Shin Tae-yong Sulit Nilai Lima Pemain Persija di Timnas Usai Juara ASEAN Cup 2026
Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengakui bahwa dirinya masih kesulitan melakukan penilaian menyeluruh terhadap lima pemainnya yang memperkuat Timnas Indonesia. Situasi ini membuat Shin Tae-yong sulit nilai lima pemain Persija di Timnas secara utuh, terutama karena minimnya menit bermain yang mereka dapatkan sepanjang turnamen FIFA ASEAN Cup 2026. Evaluasi yang biasanya menjadi dasar pengambilan keputusan di level klub pun belum bisa dilakukan secara maksimal.
Kelima pemain yang dimaksud adalah Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Nadeo Argawinata. Mereka memang sempat merasakan atmosfer kompetisi bersama skuad Garuda, tetapi kontribusi yang diberikan tidak merata. Sebagian besar dari mereka lebih sering menghuni bangku cadangan atau hanya bermain dalam durasi singkat, sehingga data performa yang terkumpul pun sangat terbatas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Shin Tae-yong. Sebagai pelatih yang juga menangani Persija di kompetisi domestik, ia berharap bisa melihat para pemainnya tampil lebih lama di level internasional. Namun kenyataannya, rotasi dan strategi tim nasional membuat beberapa nama nyaris tidak mendapat kesempatan berarti. Hal inilah yang membuat Shin Tae-yong sulit nilai lima pemain Persija di Timnas dengan parameter yang jelas.
Rizky Ridho Paling Menonjol
Di antara kelima pemain, Rizky Ridho menjadi sosok dengan kontribusi paling menonjol. Bek berusia 24 tahun itu tampil dalam empat pertandingan Timnas Indonesia, dengan satu di antaranya sebagai starter. Total ia mengumpulkan 139 menit bermain dan menyumbang satu gol. Catatan ini menjadikannya pemain Persija dengan menit bermain terbanyak di turnamen tersebut.
Meski begitu, jumlah pertandingan yang dilalui Rizky Ridho tetap belum cukup untuk memberi gambaran menyeluruh bagi Shin Tae-yong. Sang pelatih menilai bahwa performa seorang pemain akan lebih mudah dievaluasi jika ia mendapat porsi bermain yang konsisten, bukan hanya muncul sebagai pelapis atau pengganti di menit-menit akhir.
Menit Bermain Terbatas
Selain Rizky Ridho, pemain lain justru mendapatkan porsi yang jauh lebih sedikit. Rayhan Hannan hanya tampil dua kali sebagai pemain pengganti dengan total 26 menit di lapangan. Sementara itu, Shayne Pattynama hanya bermain sekali dengan durasi 19 menit selama turnamen berlangsung. Situasi ini memperkuat alasan mengapa Shin Tae-yong sulit nilai lima pemain Persija di Timnas secara objektif.
Adapun Jordi Amat dan Nadeo Argawinata juga menghadapi tantangan serupa. Meski keduanya merupakan pemain berpengalaman, kesempatan tampil yang terbatas membuat evaluasi performa menjadi tidak seimbang. Shin Tae-yong pun tak bisa menarik kesimpulan besar dari data yang ada.
Berikut ringkasan kontribusi lima pemain Persija di Timnas Indonesia berdasarkan data yang dihimpun:
| Nama Pemain | Jumlah Tampil | Menit Bermain | Catatan |
|---|---|---|---|
| Rizky Ridho | 4 | 139 menit | 1 kali starter, 1 gol |
| Rayhan Hannan | 2 | 26 menit | Selalu sebagai pengganti |
| Shayne Pattynama | 1 | 19 menit | Masuk dari bangku cadangan |
| Jordi Amat | Terbatas | Minim | Rotasi pemain |
| Nadeo Argawinata | Terbatas | Minim | Kompetisi ketat di posisi kiper |
Dampak bagi Persija
Minimnya menit bermain para pemain Persija di tim nasional tentu membawa dampak tersendiri bagi klub. Di satu sisi, para pemain tetap mendapatkan pengalaman berharga dengan meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Namun di sisi lain, sang pelatih tidak memiliki cukup data untuk menilai kesiapan mereka menghadapi kompetisi domestik yang menuntut konsistensi tinggi.
Shin Tae-yong menyadari bahwa keputusan rotasi di tim nasional merupakan kewenangan penuh pelatih kepala. Meski demikian, ia berharap ke depan para pemain Persija bisa mendapatkan kesempatan lebih besar agar proses evaluasi berjalan lebih adil. Menurutnya, pemain yang jarang tampil akan sulit menunjukkan kualitas terbaiknya, sehingga penilaian pun menjadi kurang representatif.
Persoalan ini juga menjadi pengingat bahwa persaingan di Timnas Indonesia semakin ketat. Setiap pemain dituntut untuk terus menjaga performa di level klub agar mendapat kepercayaan tampil lebih lama. Bagi lima pemain Persija, tantangan tersebut menjadi motivasi tambahan untuk membuktikan diri pada kesempatan berikutnya.
Dengan demikian, Shin Tae-yong sulit nilai lima pemain Persija di Timnas bukan sekadar soal kualitas, melainkan juga soal peluang yang belum merata. Evaluasi yang ideal membutuhkan menit bermain yang cukup, dan itulah yang belum sepenuhnya didapatkan oleh Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Jordi Amat, Shayne Pattynama, serta Nadeo Argawinata. Ke depan, harapan tetap terbuka agar mereka bisa tampil lebih banyak dan menunjukkan kapasitas sesungguhnya, baik untuk Timnas Indonesia maupun untuk Persija Jakarta.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
