KALIMANTAN UPDATE - Dikabarkan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi Pertalite akan mulai dibatasi per 1 Oktober 2024.
Adapun proses sosialisasi tentang pembatasan Pertalite ini bakal dilakukan mulai September 2024.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan angka penyaluran dan ketersediaan BBM jenis Pertalite di seluruh wilayah Indonesia tetap sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah.
Baca Juga: Harga BBM Naik Mulai 2 Agustus 2024, Berikut Rinciannya
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menjelaskan sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, pihaknya terus menjalankan komitmennya dalam penyediaan Pertalite. Sesuai dengan kuota dan titik layanan jual yang telah ditetapkan BPH Migas.
"Pertalite adalah salah satu BBM subsidi, sehingga pengaturan oleh regulator dimaksudkan agar BBM subsidi bisa tepat sasaran. Antara lain pengaturan titik titik SPBU yang menjual BBM Subsidi oleh BPH Migas dengan memperhatikan pertimbangan jalur transportasi umum, tidak berada di area pemukiman menengah keatas, di luar daerah industri," bebernya dalam keterangan resmi, Kamis (29/8/2024).
"Diharapkan dengan upaya tersebut BBM bersubsidi yang disalurkan bisa lebih tepat sasaran," ungkap Heppy.
Baca Juga: Tren Kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia, Erick Thohir Pastikan Harga BBM Masih Aman
Heppy mengutarakan, Pertamina Patra Niaga juga terus berupaya mendukung upaya-upaya subsidi tepat dengan melakukan pendataan pengguna BBM Subsidi melalui pendaftaran QR Code.
"Untuk itu, Pertamina Patra Niaga mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan BBM subsidi dan membantu pemerintah mengindentifikasi siapa saja pengguna BBM bersubsidi dari penggunaan QR code sebagai syarat untuk menggunakan BBM Pertalite," tutur dia.
Agar penyaluran Pertalite terkontrol, Pertamina Patra Niaga melayani pengisian Pertalite melalui QR Code bagi kendaraan yang sudah mendaftar dan mencatatkan nopol kendaraan bagi pengguna yang belum mendaftar subsidi tepat.
"Kami terus mengintensifkan pendaftaran subsidi tepat Pertalite di wilayah wave 1 yakni Jawa, Madura, Bali (JAMALI) dan sebagian wilayah non-Jamali yaitu Kepri, NTT, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur,” pungkas Heppy.***
Artikel Terkait
Mark Zuckerberg Beberkan Fakta Soal Joe Biden dan Gedung Putih Pernah Paksa Sensor Konten Covid 19
Khofifah dan Emil Resmi Daftar ke KPU Jawa Timur, Dokumen Paslon Sudah Diterima dan Lengkap
Bobby Nasution dan Surya Resmi Mendaftar Kontestan Pilgub Sumut 2024
Link Baca Manga Chainsaw Man Chapter 175 Sub Indo
Usai Kalahkan Argentina, Timnas Indonesia U20 Bakal Hadapi Thailand dan Korea Selatan
Bocoran Isi Gambar Manga Jujutsu Kaisen Chapter 269 Kualitas HD
Spoiler Jujutsu Kaisen Chapter 269: Akhir Sebuah Pertarungan
Padahal Sudah Blusukan ke Warga, Marshel Widianto Batal Maju Jadi Calon Wakil Walikota Tangsel di Pilkada 2024
Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maemoen Maju Kontestasi Pilgub Jateng 2024, Gibran Ikut Antarkan ke KPU
KPU RI Tegaskan Parpol dan Gabungannya Hanya Dapat Berikan Dukungan Kepada Satu Bakal Paslon Saja
Penyebab Siswi SMP Menabrakkan Diri ke Kereta Api di Bekasi Diduga Masalah Keluarga
Tanggapi Isu Soal Hubungan Prabowo dan Jokowi Mulai Retak, Rocky Gerung: Itu Sunatullah
Link Video Bernarasikan KKN Undip Kembali Viral, Ada Isu Lainnya Hamil Duluan