Mengenal Rajah Masih Dipercayai Masyarakat Indonesia Sebagai Penyembuh Juru Selamat Hingga Perjodohan

- Senin, 23 September 2024 | 12:16 WIB
Ilustrasi tulisan rajah. (ist)
Ilustrasi tulisan rajah. (ist)

KALIMANTAN UPDATE - Rajah masih cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, bahkan ada yang masih belum mengetahui artian atau jenis rajah itu sendiri.

Namun apa  artian Rajah itu sendiri? Rajah adalah sekumpulan huruf-huruf atau kalimat yang membentuk suatu gambar tertentu yang dipercaya bisa menjadi jimat.

Umumnya, rajah digunakan oleh orang yang mempercayainya sebagai penyembuh kesakitan, juru selamat, dan dijadikan jimat untuk jodoh.

Baca Juga: Kisah Resti Kerap Pamer Pembangunan Rumah Mewahnya, Disusupi Perampok Yang Sikat Habis Harta Hingga Nyawa Suami Melayang

Bentuk dan tulisan yang terdapat pada rajah biasanya berbeda-beda, mulai dari bentuk lingkaran, kotak, segitiga, atau bentuk lainnya dalam tulisan berbahasa arab.

Sebenarnya, rajah merupakan benda mati yang dibuat oleh seseorang yang memiliki ilmu tinggi spiritual atau hal berbau ghaib.

Adanya rajah ini kian populer dan dianggap sebagai azimat karena sejarah masyarakat Arab Jahiliyah yang meyakini bahwa huruf hijaiyah mempunyai nilai kekuatan magis.

Baca Juga: Suami Tusuk Istri dan Selingkuhannya Saat Dapati Keduannya Check In di Hotel Giri Indah

Rajah juga ditulis oleh ahli ilmu dalam tulisan bahasa Arab, angka-angka, gambar, atau huruf tertentu yang artinya hanya diketahui oleh sang pembuat.

Selain bentuk dan jenis beragam, Metode penggunaannya juga bervariasi seperti: dicampur dengan air untuk diminum atau mandi, dimasukkan ke dalam dompet, dipakai sebagai kalung, atau diletakkan di bawah bantal atau kasur.

Mengutip darinIndospiritual, dalam rajah biasanya terdapat banyak kode sandi yang bahkan jika dijumlahkan mencapai 10.333 kode sandi.

Baca Juga: BKKBN Buat Kuesioner Untuk Bantu Siap Nikah, Cek Linknya

Bukan hanya boleh ditulis oleh ahlinya saja, dalam menulis rajah juga ternyata terdapat aturan yang perlu diperhatikan.

Jadi, penulisan rajah ini tidak bisa dilakukan asal-asalan. Saat orang menulis rajah, terdapat tata cara, aturan, waktu, dan sarana yang harus dipatuhi dan ditaati.

Karena jika salah satu syarat dilanggar, mitosnya fungsi rajah yang ditulis tidak akan memberikan efek yang sempurna atau dampak yang terasa akan terjadi lama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Orami

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Deretan Peristiwa Besar Islam di Bulan Rabiul Akhir

Selasa, 1 Oktober 2024 | 10:09 WIB

Jadwal Puasa Sunnah Bulan Muharram 1446 Hijriah

Minggu, 7 Juli 2024 | 07:18 WIB
X