Kontribusi ke PAD Hampir Rp300 Miliar, Bupati Kukar Dorong MGRM Perluas Lini Bisnis Non-PI
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | Kontribusi ke PAD Hampir Rp300 Miliar Bupati Kukar Minta MGRM Perluas Bisnis menjadi sorotan dalam perayaan HUT ke-8 PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM Perseroda) di Tenggarong, Senin (26/10/2026). Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa perusahaan daerah tersebut telah memberikan sumbangan signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui pengelolaan participating interest (PI) di Blok Mahakam, namun ke depan diharapkan mampu mengembangkan sektor usaha lain.
Dalam sambutannya, Aulia menyampaikan apresiasi atas kinerja MGRM yang selama ini menjadi salah satu penopang keuangan daerah. “Selama ini, MGRM merupakan salah satu perusahaan daerah yang memberikan kontribusi PAD cukup besar karena mengelola PI untuk Blok Mahakam. Kontribusinya sangat signifikan terhadap pendapatan daerah, pemerintah kabupaten/kota, dan negara,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai masih ada ruang untuk meningkatkan kontribusi tersebut. Oleh karena itu, Bupati meminta agar MGRM tidak hanya bergantung pada pengelolaan PI, tetapi juga menjajaki lini bisnis non-PI yang potensial. “Kita berharap ke depan MGRM juga mampu mengembangkan sektor-sektor bisnis non-PI sehingga pendapatan yang dikontribusikan sebagai pendapatan asli daerah bisa lebih meningkat lagi,” katanya.
Harapan tersebut sejalan dengan capaian yang telah dibukukan perusahaan. Direktur Utama PT MGRM Perseroda, Efri Novianto, mengungkapkan bahwa sejak berdiri, MGRM telah menyetorkan kontribusi PAD sebesar Rp287 miliar. Dengan tambahan Rp24 miliar yang ditargetkan pada 2027, total kontribusi akan mendekati Rp300 miliar. “Di usia ke-8 ini, harapan kami MGRM semakin baik. Kita ibaratnya baru belajar berlari dan sekarang sudah mulai berlari,” ungkap Efri.
Efri menjelaskan bahwa pada 2027 mendatang, perusahaan menargetkan kembali menyetorkan kontribusi sebesar Rp24 miliar. Selain itu, MGRM juga memproyeksikan tambahan pendapatan dari pengelolaan PI di Blok Mahakam dan Blok Sangasanga pada 2028. Namun, proyeksi tersebut tidak lepas dari pengaruh faktor eksternal, seperti fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. “Dampak situasi Iran dan Amerika terhadap harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah juga menjadi faktor yang memengaruhi pendapatan tersebut,” pungkasnya.
Kontribusi ke PAD Hampir Rp300 Miliar Bupati Kukar Minta MGRM Perluas Bisnis menjadi momentum penting bagi MGRM untuk melakukan diversifikasi usaha. Selama ini, sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi serta pertambangan lainnya, MGRM memang fokus pada pengelolaan PI di Blok Mahakam. Namun, ketergantungan pada satu sektor membuat pendapatan perusahaan rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, pengembangan bisnis non-PI menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi keuangan perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi kepada daerah.
Beberapa sektor non-PI yang berpotensi digarap antara lain energi terbarukan, jasa penunjang migas, properti, dan perdagangan umum. Dengan modal pengalaman dan jaringan yang dimiliki, MGRM diharapkan mampu mengembangkan sayap tanpa meninggalkan core business-nya. Bupati Aulia menekankan bahwa peningkatan pendapatan perusahaan akan berbanding lurus dengan peningkatan PAD, yang pada akhirnya dapat digunakan untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara.
Perayaan HUT ke-8 MGRM sendiri berlangsung sederhana namun khidmat. Acara dihadiri oleh jajaran direksi, komisaris, serta sejumlah pejabat lingkungan Pemkab Kukar. Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Dirut MGRM memotong tumpeng sebagai simbol syukur dan harapan baru. Momen tersebut juga menjadi ajang refleksi atas perjalanan perusahaan selama delapan tahun terakhir.
Kontribusi ke PAD Hampir Rp300 Miliar Bupati Kukar Minta MGRM Perluas Bisnis juga menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di daerah. Dengan kinerja yang solid, MGRM diharapkan dapat menjadi contoh bagi badan usaha milik daerah lainnya dalam mengelola sumber daya secara profesional dan transparan. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan daerah perlu terus diperkuat agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara optimal.
Sebagai penutup, capaian MGRM yang hampir menyentuh Rp300 miliar merupakan bukti nyata bahwa perusahaan daerah mampu memberikan kontribusi besar bagi keuangan negara. Permintaan Bupati Kukar agar MGRM memperluas bisnis non-PI adalah langkah visioner untuk memastikan keberlanjutan pendapatan daerah di tengah ketidakpastian global. Dengan strategi diversifikasi yang tepat, MGRM dapat terus tumbuh dan menjadi pilar ekonomi Kutai Kartanegara di masa depan.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber: https://updatekaltim.com/kontribusi-ke-pad-hampir-rp300-miliar-bupati-kukar-minta-mgrm-perluas-bisnis/
