Arteria Dahlan Beberkan Adanya Peran Andil Prabowo Dibalik Pembatalan RUU Pilkada

- Sabtu, 24 Agustus 2024 | 17:28 WIB
Foto Arteria Dahlan pada Raker DPR RI dengan Menkumham. ((Foto: tangkapan layar YouTube.com/TVRPARLEMEN))
Foto Arteria Dahlan pada Raker DPR RI dengan Menkumham. ((Foto: tangkapan layar YouTube.com/TVRPARLEMEN))

KALIMANTAN UPDATE  - Arteria Dahlan jadi sorotan publik usai sebut adanya peran andil Prabowo dibalik pembatalan RUU Pilkada.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP tersebut dalam rapat kerja bersama Menkumham Supratman Andi Agtas pagi tadi. Dalam pemaparannya, Arteria menyebut nama presiden terpilih Prabowo Subianto.

"Kejadian kemarin sangat memalukan. Sudah kita ingatkan di dalam rapat Baleg apa keputusan ini sudah tepat, sudah benar sesuai konstitusi. Tapi sudah kita ambil suatu kebijakan," kata Arteria dalam rapat, Jumat (23/8/2024).

Baca Juga: Prabowo Disebut Marah Besar Terkait Adanya Manuver RUU Pilkada

Malam hari setelah rapat Baleg, Arteria mengaku mendapat informasi soal bakal ada gelombang massa demonstran di DPR RI. Meski demikian, pagi harinya, dia heran paripurna pengesahan RUU Pilkada dibatalkan.

 

"Malam hari, Pak, saya dapat info, inilah setiap kejadian buruk pun ada hikmah positifnya, akan ada gelombang massa. Tapi pagi harinya saya curiga, kok pengamanan DPR begini aja. Laporan kami katanya gelombang massanya besar. Makanya saya bilang ini ada sisi positifnya. Kok tiba-tiba jam 10 paripurnanya ditunda. Ini sisi positifnya, Pak," ujarnya.

Di sisi lain, Arteria mengapresiasi aparat penegak hukum yang tidak bertindak saat massa merusak pagar DPR. Ia menyebut aksi perusakan itu justru dibiarkan.

Baca Juga: Lagi Berada di Luar Negeri, Ketua DPR RI Puan Maharani Perintahkan Masinton dan Elit PDIP Lainnya Temui Mahasiswa

"Siang hari bisa-bisanya pagar DPR dipreteli nggak ada yang menghambat. Coba zaman dulu, Pak, digebuk, Pak. Sorenya mahasiswa masuk dibiarkan saja. Kalau ada gesekan dikit. Saya bilang sama Pak Kapolda, ini kasihan ini Kapoldanya. Di satu pihak dia harus humanis, di pihak lain dia harus amankan ini objek vital negara. Kerja keras," ucapnya.

Arteria lantas menyebut nama Prabowo. Arteria menyebut Prabowo bisa berbuat baik meski dicap otoriter. Dia juga menyebut nama Wakil Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.

"Kesimpulannya apa, Pak? Ini saya bicara apa adanya ini, saya sampaikan juga ke banyak temen-temen. Ini, mohon maaf ini, kalau nggak ada Pak Prabowo nggak bisa kejadian, Pak," ucapnya.

Baca Juga: Terekam Sejumlah Reporter Media Asing Liput Aksi Demonstran Soal RUU Pilkada

"Kesimpulannya apa? Orang yang kita anggap otoriter, totaliter, tiran, militeristik, tapi kalau kita kesempatan untuk berbuat baik, bisa. Nggak ada, Pak, sejarahnya gedung DPR digoyang-goyang dibiarin aja. Nggak ada. Nggak ada sejarahnya ini Habiburokhman pagar hidupnya, Pak, bisa diem kalau nggak diperintah," ujarnya.

Arteria lalu berterima kasih dengan para mahasiswa dan massa aksi di demo penolakan revisi UU Pilkada kemarin. Ia menyebut kehadiran pendemo itu membantu DPR. Namun, Arteria pun berharap agar massa aksi juga memberikan kesempatan pada pemerintahan baru untuk berbuat baik ke depan.***

Editor: Syaifullah

Sumber: Detik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X