Tak Ingin Jadi Pulau Mesum, Luhut Geram Lihat Turis Asing di Bali Terus Berulah

- Jumat, 30 Agustus 2024 | 11:22 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (dok maritim.go.id)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (dok maritim.go.id)

KALIMANTAN UPDATE - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan merasa kesal dengan maraknya turis asing yang berada di Pulau Bali berulah.

Sederet masalah dibawa turis-turis asing pada lingkungan maupun masyarakat Pulau Bali. Diperkirakan saat ini ada sekitar 200 ribu orang turis asing di Bali.

Luhut menegaskan pemerintah ingin mempertahankan Bali sebagai pulau surga atau paradise island. Termasuk juga kearifan budaya lokal di dalamnya.

Baca Juga: Aksi Sejumlah WNA Sewa Vila di Bali Buat Dijadikan Sekolahan

"Sekitar 200.000 orang asing tinggal di Bali saat ini, tetapi juga menimbulkan beberapa masalah. Kami ingin mempertahankan budaya Bali, bila Bali kehilangan budaya mereka, Bali bukan lagi pulau surga," tegas Luhut saat memberikan pidato kunci di acara International Quality Tourism Conference 2024 yang disiarkan virtual, Kamis (29/8/2024).

 

Purnawirawan TNI itu menekankan semua pihak, termasuk turis asing yang bermasalah harus menghormati budaya Bali. Bahkan secara tegas dia mengatakan jangan jadikan Bali menjadi pulau mesum alias nude island.

"Jadi hadirin sekalian, kita juga harus menghormati budaya lokal, saya pikir ini bukan pulau mesum (nude island). Ini Bali, dengan budaya yang sangat indah, kita harus mempertahankannya," sebut Luhut.

Baca Juga: Usai Viral Kerap Bikin Konten Siswi Kenakan Seksi dan Menggoda di Akun Media Sosialnya, Guru SMP di Bali Minta Maaf

Dia melanjutkan ada beberapa ulah dan masalah dari turis asing yang mewarnai Bali hari ini. Misalnya saja pembangunan kelab-kelab yang masif dilakukan oleh orang asing dari luar Bali, bahkan beberapa kelab ini hanya menjadi kelab mesum alias nude club.

Luhut menegaskan dirinya tidak ingin lagi melihat sawah-sawah di Pulau Bali disulap jadi vila ataupun kelab-kelab mesum.

"Dan kami juga tidak ingin melihat sawah menjadi vila, atau menjadi tempat nongkrong, menjadi kelab, kelab mesum (nude club)," beber Luhut.

Baca Juga: Kreator Konten Bali Ajak Turis Mancanegara ke Hotel Hingga Berhubungan Badan

Bahkan, Luhut juga mengatakan banyak sekali warga asing yang membuat usaha hingga membuat masyarakat lokal kehilangan mata pencahariannya. Luhut menyatakan pemerintah tak mau lagi melihat orang asing menggantikan pekerjaan warga lokal di Bali.

"Jangan salah paham tentang ini, karena kami juga tidak ingin pekerjaan orang lokal digantikan oleh wisatawan asing. Kami tidak ingin melihat hal ini terjadi. Kami juga harus menciptakan kesejahteraan bagi orang-orang Bali," sebut Luhut.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: detikfinance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X