Korea Utara Dilaporkan Telah Kirim Puluhan Ribu Tentara Bergabung ke Rusia, Pentagon dan NATO Buka Suara

- Sabtu, 2 November 2024 | 18:58 WIB
Sebanyak 12.000 sampai 15.000 pasukan Korea Utara dikirim ke Rusia untuk membantu perang melawan ukraina. Pengiriman pasukan ini dinilai sebagai upaya Korut mendapatkan pesawat tempur Su-35 dari Rusia. (KCNA)
Sebanyak 12.000 sampai 15.000 pasukan Korea Utara dikirim ke Rusia untuk membantu perang melawan ukraina. Pengiriman pasukan ini dinilai sebagai upaya Korut mendapatkan pesawat tempur Su-35 dari Rusia. (KCNA)

KALIMANTAN UPDATE - Menurut laporan Pentagon, Korea Utara telah mengirim sekitar 10.000 tentara ke Rusia untuk berlatih dan kemungkinan akan ikut berperang melawan Ukraina dalam beberapa minggu ke depan.

"Beberapa tentara Korea Utara telah bergerak mendekati Ukraina," kata juru bicara Pentagon Sabrina Singh, dan diyakini sedang menuju wilayah perbatasan Kursk, tempat Rusia telah berjuang untuk memukul mundur serangan Ukraina.

Sebelumnya pada hari Senin, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte NATO mengonfirmasi laporan intelijen Ukraina baru-baru ini bahwa beberapa unit militer Korea Utara telah berada di wilayah Kursk.

Baca Juga: Bakal Penuhi Undangan China dan Amerika Serikat, Prabowo: Saya Harus Berangkat Saya Minta Izin ke Saudara-saudara

"Menambahkan ribuan tentara Korea Utara ke konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II akan menambah tekanan pada tentara Ukraina yang lelah dan kewalahan. Hal itu juga akan memicu ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea dan kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas, termasuk Jepang dan Australia," kata pejabat Barat.

Presiden Rusia Vladimir Putin ingin membentuk kembali dinamika kekuatan global. Ia berusaha membangun penyeimbang terhadap pengaruh Barat dengan pertemuan puncak negara-negara BRICS, termasuk para pemimpin Tiongkok dan India, di Rusia minggu lalu.

"Ia telah meminta bantuan langsung untuk perang dari Iran, yang telah memasok pesawat nirawak, dan Korea Utara, yang telah mengirimkan amunisi dalam jumlah besar," lanjut menurut pemerintah Barat.

Baca Juga: Korea Selatan Protes Atas Laporan Dugaan Tentara Korut Bantu Rusia di Medan Perang Ukraina

Rutte mengatakan kepada wartawan di Brussels bahwa pengerahan Korea Utara merupakan "eskalasi signifikan" dalam keterlibatan Pyongyang dalam konflik dan "ekspansi berbahaya dari perang Rusia."

Presiden AS Joe Biden juga menyebut pengerahan itu "berbahaya. Sangat berbahaya."

Sementara, Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken akan bertemu dengan rekan-rekan mereka dari Korea Selatan akhir minggu ini di Washington.

Baca Juga: Zelenskyy Tuding Korea Utara Bantu Pasukan Rusia Dalam Perang Hadapi Ukraina

Singh mengatakan Austin dan Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun akan membahas penempatan tentara Korea Utara di Ukraina. Tidak akan ada batasan penggunaan senjata yang disediakan AS pada pasukan tersebut, kata Singh.

"Jika kita melihat pasukan DPRK bergerak menuju garis depan, mereka adalah pihak yang berperang bersama dalam perang ini," kata Singh, menggunakan akronim untuk Republik Rakyat Demokratik Korea, atau Korea Utara.

"Ini adalah perhitungan yang harus dilakukan Korea Utara," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: apnews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X