Jadi Utusan Khusus Presiden Hadiri COP 29 Azerbaijan, Hasim Berhasil Menggaet Jeff Bezos Amazon dan Pemerintah Jepang

- Kamis, 14 November 2024 | 09:49 WIB
Salah satu momen saat Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan pesan presiden di konferensi COP29 di Baku, Azerbaijan.  (menlhk.go.id)
Salah satu momen saat Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan pesan presiden di konferensi COP29 di Baku, Azerbaijan. (menlhk.go.id)

KALIMANTAN UPDATE - Hashim Djojohadikusumo sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo pada Konferensi Perubahan Iklim (Conference of the Parties/COP) ke-29 membuahkan hasil.

Tah hanya menjadi pembica yang sukses memancing para peserta dari sejumlah negara lain, adik kandung Prabowo ini pun berhasil menggaet bos Amazon, Jeff Bezos, untuk menyuntikkan dana dalam program penghijauan di Indonesia.

Hashim tiba di Baku, Azerbaijan, Senin (11/11/2024), untuk menghadiri COP 29. Ia mewakili Prabowo yang tidak bisa hadir karena sedang melakukan lawatan ke Amerika untuk bertemu Presiden Joe Biden dan Donald Trump.

Baca Juga: Tanggapan Hashim dan Puan Soal Pertemuan Prabowo Megawati

Hashim hadir ditemani Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Acara pertama yang dilakukan Hashim adalah membuka Paviliun Indonesia yang bertema “Sustainably Stronger Together”.

Dalam sambutannya, Hashim mengatakan, pemerintahan Prabowo bertekad meneruskan semua kebijakan iklim yang pernah dibuat pemerintahan Jokowi.

“Tidak ada pelemahan dari komitmen kita terhadap program-program perjanjian Paris, Kyoto Protocol, dan beberapa perjanjian-perjanjian susulannya,” tegasnya.

Baca Juga: Direktur CIA Sambangi Prabowo di Washington DC, Bahas Apa?

Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Indonesia telah menyiapkan beberapa strategi untuk pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) serta pemanfaatan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).

Dari sektor energi baru terbarukan, Hashim menyebut, Pemerintah Indonesia berencana membangun lusinan pembangkit listrik berkapasitas total 100 gigawatt (GW) dalam 15 tahun ke depan.

“Terdiri dari tenaga bayu (angin), panas bumi, tenaga air, dan nuklir,” ungkapnya.

Baca Juga: Rahayu Saraswati Kawal Ipda Rudi Soik Yang Dipecat Usai Bongkar Kasus Mafia BBM di DPR

Selain itu, Hashim mengungkapkan, Prabowo juga punya target melakukan rehabilitasi 12,7 hektar hutan yang mengalami kritis.

Selain berperan penting mencapai target penurunan emisi karbon, program tersebut juga bisa mendukung niat Pemerintah melakukan swasembada pangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: rm.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tiba di Beijing China, Berikut Ini Agendanya

Jumat, 8 November 2024 | 22:45 WIB
X