Pipa Induk BPAM Banjarbakula Jebol, Krisis Air Ancam Banjarbaru-Martapura
Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | Krisis air bersih kembali menghantui ribuan pelanggan PTAM Intan Banjar setelah insiden Pipa Induk BPAM Banjarbakula Jebol Krisis Air Ancam Banjarbaru-Martapura terjadi pada Jumat malam, 9 Oktober 2026. Pipa transmisi air baku berdiameter 1.200 milimeter milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula itu pecah di kawasan Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, sekitar pukul 20.40 Wita. Peristiwa ini langsung memutus suplai air ke PTAM Intan Banjar dan berpotensi melumpuhkan distribusi ke hampir seluruh wilayah pelayanan.
Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut dampaknya sangat signifikan bagi pelanggan. Menurutnya, kebocoran pada pipa induk membuat tekanan air turun drastis hingga aliran ke pelanggan berhenti total. “Dampaknya berupa penurunan tekanan air drastis hingga berhentinya aliran air total ke pelanggan,” tegas Syaiful saat dikonfirmasi, Sabtu, 10 Oktober 2026 siang.
Wilayah Terdampak Meluas
Insiden Pipa Induk BPAM Banjarbakula Jebol Krisis Air Ancam Banjarbaru-Martapura ini berdampak pada cakupan pelayanan yang sangat luas. Hampir seluruh area pelayanan PTAM Intan Banjar mengalami gangguan, meliputi:
- Seluruh wilayah Martapura
- Kota Banjarbaru
- Landasan Ulin hingga Liang Anggang
- Trikora
- Tatah Belayung dan Tatah Pelatar
- Beruntung Baru
- Tembikar Kanan
Kondisi ini diperparah oleh posisi Kalimantan Selatan yang sedang berada di puncak musim kemarau. Kebutuhan air bersih masyarakat melonjak, sementara pasokan justru terhenti. Ancaman krisis air bersih pun membayangi fasilitas publik vital seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan kantor pemerintahan di Kota Banjarbaru dan Martapura.
Desakan Perbaikan Cepat
Syaiful Anwar mendesak BPAM Banjarbakula bergerak cepat menangani perbaikan pipa yang jebol. Ia menekankan bahwa situasi saat ini tidak memungkinkan penundaan karena menyangkut hajat hidup orang banyak. “Kami mohon BPAM Banjarbakula bertindak secepatnya agar masalah ini tidak berlarut-larut,” ujarnya.
Pihak PTAM Intan Banjar menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak terkait agar pengaliran air dapat kembali normal secepat mungkin. Namun, waktu pemulihan tekanan air akan sangat bergantung pada kondisi perbaikan di lapangan.
Lokasi kebocoran pipa induk berada di pertengahan Desa Sungai Landas, tepatnya di tikungan irigasi dekat jembatan. Syaiful menyebut bahwa titik kebocoran tersebut juga berdampak pada kolam-kolam warga di sekitar lokasi kejadian.
Rekam Jejak Pipa Utama Jebol
Insiden Pipa Induk BPAM Banjarbakula Jebol Krisis Air Ancam Banjarbaru-Martapura bukan kali pertama terjadi. Catatan menunjukkan bahwa pipa transmisi air baku 1.200 milimeter milik BPAM Banjarbakula pernah mengalami kebocoran serupa pada 22 September 2024. Sebelumnya, kebocoran pipa distribusi utama juga terjadi di Desa Sungai Landas, Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Senin, 8 April 2024. Kasus serupa bahkan pernah terjadi pada Oktober 2021 yang mengakibatkan terhentinya produksi dan suplai air bersih ke PTAM Intan Banjar.
Berikut rekapitulasi insiden pipa utama BPAM Banjarbakula yang tercatat:
| Tahun | Tanggal | Lokasi | Dampak |
|---|---|---|---|
| 2021 | Oktober | Karang Intan, Kabupaten Banjar | Produksi dan suplai air terhenti |
| 2024 | 8 April | Desa Sungai Landas, Karang Intan | Kebocoran pipa distribusi utama |
| 2024 | 22 September | Pipa transmisi air baku 1.200 mm | Gangguan distribusi air |
| 2026 | 9 Oktober | Desa Sungai Landas, Karang Intan | Aliran air berhenti total |
Pola kejadian yang berulang ini memunculkan pertanyaan besar mengenai kondisi infrastruktur perpipaan BPAM Banjarbakula. Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh dan langkah preventif agar insiden serupa tidak terus terjadi, terutama saat musim kemarau ketika pasokan air menjadi kebutuhan paling krusial.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Terhentinya aliran air bersih selama periode perbaikan berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang luas. Rumah tangga harus mencari sumber air alternatif dengan biaya tambahan, sementara pelaku usaha seperti restoran, laundry, dan penginapan turut merasakan imbasnya. Fasilitas kesehatan yang membutuhkan pasokan air bersih dalam jumlah besar menjadi pihak paling rentan terdampak.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui BPAM Banjarbakula diharapkan segera mengerahkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan perbaikan darurat. Transparansi informasi mengenai estimasi waktu pemulihan juga dibutuhkan agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi.
Penutup
Insiden Pipa Induk BPAM Banjarbakula Jebol Krisis Air Ancam Banjarbaru-Martapura menjadi pengingat keras bahwa ketahanan infrastruktur air bersih di Kalimantan Selatan masih rapuh. Dengan riwayat kebocoran yang berulang dalam beberapa tahun terakhir, perbaikan jangka panjang dan investasi pada sistem perpipaan yang lebih andal menjadi keniscayaan. Tanpa langkah nyata, ancaman krisis air akan terus menghantui warga Banjarbaru dan Martapura setiap kali musim kemarau datang.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan
