Haji Isam Gadaikan 3 Bisnis Sawit ke Bank Mandiri, Saham TEBE Melonjak 56%
Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Pengusaha tambang dan sawit Haji Isam, yang bernama lengkap Andi Syamsuddin Arsyad, kembali menjadi sorotan pasar modal. Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam menggadaikan 100% kepemilikan saham tiga perusahaan sawitnya kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Aksi korporasi ini diungkap dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Oktober 2026.
Tiga perusahaan yang digadaikan adalah PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Citra Agro Raya (CAR), dan PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP). Ketiganya merupakan pemilik saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Total saham yang dijaminkan mencapai sekitar 5,3 miliar lembar.
Alasan di Balik Gadai Saham
Direktur PGUN, Tamlikho, menjelaskan bahwa perseroan tidak terlibat dalam perjanjian kredit tersebut. Debitur fasilitas kredit adalah PT Jhonlin Baratama, afiliasi PGUN. “Perseroan tidak terlibat penuh dalam proses pembahasan atau negosiasi fasilitas kredit. Seluruh prosesnya dilakukan secara langsung antara PT Jhonlin Baratama selaku debitur dan PT Bank Mandiri,” ujar Tamlikho dalam surat tanggapan kepada BEI, Senin (12/10/2026).
Tamlikho juga menegaskan PGUN tidak memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee), tidak menjaminkan aset, dan tidak akan menerima aliran dana dari fasilitas kredit tersebut. “Tidak ada dana dari fasilitas kredit yang akan mengalir ke Perseroan, baik dalam bentuk pinjaman pemegang saham, penyetoran modal, maupun pembiayaan rencana usaha,” tegasnya.
Hubungan afiliasi terjadi melalui Jhony Saputra, anak Haji Isam, yang menjabat sebagai Komisaris PT Jhonlin Baratama sekaligus pemegang saham CAR dan AAL. Namun, hingga berita ini diturunkan, nilai kredit yang diperoleh dan tujuan penggunaan dana belum diungkap secara rinci.
Diversifikasi Bisnis TEBE ke BBM
Di sisi lain, emiten lain milik Haji Isam, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), tengah menyiapkan langkah diversifikasi bisnis ke perdagangan bahan bakar minyak (BBM). TEBE merupakan perusahaan penyedia infrastruktur logistik batu bara di Kalimantan Selatan yang dikendalikan oleh Haji Isam melalui PT Dua Samudera Perkasa (DSP) dengan kepemilikan 76,91%.
Rencana diversifikasi ini disampaikan dalam paparan publik terbaru perseroan. Menurut riset Trimegah Research Team yang terbit 12 Oktober 2026, respons positif pasar terhadap paparan tersebut memicu lonjakan saham TEBE hingga sekitar 56% dalam sebulan terakhir. Valuasi saham TEBE pun menembus 90 kali laba.
Langkah TEBE memasuki bisnis BBM dinilai sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada batu bara yang harganya fluktuatif. Meski demikian, analis mengingatkan bahwa diversifikasi ini masih dalam tahap penjajakan dan belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan.
Dampak ke Pasar dan Investor
Aksi gadai saham dan diversifikasi bisnis ini menunjukkan strategi ekspansi Haji Isam yang agresif. Namun, investor diminta mencermati risiko yang menyertai, terutama terkait transparansi penggunaan dana kredit dan prospek bisnis BBM yang belum teruji.
PGUN menegaskan bahwa saham yang digadaikan belum pernah dijaminkan sebelumnya dan bukan merupakan pengalihan fasilitas lama. Sementara itu, TEBE berpotensi mendapatkan sentimen positif jika rencana diversifikasi berjalan mulus.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Bank Mandiri maupun PT Jhonlin Baratama mengenai detail fasilitas kredit. Pasar akan terus memantau perkembangan kedua emiten milik Haji Isam ini, terutama menjelang rilis laporan keuangan kuartal berikutnya.
Secara keseluruhan, langkah Haji Isam menggadaikan saham sawit dan memperluas bisnis TEBE ke BBM mencerminkan dinamika bisnis kelompok usahanya yang terus bertransformasi. Investor disarankan tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan.
