Usai Israel dan Hizbullah Lebanon Menyepakati Gencatan Senjata, Hamas Beri Respon

- Kamis, 28 November 2024 | 12:08 WIB
Potret pasukan Hamas. (Suppressed News)
Potret pasukan Hamas. (Suppressed News)

KALIMANTAN UPDATE - Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri menyatakan harapan organisasi tersebut untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di Gaza, menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Rabu (27/11/2024), Abu Zuhri mengatakan bahwa Hamas menghargai hak Lebanon untuk mencapai kesepakatan yang melindungi rakyatnya, sembari menyatakan harapan agar langkah serupa dapat dilakukan untuk Gaza.

"Hamas menghargai hak Lebanon dan Hizbullah untuk mencapai kesepakatan yang melindungi rakyat Lebanon, dan kami berharap kesepakatan ini dapat membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang genosida terhadap rakyat kami di Gaza," kata Abu Zuhri kepada Reuters.

Baca Juga: Israel Bantah Adanya Gencatan Senjata dan Akan Terus Serang Lebanon, Korban Jiwa Dilaporkan Ratusan Orang

Gencatan senjata di Lebanon, yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Prancis, mulai berlaku pada Rabu setelah 13 bulan konflik antara Israel dan Hamas.

Namun, upaya internasional untuk mengakhiri perang di Gaza antara Israel dan Hamas belum membuahkan hasil.

Dalam pernyataan lebih lanjut, Hamas menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan upaya mencapai gencatan senjata di Gaza, dengan tetap mempertahankan kondisi-kondisi utama yang harus dipenuhi.

Baca Juga: Warga Muslim Kecewa Trump Banyak Pilih Pejabat Pro Israel dan Doyan Perang

"Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan setiap upaya yang bertujuan mencapai gencatan senjata di Gaza dan menghentikan agresi terhadap rakyat kami," ungkap pernyataan Hamas.

Hamas menetapkan bahwa kesepakatan harus mencakup penghentian perang, penarikan pasukan Israel dari Gaza, kembalinya warga Gaza yang telantar ke rumah mereka, serta kesepakatan pertukaran tawanan antara pihak Israel dan Palestina.

Sementara itu, serangan militer Israel di Gaza pada Rabu menelan 15 korban jiwa, termasuk beberapa orang yang berlindung di sebuah sekolah yang digunakan sebagai tempat pengungsian.

Baca Juga: Hamas Buka Suara Soal Klaim Yahya Sinwar Terbunuh Oleh Israel

Warga Gaza merasa terabaikan tanpa adanya kesepakatan serupa seperti yang dicapai di Lebanon.

"Hamas telah menunjukkan fleksibilitas tinggi untuk mencapai kesepakatan dan masih berkomitmen pada posisi itu," ujar Abu Zuhri.

Namun, dia menyalahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas kegagalan mencapai kesepakatan, dengan mengatakan bahwa Netanyahu terus menghindari penyelesaian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X