KALIMANTAN UPDATE - Konsep tata kelola klub antar negara sedang naik daun beberapa tahun belakangan ini.
Setiap pemerintah yang semakin banyak mengorganisasi klub ini untuk untuk mengidentifikasi posisi dan pendekatan bersama terhadap isu-isu internasional, dan untuk mendorong agenda bersama.
Sering kali, 'klub' ini tidak memiliki 'clubhouse' (yayasan atau organisasi kelembagaan), karena mereka memilih untuk memanfaatkan platform yang lebih informal dan fleksibel.
Contoh terkenal dari klub semacam itu adalah G20 ('Group of Twenty'), G7 ('Group of Seven') dan kelompok BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa).
Baca Juga: Cek Fakta: Bendera Indonesia Ada di Mata Uang BRICS, Benarkah?
Beberapa klub sudah memiliki tradisi kerja sama yang panjang (seperti G7), sementara lainnya diciptakan atau direformasi dalam sepuluh hingga lima belas tahun terakhir (misalnya G20 dan BRICS).
Sampai batas tertentu, kita mungkin melihat tindakan penyeimbangan terjadi antara 'klub' (karena keanggotaannya terbatas) dan pendekatan global di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Jika pendekatan semacam itu berhasil, klub mungkin menjadi kekuatan konstruktif dalam mendukung tata kelola global melalui minilateralisme.
Dan lumayan baru setelahnya yakni kemunculan MIKTA, sebuah kelompok klub yang perlahan-lahan mulai disorotin global, pemimpin klub ini terdiri dari 5 negara seperti: Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turkiye dan Australia.
Baca Juga: Menlu Sugiono Beberkan Alasan Indonesia Bergabung ke BRICS
Adapun menurut wikipedia, singkatan MIKTA ini awalnya diciptakan oleh Jim O'Neill dari Goldman Sachs yang juga menciptakan singkatan BRIC.
Sebagai akronim, MIKTA hanya dikenal di kalangan kecil pejabat dan pakar. Jadi, orang mungkin bertanya: Apakah saya harus mengingat singkatan ini? Jawabannya: “Ya!”… karena alasan berikut:
1. MIKTA adalah klub kekuatan menengah dan kekuatan menengah sering dianggap sebagai pendukung penting multilateralisme.
Hal ini tercermin dalam pernyataan visi MIKTA, yang menguraikan bahwa, “negara-negara MIKTA memiliki pemikiran yang sama terhadap banyak tantangan global di zaman kita dan merupakan kontributor aktif di forum-forum internasional utama. Kita memiliki kemauan dan kemampuan untuk berkontribusi dalam melindungi barang publik dan memperkuat tata kelola global."
Baca Juga: Prabowo Tiba di Rio de Janeiro Brasil Untuk Hadiri KTT G20
Artikel Terkait
Eliano Reijnders Datang Jauh-jauh dan Dicoret Timnas Indonesia, Reick Thohir dan Shin Tae Yong Beri Respon
Polda Sulsel Tetapkan 21 Tersangka Korupsi Dalam Kasus Berbeda
Mengenal Xu Fengcan, Pilot Cantik Wanita Pertama di Militer China Berprestasi
Tren Childfree di Indonesia Kian Meningkat, Apa Penyebabnya?
Prabowo Tiba di Rio de Janeiro Brasil Untuk Hadiri KTT G20
Terungkap Identitas Perekam dan Motifnya Merekam Napi Pesta Narkoba dan Miras
Diperingati Setiap 18 November, Milad Muhammadiyah ke 122 Bertemakan Kemakmuran Untuk Semua
Link Nonton Streaming MotoGP Barcelona 2024 Live Disini
Sempat Tanpa Kabar, Siswi MI Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Semak-semak Dengan Pakaian Sudah Terbuka
Jokowi Turun Gunung Bantu Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Saat Berkampanye di Blora, Menyapa Warga Hingga Bagikan Kaos
Timnas Indonesia vs Arab Saudi Berlangsung Hari Ini, Cek Link Disini