Tragedi Kereta Spanyol: Ilmuwan Cambridge Dr Marta Shahbazi Gugur, Spanyol Diminta Bertanggung Jawab
Kalimantan Update – 02 November 2026 | Tragedi spanish rail tragedy kembali mengguncang Eropa setelah dua kereta bertabrakan di dekat Urda, Toledo, Spanyol, pada Rabu (28 Oktober). Insiden yang menewaskan sedikitnya 69 orang itu tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga mengejutkan dunia ilmu pengetahuan. Salah satu korban adalah Dr Marta Shahbazi, ilmuwan asal Cambridge yang dikenal sebagai sosok inspiratif di bidang biologi molekuler.
Dr Marta Shahbazi, ibu dua anak kecil, tengah dalam perjalanan untuk menerima Penghargaan Keunggulan Ilmiah dari Spanish Society of Developmental Biology ketika kecelakaan itu terjadi. Kereta yang berangkat dari Madrid menuju Seville menabrak kereta yang sedang berhenti di jalur yang sama. Peristiwa ini langsung menempatkan spanish rail tragedy sebagai salah satu bencana kereta paling mematikan di Eropa pada abad ini.
Duka Mendalam Dunia Ilmu Pengetahuan
Kabar wafatnya Marta disampaikan secara resmi oleh MRC Laboratory of Molecular Biology (LMB), tempat ia menjabat sebagai group leader. Lembaga itu menyebut Marta sebagai ilmuwan yang inspiratif, berbakat, dan penuh semangat. Penelitiannya menyoroti tahap paling awal perkembangan embrio manusia serta bagaimana kesalahan dalam proses tersebut dapat menyebabkan keguguran.
Prestasinya diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk seleksi dalam Young Investigator Programme dari European Molecular Biology Organisation (EMBO) dan Penghargaan Keunggulan Ilmiah dari Spanish Society of Developmental Biology. Selain sebagai peneliti, Marta dikenal sebagai mentor yang berdedikasi bagi mahasiswa dan trainee-nya. Ia juga aktif menulis tentang keseimbangan antara keluarga dan karier, sehingga dianggap sebagai teladan bagi sosok yang ia sebut sendiri sebagai “mother scientist”.
“Kematian Marta adalah guncangan yang mendalam dan kehilangan besar bagi LMB. Doa kami menyertai keluarga dan sahabatnya di masa yang sangat sulit ini,” demikian pernyataan resmi LMB, seperti dikutip dari pemberitaan internasional.
Urda Berkabung, Warga Diminta Tetap Bersatu
Di Urda, desa berpenduduk sekitar 2.500 jiwa di Provinsi Toledo, ratusan warga memadati Gereja San Juan Bautista untuk mengikuti misa peringatan pada Sabtu. Sebagian dari mereka menangis saat doa dipanjatkan. Uskup Agung Toledo, Francisco Cerro, menyebut hari-hari setelah bencana sebagai “Jumat Agung bagi kita semua” dan menegaskan bahwa tidak ada kata-kata yang mampu menghibur keluarga korban.
“Keluarga yang terdampak kecelakaan kereta, Anda tidak sendirian. Masyarakat bersama Anda, bagian terbaik dari masyarakat bersama Anda,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kerja petugas darurat, tenaga kesehatan, pemadam kebakaran, polisi, dan tim penyelamat yang terus berjuang di lokasi.
Presiden wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page, dan Wali Kota Urda, Manuel Galan, turut hadir dalam misa tersebut. Galan menyatakan warganya sangat terpukul dan sangat membutuhkan dukungan. Sementara itu, keluarga korban masih menunggu proses identifikasi jenazah dengan memberikan sampel DNA, seiring tim forensik yang terus bekerja di tengah puing-puing gerbong.
Tekanan Politik dan Tuntutan Akuntabilitas
Di ranah politik, Partido Popular (PP) dan Vox mengumumkan akan hadir sebagai penuntut populer dalam proses hukum yang dibuka setelah spanish rail tragedy di Urda. Keduanya menuntut investigasi menyeluruh hingga tuntas serta meminta pemerintah Spanyol menerima tanggung jawab.
Wakil Sekretaris PP bidang Regenerasi Institusional, Alma Ezcurra, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak bisa dijelaskan semata-mata sebagai kecelakaan, terutama karena ini merupakan tragedi kereta kedua di jalur cepat Madrid-Seville. Ia menyalahkan “tahun-tahun salah kelola, peringatan yang diabaikan, dan keputusan yang keliru” yang menurutnya harus dijelaskan oleh pemerintah dan Kementerian Transportasi.
Ezcurra juga menyoroti beredarnya rekaman audio operator pusat kendali Atocha yang menginstruksikan masinis. Menurutnya, sebelum mencari kambing hitam di kalangan pekerja, pemerintah harus menjelaskan apa yang gagal dalam sistem keselamatan. Ia mengaku sependapat dengan Perdana Menteri Pedro Sánchez yang menyebut dua bencana sebesar di Adamuz dan Urda sebagai hal yang “tidak dapat diterima”, namun mengkritik belum adanya pihak yang menerima tanggung jawab.
Ketua Vox, Santiago Abascal, turut mendesak agar seluruh penyebab dan pihak yang bertanggung jawab diungkap secara terbuka. Desakan ini menambah tekanan politik yang signifikan bagi pemerintah Spanyol di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Penyelidikan dan Harapan Korban
Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti tabrakan. Puluhan korban luka masih dirawat di rumah sakit, sementara sejumlah orang dilaporkan hilang. Tim penyelamat terus menyisir lokasi kejadian, dan otoritas berjanji memberikan informasi transparan kepada publik.
Dalam spanish rail tragedy ini, solidaritas masyarakat Spanyol menjadi sorotan. Gelombang dukungan dari warga, relawan, dan petugas darurat dinilai sebagai wujud kemanusiaan yang kuat di tengah duka. Namun, pertanyaan besar mengenai keselamatan jalur kereta cepat Madrid-Seville masih menuntut jawaban.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa sistem keselamatan yang andal tidak boleh diabaikan. Tragedi Urda bukan sekadar angka korban, melainkan cermin kegagalan yang harus dievaluasi. Dunia ilmu pengetahuan kehilangan sosok berharga, sementara keluarga korban menanti keadilan. Selama penyelidikan berjalan, harapan agar spanish rail tragedy tidak terulang menjadi seruan bersama seluruh masyarakat, termasuk komunitas internasional yang terus mengikuti perkembangan kasus ini.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: AFP, MRC Laboratory of Molecular Biology, Pemerintah Regional Castilla-La Mancha, dan pemberitaan internasional
