DPMPTSP Kukar Kaji Potensi Produk Unggulan Desa untuk Tarik Investor, Incar Pasar Global
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | DPMPTSP Kukar Kaji Potensi Produk Unggulan Desa untuk Tarik Investor menjadi langkah strategis yang tengah digenjot oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Kartanegara. Upaya ini dilakukan dengan menginventarisasi produk unggulan desa untuk dikembangkan menjadi peluang investasi yang lebih konkret. Langkah tersebut sejalan dengan gagasan satu desa satu produk atau one village, one product yang diharapkan mampu memperkuat industri berbasis potensi lokal di wilayah Kukar.
Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperbarui kajian produk unggulan yang sebelumnya telah dilakukan pada tingkat kecamatan. Kajian tersebut nantinya diturunkan hingga tingkat desa dan kelurahan untuk memetakan komoditas yang berpeluang dikembangkan. “Sekarang kami sedang menginventarisasi dan akan melakukan kajian terkait desa-desa yang memiliki produk unggulan. Beberapa kajian sudah kita lakukan,” ujar Alfian di Tenggarong, Selasa (27/10/2026).
Sejumlah produk lokal telah teridentifikasi, di antaranya telur omega dan susu kambing di Desa Loa Duri Ilir. Potensi tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha berbasis desa apabila didukung pemetaan pasar dan strategi pemasaran yang sesuai. Dari sisi investasi, DPMPTSP Kukar juga menargetkan pengembangan industri non-ekstraktif. Industri ini tidak hanya bergantung pada pengambilan sumber daya alam, tetapi mengolah bahan baku menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Alfian menyebutkan bahwa pengembangan industri non-ekstraktif menjadi salah satu indikator kinerja utama instansinya. Nilai investasi pada sektor tersebut nantinya turut dilaporkan sebagai bagian dari evaluasi kinerja tahunan. “Harapannya, industri pengolahan itu bisa berkembang di desa-desa. Itu menjadi salah satu tolok ukur yang akan kita sampaikan setiap akhir tahun, termasuk nilai investasi dari industri non-ekstraktif,” jelasnya.
Selain memetakan potensi desa, DPMPTSP Kukar menghimpun data produk unggulan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Upaya ini dilakukan untuk menyelaraskan program pembinaan yang sudah berjalan dengan peluang penanaman modal. Pengumpulan data tersebut berkaitan dengan rencana pembagian zona ekonomi Kukar menjadi wilayah timur, utara, dan selatan. Setiap kawasan diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi yang berbeda, sehingga diperlukan data komoditas yang dapat ditawarkan kepada calon investor.
Alfian menuturkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat bersama OPD terkait melalui koordinasi Asisten II untuk mengumpulkan informasi mengenai produk-produk yang telah dibina pemerintah daerah. Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah produk ikan asin Kukar yang disebut telah menembus pasar internasional. Selain itu, ikan terabuk juga masuk dalam inventarisasi produk unggulan daerah. “Contohnya, saya juga baru tahu bahwa ternyata ikan asin kita sudah diekspor hingga pasar internasional. Produk ikan terabuk juga menjadi salah satu yang kita inventarisasi,” ungkapnya.
Data yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk mengikuti forum bisnis maupun menyusun Investment Project Ready to Offer (IPRO), yakni proyek investasi yang telah disiapkan untuk ditawarkan kepada calon investor. Dengan demikian, DPMPTSP Kukar Kaji Potensi Produk Unggulan Desa untuk Tarik Investor tidak sekadar menjadi wacana, tetapi telah masuk dalam tahap inventarisasi dan pemetaan yang terukur.
Langkah DPMPTSP Kukar Kaji Potensi Produk Unggulan Desa untuk Tarik Investor ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha lokal. Pasalnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada sektor ekstraktif yang selama ini mendominasi, tetapi mulai menggarap industri pengolahan berbasis desa. Hal ini diharapkan dapat menciptakan diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbarukan.
Ke depan, tantangan utama adalah memastikan agar setiap produk unggulan desa memiliki akses pasar yang jelas, dukungan infrastruktur, serta pendampingan berkelanjutan. Dengan begitu, upaya DPMPTSP Kukar Kaji Potensi Produk Unggulan Desa untuk Tarik Investor dapat berbuah nyata, bukan hanya menjadi dokumen kajian semata. Kolaborasi antara pemerintah desa, OPD, dan investor menjadi kunci keberhasilan program ini.
Sebagai penutup, inisiatif DPMPTSP Kukar Kaji Potensi Produk Unggulan Desa untuk Tarik Investor patut diapresiasi sebagai terobosan dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Jika dijalankan konsisten, produk seperti telur omega, susu kambing, ikan asin, dan ikan terabuk berpotensi menjadi ikon baru Kukar di kancah nasional bahkan internasional. Masyarakat desa pun dapat merasakan dampak ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.
