Selain Politik Dinasti, Fenomena Maraknya Gunakan Orang Dalam di Dunia Kerja

- Minggu, 25 Agustus 2024 | 20:54 WIB
Ilustrasi menyogok dunia pekerjaan. (Freepik)
Ilustrasi menyogok dunia pekerjaan. (Freepik)

KALIMANTAN UPDATE - Saat ini ramai isu dengan adanya politik dinasti dalam kepemerintahan indonesia, dimana baik pejabat pemerintahan hingga elit politik yang dipenuhi orang dalam untuk meraih kekuasaan.

Namun, fenomena orang dalam ini tak hanya terjadi dalam pejabat pemerintahan maupun elit politik saja. melainkan di kalangan masyarakat umum juga kian marak terjadi.

Seperti yang diketahui dalam mencari pekerjaan kian semakin sulit, bahkan setiap orang melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan pekerjaan lebih baik, terutama memanfaatkan Privilege life hingga orang dalam (kepercayaan).

 

Tentu saja hal itu membuat sejumlah kandidat yang berprestasi maupun memiliki keahlian bisa merasa tersingkirkan, bahkan ada yang pasrah maupun menyerah jika berhadapan dengan orang dalam.

Baca Juga: 10 Daftar Instansi/Lembaga Sering Korupsi Besar di Indonesia

 

Meskipun dinilai buruk jika dilihat pada praktik di lapangan, banyak sekali kandidat yang berpotensi harus kalah dengan orang yang kerja pakai orang dalam. Bahkan masih ada perusahaan yang menerima ‘amplop’ dari pelamar kerja sebagai salah satu syarat kalau mau lolos dan diterima kerja.

Akan tetapi, jika dilihat dari sisi positifnya, kerja pakai orang dalam adalah istilah untuk orang yang mendapat pekerjaan atas rekomendasi atau referral karyawan internal perusahaan.

Apakah mendapat pekerjaan karena direkomendasikan orang lain itu buruk? Tentu tidak. Jika kita berhasil mendapat rekomendasi kerja dari orang lain, itu artinya kita berhasil membentuk personal branding bagus di mata orang yang merekomendasikan. Dengan kata lain, orang tersebut percaya dengan skill dan potensi kita.

Lain hal jika kita mendapat pekerjaan dengan cara “menyogok” karyawan perusahaan atau membawa-bawa hubungan keluarga/pertemanan (alias nepotisme) untuk mendapat rekomendasi. Hal ini berisiko menimbulkan masalah kedepannya, baik untukmu atau orang yang “membawa”-mu.

Baca Juga: Dipicu Minim Kuota Pekerjaan dan Pengangguran Kian Meningkat, Bangladesh Chaos Tewaskan Ratusan Korban Jiwa Hingga Fasilitas Rusak

Lebih parahnya lagi, orang yang masuk dunia kerja menggunakan jalur dalam ini tidak memberikan manfaat lebih bagi negara, perusahaan, kantor maupun lainnya. Meskipun mereka bisa dinilai anggap bisa bekerja.

‍Etika kerja pakai orang dalam

Pada dasarnya, kerja pakai orang dalam adalah hal yang berkaitan dengan koneksi atau relasi yang kamu kenal. Jika kamu berhasil mendapatkan panggilan wawancara kerja dengan menggunakan koneksimu, artinya kamu selangkah lebih maju ke proses perekrutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: KitaLulus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Perkembangan Alat Komunikasi Dari Masa ke Masa

Selasa, 8 Oktober 2024 | 18:13 WIB
X