AnyPS5 Cetak Sejarah: 1.166 Instruksi GPU Dikuasai, PC Siap Jalankan Game PS5?
Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Proyek ambisius anyps5 kembali mencuri perhatian dunia teknologi. Dalam pembaruan terbarunya pada 9 Oktober, tim pengembang mengumumkan bahwa seluruh 1.166 instruksi GPU AMD RDNA 1 dan RDNA 2 telah berhasil diimplementasikan. Ini mencakup tujuh kategori utama: DS, FLAT, GLOBAL, MIMG, SMEM, SOP, dan VOP. Pencapaian ini menandai langkah besar dalam upaya menjalankan game PlayStation 5 secara native di PC, tanpa emulasi penuh.
Namun, perlu dipahami bahwa status ‘100%’ di sini bukan jaminan semua game langsung berjalan mulus. Menurut pengembang, decoder shader hanya perlu mengenali instruksi tersebut. Artinya, akurasi eksekusi dan timing masih harus diuji game per game. Meski demikian, kemajuan anyps5 patut diapresiasi. Sebelumnya, proyek ini hanya mampu menampilkan menu utama sebelum akhirnya crash. Kini, setidaknya satu game komersial, Dead Cells: Return to Castlevania Edition, telah berhasil dijalankan secara native di Windows.
Dari sisi teknis, anyps5 mengadopsi pendekatan berbeda dari emulator konvensional. Proyek ini memanfaatkan relinker untuk mengubah file eksekutif PS5 menjadi format PE di Windows atau ELF di Linux. Sementara itu, PRX sistem library digantikan dengan implementasi alternatif, dan shader diterjemahkan ke Vulkan SPIR-V. Pendekatan ini mirip dengan Proton di Steam Deck, yang hanya menerjemahkan system call dan shader, bukan seluruh instruksi mesin.
Hingga saat ini, system library anyps5 telah mencapai 84,76% dengan 2.575 fungsi terimplementasi dari total 3.038 fungsi yang terlacak. Angka ini bisa berubah seiring ditemukannya fungsi baru. Kecepatan pengembangan proyek ini terbilang luar biasa. Dalam waktu kurang dari sepekan, cakupan shader melonjak dari 50% menjadi 100%, dan library dari 76% menjadi hampir 85%.
Komunitas pun semakin antusias. Seorang pengembang independen, Dekazeta, merilis alat pkg-to-anyps5 v0.1.0 yang mampu membongkar file .pkg debug PS5 berheader \x7FFIH menjadi format yang kompatibel dengan relinker. Alat ini membuka jalan bagi pengembang lain untuk berkontribusi. Selain itu, proyek anyps5 juga telah menarik perhatian media internasional seperti Ars Technica dan VideoCardz.
Meski demikian, tantangan besar masih menanti. Untuk menjalankan game secara stabil, diperlukan library sistem yang lengkap, perilaku grafis yang benar, dan mekanisme sinkronisasi yang tepat. Pencapaian 100% instruksi GPU hanyalah satu dari sekian banyak hambatan. Klaim bahwa game seperti GTA VI dapat berjalan di PC melalui anyps5 saat ini masih jauh dari kenyataan. Tidak ada bukti valid yang mendukung hal tersebut.
Di sisi lain, proyek ini menunjukkan tren yang lebih luas: penurunan hambatan teknologi berkat bantuan kecerdasan buatan. Pengembang anyps5 mengaku dibantu oleh AI dalam proses pengembangan. Hal ini sejalan dengan fenomena serupa di dunia perangkat lunak, di mana AI memungkinkan individu atau tim kecil menciptakan alternatif dari perangkat lunak komersial besar.
Ke depan, anyps5 berpotensi mengubah cara kita memandang eksklusivitas konsol. Jika proyek ini terus berkembang, bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita dapat menikmati game PS5 di PC tanpa perlu membeli konsol. Namun, perlu diingat bahwa proyek ini tidak menyertakan software Sony apa pun dan menekankan aspek interoperabilitas, riset, dan preservasi. Pengguna harus menyediakan file game yang sah dan memiliki perangkat keras yang mendukung Vulkan 1.1 serta ekstensi tertentu.
Dengan segala keterbatasannya, anyps5 adalah bukti bahwa inovasi di dunia open source tidak pernah berhenti. Kita patut menantikan langkah selanjutnya dari proyek ini, apakah mampu mewujudkan mimpi menjalankan game PS5 secara native di PC.
