Desa Indrasari Banjar Raih Juara 2 Lomba Desa Pangan Aman Regional Tengah 2026, Bukti Sinergi Warga Jaga Pangan Sehat
Kalimantan Update – 21 Oktober 2026 | Prestasi membanggakan kembali diukir Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Desa Indrasari Juara 2 Lomba Desa Pangan Aman Regional Tengah 2026, sebuah capaian yang menegaskan komitmen masyarakat desa dalam menjaga keamanan pangan berbasis komunitas. Desa yang berada di Kecamatan Martapura ini berhasil menempati posisi runner-up pada ajang tingkat nasional yang diinisiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.
Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa (Pambakal) Indrasari, Ahmad Yani, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, HM Hafizh Anshari. Penyerahan berlangsung pada Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) di Aula Gedung Bhineka Tunggal Ika, BPOM, Jalan Percetakan Negara Nomor 23, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) siang.
Kegiatan itu sendiri digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia pada Oktober 2026 dengan mengangkat tema “Innovate today. Nourish tomorrow.” Tema tersebut menekankan pentingnya inovasi hari ini untuk memastikan asupan bergizi bagi generasi mendatang, sejalan dengan semangat yang ditunjukkan warga Desa Indrasari.
Melalui Tahapan Penilaian Ketat
Keberhasilan Desa Indrasari Juara 2 Lomba Desa Pangan Aman Regional Tengah 2026 bukanlah hasil instan. Sebelum ditetapkan sebagai pemenang, desa ini harus melewati sejumlah tahapan penilaian oleh tim penilai pusat. Proses tersebut meliputi verifikasi dokumen hingga wawancara yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, aparatur desa, serta lintas sektor terkait.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci
Sekda Banjar H Yudi Andrea menuturkan bahwa prestasi yang diraih Desa Indrasari diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan pangan. Ia menekankan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kita berharap dapat mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi demi kesehatan masyarakat,” ujar Yudi.
Ia juga berharap capaian Desa Indrasari Juara 2 Lomba Desa Pangan Aman Regional Tengah 2026 menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Banjar agar terus mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman.
Program Keamanan Pangan Berbasis Komunitas
BPOM menginisiasi berbagai program keamanan pangan berbasis masyarakat. Program-program tersebut meliputi Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan. Seluruh program itu diintegrasikan melalui Germas Sapa untuk membangun kesadaran, kapasitas, dan kemandirian masyarakat dalam menerapkan keamanan pangan.
Adapun tahapan program keamanan pangan berbasis komunitas umumnya mencakup:
- Pembentukan kader keamanan pangan di tingkat desa.
- Penyuluhan dan edukasi kepada pelaku usaha pangan rumahan.
- Pendampingan higiene dan sanitasi tempat pengolahan pangan.
- Pemantauan berkala terhadap produk pangan yang beredar.
- Penguatan kolaborasi lintas sektor dan pemerintah desa.
Dengan skema tersebut, masyarakat tidak sekadar menjadi objek pembinaan, tetapi berperan aktif sebagai penggerak utama dalam menjaga keamanan pangan di lingkungannya.
Dampak bagi Pangan Lokal dan Kesehatan
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Banjar sekaligus diharapkan mendorong desa-desa lainnya untuk makin aktif membangun budaya keamanan pangan. Upaya tersebut juga mendukung penyediaan pangan lokal yang aman, bermutu, dan bergizi bagi keluarga serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Prestasi Desa Indrasari Juara 2 Lomba Desa Pangan Aman Regional Tengah 2026 membuktikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan pangan. Melalui sinergi pemerintah dan masyarakat, budaya pangan aman diharapkan makin kuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga sehat dan masyarakat yang sejahtera.
Bagi Kabupaten Banjar, gelar juara dua tingkat nasional ini menjadi modal sosial yang berharga. Pemerintah daerah diharapkan dapat mereplikasi praktik baik dari Desa Indrasari ke desa-desa lain, sehingga keamanan pangan tidak berhenti sebagai program seremonial, melainkan menjadi gaya hidup warga sehari-hari.
Ke depan, tantangan menjaga konsistensi tetap terbuka. Edukasi berkelanjutan, penguatan kapasitas kader, serta pengawasan produk pangan menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun, capaian Desa Indrasari setidaknya telah menunjukkan bahwa desa kecil mampu berprestasi di panggung nasional ketika warganya bergerak bersama.
