu ke depan.
"Beberapa tentara Korea Utara telah bergerak mendekati Ukraina," kata juru bicara Pentagon Sabrina Singh, dan diyakini sedang menuju wilayah perbatasan Kursk, tempat Rusia telah berjuang untuk memukul mundur serangan Ukraina.
Sebelumnya pada hari Senin, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte NATO mengonfirmasi laporan intelijen Ukraina baru-baru ini bahwa beberapa unit militer Korea Utara telah berada di wilayah Kursk.
"Menambahkan ribuan tentara Korea Utara ke konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II akan menambah tekanan pada tentara Ukraina yang lelah dan kewalahan. Hal itu juga akan memicu ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea dan kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas, termasuk Jepang dan Australia," kata pejabat Barat.
Presiden Rusia Vladimir Putin ingin membentuk kembali dinamika kekuatan global. Ia berusaha membangun penyeimbang terhadap pengaruh Barat dengan pertemuan puncak negara-negara BRICS, termasuk para pemimpin Tiongkok dan India, di Rusia minggu lalu.
"Ia telah meminta bantuan langsung untuk perang dari Iran, yang telah memasok pesawat nirawak, dan Korea Utara, yang telah mengirimkan amunisi dalam jumlah besar," lanjut menurut pemerintah Barat.
Baca Juga: Korea Selatan Protes Atas Laporan Dugaan Tentara Korut Bantu Rusia di Medan Perang Ukraina
Rutte mengatakan kepada wartawan di Brussels bahwa pengerahan Korea Utara merupakan "eskalasi signifikan" dalam keterlibatan Pyongyang dalam konflik dan "ekspansi berbahaya dari perang Rusia."
Presiden AS Joe Biden juga menyebut pengerahan itu "berbahaya. Sangat berbahaya."
Sementara, Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken akan bertemu dengan rekan-rekan mereka dari Korea Selatan akhir minggu ini di Washington.
Baca Juga: Zelenskyy Tuding Korea Utara Bantu Pasukan Rusia Dalam Perang Hadapi Ukraina
Singh mengatakan Austin dan Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun akan membahas penempatan tentara Korea Utara di Ukraina. Tidak akan ada batasan penggunaan senjata yang disediakan AS pada pasukan tersebut, kata Singh.
"Jika kita melihat pasukan DPRK bergerak menuju garis depan, mereka adalah pihak yang berperang bersama dalam perang ini," kata Singh, menggunakan akronim untuk Republik Rakyat Demokratik Korea, atau Korea Utara.
"Ini adalah perhitungan yang harus dilakukan Korea Utara," tambahnya.
Artikel Terkait
Microsleep Penyebab Sopir Truk Rosalia Oleng dan Hantam Mobil Kru TVOne, Apa Itu?
Mengenal Sabina Altynbekova, Sosok Pevoli Cantik Asal Kazakhstan Resmi Bergabung ke Yogya Falcon
Dugaan Oknum TNI Ancam Sikat dan Bunuh Wartawan Empat Lawang?
Pegawai Wanita Koperasi PNM Mendapati Perlakuan Kekerasan Fisik dan Verbal Dari Pria, Berawal Tudingan Rumah Dilempari Barang
Kejagung Tetapkan Zarof Ricar Tersangka Atas Kasus Suap dan Gratifikasi, Sejumlah Aset Sudah Diblokir Hingga Sita Miliaran Rupiah dan Emas Batangan
Tanggalan Jawa November 2024 Terbaru, Dilengkapi Weton Pasaran Hingga Wuku
Link Nonton dan Preview Anime Bleach Thousand Year Blood War Episode 31 Sub Indo
Kalender Hijriah Islam November 2024: Catat Tanggal Penting Hingga Puasa Sunnah Lainnya
Nonton dan Preview Anime Dragon Ball Daima Episode 4 Sub Indo
Daftar Film Indonesia dan Barat Tayang di Bioskop Indonesia November 2024, Disertai Drama Korea Terbaru