Nelayan Anggana Segera Nikmati BBM Bersubsidi, SPBN Ditargetkan Beroperasi Januari 2027
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | Kabar gembira bagi nelayan di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah Kabupaten Kukar menargetkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah tersebut mulai beroperasi pada Januari 2027. Fasilitas yang dibangun oleh PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) Perseroda ini disiapkan untuk mempermudah nelayan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, sejalan dengan target SPBN Anggana Ditargetkan Beroperasi Januari 2027 MGRM Siapkan Anggaran Rp6 Miliar.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengungkapkan bahwa progres pembangunan SPBN Anggana saat ini diperkirakan baru mencapai sekitar 10 persen. Meski demikian, ia memastikan seluruh perizinan yang diperlukan telah terbit dan kesiapan modal tidak menjadi kendala berarti.
“Izinnya sudah keluar. Untuk modal, tidak ada masalah karena kita sudah cukup siap. Sekarang tinggal gas saja untuk proses pembangunan,” kata Aulia di Tenggarong, Senin (26/10/2026).
Ia menegaskan bahwa MGRM tidak hanya bertanggung jawab dalam pengelolaan fasilitas, tetapi juga menjadi pihak yang membiayai sekaligus memiliki SPBN tersebut. “Bukan mengelola saja, yang memodali. Pemiliknya nanti MGRM,” ujarnya.
Anggaran Rp6 Miliar dan Lahan 18 x 40 Meter
Direktur Utama PT MGRM Perseroda, Efri Novianto, menjelaskan bahwa pembangunan SPBN tersebut menelan anggaran sekitar Rp6 miliar. Fasilitas itu berdiri di atas lahan berukuran 18 x 40 meter di Handil Terusan, Kecamatan Anggana. Angka ini sekaligus menegaskan bahwa SPBN Anggana Ditargetkan Beroperasi Januari 2027 MGRM Siapkan Anggaran Rp6 Miliar sebagai proyek strategis daerah.
Efri mengungkapkan bahwa proses perizinan melalui Pertamina Patra Niaga telah selesai sekitar satu hingga dua minggu sebelum pernyataannya disampaikan. Saat ini pekerjaan fisik sudah berjalan, lahan telah siap, dan dua unit tangki berkapasitas masing-masing 15 kiloliter (KL) sedang dalam proses pengiriman.
“Berdasarkan hitungan kami, progresnya mungkin sudah sekitar 10-20 persen. Target kami, pembangunan fisik selesai tahun ini sehingga Januari 2027 sudah bisa beroperasi,” jelasnya.
Panjangnya Tahapan Administrasi
Efri mengakui bahwa panjangnya tahapan administrasi menjadi salah satu faktor yang membuat persiapan SPBN membutuhkan waktu cukup lama. Proses tersebut dimulai dari pendataan nelayan, pengurusan pas kecil melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), hingga pengajuan data ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur.
Selanjutnya, data diteruskan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memperoleh rekomendasi. Setelah rekomendasi diterbitkan, berkas diajukan ke Pertamina Patra Niaga dan dilanjutkan dengan pemenuhan persyaratan lain, termasuk PKPR serta izin lingkungan.
“Hari ini izin prinsip pembangunan sudah keluar, kontraktor sudah ditetapkan sebagai pemenang, dan pembangunan fisik sedang berjalan,” ungkapnya.
Berikut sejumlah tahapan yang harus dilalui dalam persiapan SPBN Anggana:
- Pendataan nelayan penerima manfaat
- Pengurusan pas kecil melalui KSOP
- Pengajuan data ke DKP Provinsi Kalimantan Timur
- Rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan
- Pengajuan berkas ke Pertamina Patra Niaga
- Pemenuhan PKPR dan izin lingkungan
Efri menyebut bahwa proses tersebut memiliki banyak persyaratan yang harus dipenuhi, meskipun pembangunan SPBN ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar nelayan. Ia juga menyebut adanya informasi mengenai kebijakan percepatan perizinan khusus untuk daerah Kampung Nelayan Merah Putih.
“Kami mendapat informasi bahwa nantinya ada kebijakan percepatan perizinan khusus untuk daerah Kampung Nelayan Merah Putih,” pungkasnya.
Dampak bagi Nelayan Anggana
Kehadiran SPBN Anggana diharapkan menjadi solusi atas keluhan nelayan yang selama ini kesulitan memperoleh BBM bersubsidi. Dengan lokasi yang dekat dan pasokan yang terjamin, biaya operasional melaut pun diharapkan dapat lebih efisien sehingga pendapatan nelayan meningkat.
Pemerintah Kabupaten Kukar menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan fasilitas ini. Dengan target operasional pada Januari 2027, proyek SPBN Anggana Ditargetkan Beroperasi Januari 2027 MGRM Siapkan Anggaran Rp6 Miliar diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir Anggana.
Sebagai penutup, keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan pembangunan fisik hingga akhir tahun serta kelancaran seluruh tahapan administrasi yang tersisa. Jika semua berjalan sesuai rencana, nelayan Anggana tak perlu lagi jauh-jauh mencari bahan bakar, dan ekonomi kelautan di kawasan tersebut berpotensi tumbuh lebih baik. Proyek SPBN Anggana Ditargetkan Beroperasi Januari 2027 MGRM Siapkan Anggaran Rp6 Miliar pun menjadi salah satu bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap sektor perikanan rakyat.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Sukardi
Sumber: updatekaltim.com
