KALIMANTAN UPDATE - Realisasi KPR per usia dilaporkan sebanyak 76,7 persen didominasi generasi milenial, dan 23,3 persen generasi lainnya.
Hal ini dianggap menarik karena program perumahan menjadi program masa depan Indonesia. Kemudian, realisasi KPR per pekerjaan sebanyak 90,3 persen dari sektor formal, dan sisanya dari informal yang menyalurkan Rp18 triliun.
Lebih lanjut, Nixon menyatakan bahwa pihaknya telah mengakadkan KPR untuk berbagai kalangan di masyarakat. Mulai dari tukang sablon, driver ojek online, pegawai minimarket, marbot masjid, tukang tambal ban, guru, hingga tukang cukur rambut.
Baca Juga: Hear Me Out Cake Jadi Tren di TikTok, Apa Itu?
Pemerintah Indonesia disebut memiliki agenda besar untuk menumbuhkan perekonomian di Indonesia minimal 8 persen, serta mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga mencapai 0 persen.
Salah satu cara yang dilakukan adalah melaksanakan program 3 juta rumah yang terdiri dari 2 juta rumah di pedesaan dan 1 juta rumah di perkotaan.
Upaya ini dilakukan dalam rangka mengatasi backlog kepemilikan rumah yang telah mencapai 9,9 juta rumah keluarga tidak atau belum memiliki rumah, serta lebih dari 50 persen masyarakat miskin tinggal di rumah tak layak huni.
Baca Juga: Tren NNN Challenge Setiap November Untuk Pria, Apa Itu?
Selain itu, 24,6 juta rumah tangga yang memakai listrik 450 watt memiliki rumah dengan kondisi tak layak huni. Dia menyampaikan sejumlah isu sektor perumahan yang menjadi kendala.
Mulai dari belum adanya pendataan kebutuhan by name by address yang telah didiskusikan dengan Menteri Sosial, agar ke depan dapat disediakan database bagi bank dan para pengembang, lalu penyerapan program kepemilikan rumah belum rata kepada semua jenis pekerjaan, terutama guru, pekerja informal, hingga TNI/Polri terkhusus yang memiliki pangkat rendah.
Adapun lainnya seperti anggaran pemerintah daerah (pemda) terkait perumahan terbatas pada bantuan mengenai bencana; pemukiman kumuh tak termasuk hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Serta belum optimalnya kebijakan antara nasional dan daerah, hingga belum optimalnya sinkronisasi antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan pemda berkaitan dengan isu pertanahan serta perizinan.***
Artikel Terkait
Pasca Pilpres AS 2024, Kabar Rupiah Belum Memiliki Kepastian?
Pakistan Catat Surplus Fiskal Pertama Kalinya Sepanjang 24 Tahun Lamanya
Acts Of Blood Buatan Indonesia Bakal Rilis 2026, Tawarkan Grafik Visual Memukau dan Fighting Lebih Menegangkan
Pria Lecehkan Wanita di Dalam KRL, Pelaku Sudah Diblacklist Tak Bisa Naik Lagi
Usai ramai pelaku Korupsi dan Judol Diringkus, Tagar Peringatan Darurat Kembali Menggema di X
Prabowo Bentuk Badan Teknologi Informasi dan Intelijen Keuangan, Bertugas Langsung Dibawah Arahan Menkeu
DPO 3 Tahun Pelaku Korupsi Dana Desa di Muara Tiga Berhasil Ditangkap
Sempat Tolak Dua Kali dan Kepepet, Wanita Muda di Sukabumi Ini Pun Luluh Dengan Iming-imingan Promotor Judi Online
Viral Video Lydia Onic di Media Sosial, Benarkah Ada Dua?
Ramai Gerakan Wanita 4B di AS Pasca Kemenangan Trump Sebagai Presiden Terpilih 2024?