KALIMANTAN UPDATE - Saat ini ramai isu dengan adanya politik dinasti dalam kepemerintahan indonesia, dimana baik pejabat pemerintahan hingga elit politik yang dipenuhi orang dalam untuk meraih kekuasaan.
Namun, fenomena orang dalam ini tak hanya terjadi dalam pejabat pemerintahan maupun elit politik saja. melainkan di kalangan masyarakat umum juga kian marak terjadi.
Seperti yang diketahui dalam mencari pekerjaan kian semakin sulit, bahkan setiap orang melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan pekerjaan lebih baik, terutama memanfaatkan Privilege life hingga orang dalam (kepercayaan).
Tentu saja hal itu membuat sejumlah kandidat yang berprestasi maupun memiliki keahlian bisa merasa tersingkirkan, bahkan ada yang pasrah maupun menyerah jika berhadapan dengan orang dalam.
Baca Juga: 10 Daftar Instansi/Lembaga Sering Korupsi Besar di Indonesia
Meskipun dinilai buruk jika dilihat pada praktik di lapangan, banyak sekali kandidat yang berpotensi harus kalah dengan orang yang kerja pakai orang dalam. Bahkan masih ada perusahaan yang menerima ‘amplop’ dari pelamar kerja sebagai salah satu syarat kalau mau lolos dan diterima kerja.
Akan tetapi, jika dilihat dari sisi positifnya, kerja pakai orang dalam adalah istilah untuk orang yang mendapat pekerjaan atas rekomendasi atau referral karyawan internal perusahaan.
Apakah mendapat pekerjaan karena direkomendasikan orang lain itu buruk? Tentu tidak. Jika kita berhasil mendapat rekomendasi kerja dari orang lain, itu artinya kita berhasil membentuk personal branding bagus di mata orang yang merekomendasikan. Dengan kata lain, orang tersebut percaya dengan skill dan potensi kita.
Lain hal jika kita mendapat pekerjaan dengan cara “menyogok” karyawan perusahaan atau membawa-bawa hubungan keluarga/pertemanan (alias nepotisme) untuk mendapat rekomendasi. Hal ini berisiko menimbulkan masalah kedepannya, baik untukmu atau orang yang “membawa”-mu.
Lebih parahnya lagi, orang yang masuk dunia kerja menggunakan jalur dalam ini tidak memberikan manfaat lebih bagi negara, perusahaan, kantor maupun lainnya. Meskipun mereka bisa dinilai anggap bisa bekerja.
Etika kerja pakai orang dalam
Pada dasarnya, kerja pakai orang dalam adalah hal yang berkaitan dengan koneksi atau relasi yang kamu kenal. Jika kamu berhasil mendapatkan panggilan wawancara kerja dengan menggunakan koneksimu, artinya kamu selangkah lebih maju ke proses perekrutan.
Artikel Terkait
Arteria Dahlan Beberkan Adanya Peran Andil Prabowo Dibalik Pembatalan RUU Pilkada
Anies Baswedan Sambangi PDIP Jelang Pilkada 2024, Bahas Jadi Kader Hingga Pengusungan Cagub
Review Film Kromoleo (2024), Berpotensi Lebih Baik Tapi Sayangnya Dieksekusi Amburadul
Mengenal Putri Sirty Cikita Jadi Viral di Media Sosial, Sosok Polwan Cantik Viral Gegara Diduga Interogasi Orang Makan Dengan Cara Tak Baik
Usai Viral Aksi Polwan Putri Cikita dan Anggota Polisi Lainnya Interogasi Pemuda di Warung Makan Dinilai Tak Elok, Pihak Humas Polri Klarifikasi
Mengenal Jelita Jeje Menjadi Sorotan Imbas Pernyataannya Terhadap Erina Gudono, Wanita Diduga Istri Pejabat dan Mertua Seorang Jaksa
Saat Hadiri Penutupan Kongres PAN, Prabowo Sebut Ada Pihak Haus Kekuasaan dan Merugikan Bangsa
Bos Telegram Pavel Durov Ditangkap Saat di Bandara Prancis
Video Syur Diduga Mirip Azizah Salsha Asli? Pakar Telematika Bilang Begini
Usai Isu Selingkuh dan Video Syur Viral di Media Sosial, Azizah Salsha Berangkat Umrah
Titipkan Pesan ke Prabowo Sebagai Pemimpin Berikutnya, SBY Harap Dunia Seni Bagi Generasi Muda Lebih Baik Lagi
Kode Redeem ML (Mobile Legends) Hari Ini Senin, 26 Agustus 2024 Spesial HUT Kemerdekaan Indonesia: Dapatkan Skin
Kode Redeem FF (Free Fire) Hari Ini Senin, 26 Agustus 2024: Elite Pass Bundle, Diamond dan Skin Gratis