Usai Viral Telantarkan dan Menurunkan Paksa Jenazah Bayi, Sopir Ambulans RSUD AM Djoe Sintang Minta Maaf

- Rabu, 17 Juli 2024 | 14:52 WIB
Sopir Ambulans Turunkan Jenazah di SPBU Sintang Terancam Sanksi Adat dan Pidana!   (foto X  Miss Tweet)
Sopir Ambulans Turunkan Jenazah di SPBU Sintang Terancam Sanksi Adat dan Pidana! (foto X Miss Tweet)

KALIMANTAN UPDATE - Sopir ambulans Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Djoen Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) diduga menelantarkan dan menurunkan jenazah bayi di sebuah SPBU.

Sopir ambulans, Suardi mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari selisih paham terkait selisih harga bahan bakar minyak (BBM). Suardi menerangkan, sebenarnya pada malam tersebut, bukan waktunya dia bertugas.

“Pada malam ini, sebenarnya bukan tugas saya, tetapi biasa saya mengcover teman-teman,” kata Suardi kepada wartawan, Senin (15/7/2025) malam.

Baca Juga: Sudah Beristri dan Punya Anak, Oknum Polisi Brigadir MN Hamili Selingkuhan Hingga Tak Ingin Tanggung Jawab

Saat ditelepon keluarga pasien, Suardi mengaku telah menjelaskan, bahwa ambulans-nya beda dengan ambulans biaya.

“Ambulans saya mengguanakn Dexlite, harga per liter Rp 14.900. Sedangkan biaya ambulans yang ditanggung pemerintah seharga Rp 9.500,” terang Suardi.

Jadi, menurut Suardi, selisih harga BBM Rp 5.400 dibebankan kepada keluarga pasien.

Baca Juga: Harapan Sang Suami Dapat Sanksi Berat, Oknum ASN Kepergok Mesum Dengan Honorer di Mojokerto Hanya Dimutasi

“Nah selisih BBM tadi itu yang saya minta kepada keluarga pasien, ternyata keluarga pasien mengeluarkan surat bahwa sudah dibayar di kasir,” ucap Suardi.

Karena tidak ada titik temu, dan terjadi cekcok, Suardi memutuskan menurunkan pasien di SPBU untuk mengganti ambulans biasa.

“Saya minta pergantian kepada pihak keluarga sehingga tadi timbul perselisihan. Saya menurunkan pasien dengan mengganti ambulans,” ungkap Suardi.

Baca Juga: Oknum Sekdes Diduga Mesum Dengan Ipar, Aksi Dua Sejoli Sempat Diciduk Warga

Suardi mengaku bersalah atas peristiwa tersebut. Dia meminta maaf kepada keluarga pasien atas perbuatan yang tidak menyenangkan.

Sementara itu Direktur RSUD AM Djoen Sintang Ridwan Pane menegaskan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami juga memastikan bahwa setiap petugas menjalankan tugasnya dengan profesionalisme dan tanggung jawab,” ungkap Ridwan.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Kompas, Detik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X