Presiden Yoon Suk Yeol Berhasil Ditangkap Pihak Keamanan Korea Selatan, Sempat Diwarnai Pertikaian

- Rabu, 15 Januari 2025 | 18:40 WIB
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol saat di hadapan banyak orang
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol saat di hadapan banyak orang

KALIMANTAN UPDATE - Drama cukup panjang dialami Korea Selatan, dimana kini Presiden Yoon Suk Yeol berhasil ditangkap pada Rabu (15/1/2025) oleh pihak berwenang.

Penangkapan Yoon itu juga menjadi sejarah di Korea Selatan karena jadi presiden pertama yang ditahan selama masa jabatannya.

Dikutip dari kantor berita AFP, Yoon yang menghadapi tuduhan pemberontakan atas upayanya yang singkat untuk memberlakukan darurat militer bulan lalu mengatakan, dia akan mematuhi penyidik untuk menghindari pertumpahan darah.

Baca Juga: Misteri Keberadaan Presiden Yoon Seok Yeol? Sempat 3 Kali Mangkir Saat Dilakukan Pemanggilan

Meski demikian, Yoon dapat menghadapi hukuman mati atau penjara seumur hidup jika dia terbukti bersalah atas upaya pemberontakan. Selain itu, Yoon juga beberapa kali menghindar ketika para menyidik berusaha menangkapnya dari kediamannya.

Bahkan, anggota Dinas Keamanan Presiden (PSS) juga berusaha melakukan barikade agar penyidik tak bisa masuk ke kediaman Presiden Yoon.

Yoon, yang telah bersumpah untuk berjuang sampai akhir, berhasil menggagalkan upaya penangkapan pertama pada 3 Januari.

Baca Juga: Cek Fakta: Hollywood Sign Ikut Terbakar Hebat, Benarkah?

Namun, sebelum fajar pada Rabu, ratusan petugas polisi dan penyidik dari Kantor Investigasi Korupsi kembali mengepung kediaman tersebut, beberapa memanjat tembok pembatas dan mendaki jalan setapak untuk mencapai gedung utama.

Setelah kebuntuan sekitar lima jam, pihak berwenang mengumumkan bahwa Yoon telah ditangkap dan pemimpin yang dimakzulkan itu merilis pesan video yang direkam sebelumnya.

Yoon meninggalkan kediamannya dalam sebuah konvoi dan dibawa ke Kantor Investigasi Korupsi. Kantor berita Yonhap melaporkan, para penyidik mulai menginterogasi Yoon tak lama setelah penangkapannya.

Baca Juga: Usai Ambisi Trump Ingin Caplok Greenland Dari Denmark, Sejumlah Negara Tergabung NATO Beri Respon

Sebelumnya, reporter AFP menyaksikan perkelahian singkat di gerbang kediaman, tempat para pendukung setia Yoon berkemah untuk melindunginya, saat pihak berwenang pertama kali bergerak ke kompleks tersebut.

Para pendukungnya terdengar meneriakkan "surat perintah ilegal!" sambil melambaikan tongkat cahaya dan bendera Korea Selatan dan Amerika. Beberapa orang tergeletak di tanah di luar gerbang utama kompleks perumahan tersebut.

Selanjutnya, Yoon dapat ditahan hingga 48 jam setelah penangkapannya. Penyidik perlu mengajukan surat perintah penangkapan lainnya untuk menahannya. Meski demikian, tim hukum Yoon telah berulang kali mengecam surat perintah tersebut sebagai ilegal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Kompas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X