Kawasan Wisata Gunung Bromo Diterjang Pusaran Angin Kencang, Ahli Ungkap Fenomena Dust Devil

- Kamis, 18 Juli 2024 | 08:39 WIB
DUST DEVIL - Fenomena Dust Devil atau angin berputar di lautan Pasir Gunung Bromo yang diunggah akun tiktok @ladubromo pada Kamis (11/7/2024) lalu.  (HO/KLIKTIMES.COM/TIKTOK)
DUST DEVIL - Fenomena Dust Devil atau angin berputar di lautan Pasir Gunung Bromo yang diunggah akun tiktok @ladubromo pada Kamis (11/7/2024) lalu. (HO/KLIKTIMES.COM/TIKTOK)

KALIMANTAN UPDATE - Kawasan Wisata Gunung Bromo diterjang pusaran angin bak tornado yang membumbung tinggi terlihat menerbangkan pasir dan debu.

Pakar menyebut ini merupakan fenomena dust devil. Hal itu terekam dalam video dan beredar di media sosial.

Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Hendra mengatakan, peristiwa itu terjadi, Sabtu (13/7).

Baca Juga: Jadwal Lengkap Piala Presiden 2024, Dibuka Mulai 19 Juli

"Fenomena ini merupakan hal biasa yang terjadi di kawasan lautan pasir Bromo dan sekitar terutama saat musim panas dan kering," kata Hendra melalui keterangannya, Rabu (17/2).

Fenomena ini, kata Hendra, dikenal sebagai 'dust devil'. Secara visual tampak seperti pusaran angin mirip seperti tornado yang membawa debu dan pasir, namun dengan ukuran yang relatif lebih kecil.

Hendra mengatakan fenomena ini pada umumnya terjadi di daerah yang memiliki lapisan pasir dan debu seperti daerah gurun atau padang pasir.

Baca Juga: Usai Viral Telantarkan dan Menurunkan Paksa Jenazah Bayi, Sopir Ambulans RSUD AM Djoe Sintang Minta Maaf

Meski demikian, Hendra mengatakan tak ada korban jiwa, korban luka-luka ataupun kerusakan akibat kejadian ini.

"Dust devil pada umumnya tidak dianggap berbahaya karena kecepatan angin dari dust devil cenderung lebih rendah daripada tornado. Namun, apabila berada terlalu dekat dengan dust devil, debu dan pasir yang terangkat oleh angin akan sangat mengganggu," katanya.

Meski tidak berbahaya, pihak BB TNBTS menyarankan agar pengunjung untuk menghindari atau menjauh jika melihatnya.

Baca Juga: Ngamuk Diserang dan Dibuat Meme Oleh Netizen, Razman Nasution: Apakah Kita Kalah Dari Orang Banyak Sementara Kita Intelek

Jika terlanjur berada sangat dekat dengan pusaran angin tersebut, disarankan untuk diam sejenak sambil menutup mata dan melindungi hidung atau saluran pernapasan hingga pusaran angin hilang.

Fenomena dust devil ini sendiri bukan yang pertama terlihat di Bromo. Pada 2023, pusaran angin muncul di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Blok Savana atau Bukit Teletubbies, Gunung Bromo, hingga membentuk 'tornado api'.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X