KALIMANTAN UPDATE - Lantaran tidak bisa bersekolah selama lebih dari setahun, Ahmed Adam, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang tinggal di bagian selatan Khartoum, ibu kota Sudan, mengatakan dia hidup dibayangi ketakutan tak berkesudahan akibat konflik sipil yang berkepanjangan.
"Suara letusan senjata api dan tembakan meriam terdengar setiap hari," kata Adam. "Saya dan saudara laki-laki saya harus bersembunyi di bawah tempat tidur atau di dalam lemari," keluhnya.
Konflik yang sedang berlangsung antara Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) telah menyebabkan anak-anak Sudan terpapar pada berbagai bentuk kekerasan serta membuat mereka kehilangan rumah dan pendidikan, sehingga menimbulkan trauma bagi generasi tersebut.
Baca Juga: Postingan Kalimat All Eyes on Rafah Jadi Tren di Media Sosial
Ehab Hashim, ayah tiga anak yang tinggal di kawasan permukiman Mujahidin di Khartoum selatan, mengatakan kepada Xinhua bahwa anak-anaknya telah menunjukkan tanda-tanda gangguan psikologis akibat konflik tersebut.
"Setiap kali mendengar suara meriam atau pesawat tempur, anak-anak saya akan berteriak dan bersembunyi di bawah tempat tidur dan kursi," katanya.
Putra sulungnya yang berusia 11 tahun, Amr, menderita inkontinensia urine (urinary incontinence), "sebuah tanda gangguan psikologis akibat ketakutan dan kecemasan," ujarnya, sembari menyatakan bahwa dirinya secara serius mempertimbangkan untuk pindah ke daerah-daerah aman di Sudan, karena dia tidak tahan lagi melihat anak-anaknya mengalami kepanikan.
Baca Juga: Poster Bertulisan All Eyes on Papua Jadi Tren di Platform X?
Suasana di sebuah jalan yang porak poranda setelah bentrokan bersenjata di Khartoum, Sudan, pada 18 April 2023. Pertempuran sengit terjadi antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dengan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) pada 15 April. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sudan sedang menghadapi krisis pengungsian anak terbesar di dunia, yang melibatkan lebih dari 4 juta anak.
Abdul Qadir Abdullah Abu, sekretaris jenderal Dewan Kesejahteraan Anak Nasional di Sudan, mengatakan bahwa anak-anak merupakan yang paling terdampak dari terganggunya pendidikan, kurangnya layanan kesehatan, pengungsian, malanutrisi, dan perekrutan paksa, seraya menyebutkan bahwa statistik menunjukkan RSF telah merekrut sekitar 15.000 anak di wilayah yang dikuasainya.
Baca Juga: Beda Pandangan MUI dan Kemenag Terkait Mengucapkan Salam Lintas Agama
Sementara itu, sejumlah besar anak-anak yang mencari perlindungan di luar negeri juga mengalami trauma dan kondisi kehidupan yang buruk, kata para ahli.
Sadiya al-Rasheed, seorang aktivis yang bekerja di sebuah kamp pengungsi Sudan di Adre, Chad, di perbatasan dengan Sudan, mengatakan kondisi anak-anak di kamp tersebut "sangat tragis."
"Anak-anak mengungsi di sini menyusul pembantaian di El Geneina, ibu kota Negara Bagian Darfur Barat, tetapi sayangnya, kamp itu bukanlah tempat yang aman bagi mereka," ungkapnya.
Artikel Terkait
Pria Sukabumi Ini Menikah 28 Kali dan Ngaku Ingin Menolong Wanita Tersakiti, Kini H Isep Ungkap Fakta Baru
Viral Penjual Es Asal Bandung Jualan Es Pakai Robot Buatan Sendiri Hasil Belajar Otodidak
Review Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa (2024), Meski Ada Bagian Terlalu Frontal dan Sensitif Bagian Emosional Juga Tak Kalah Menariknya
Review Film Temurun (2024), Garapan Kurang Meski Terlihat Bisa Berpotensi Positif
Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional Juni 2024, Beserta Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Daftar Film Indonesia dan Barat Tayang di Bioskop Indonesia Juni 2024, Disertai Drama Korea Terbaru
Kalender Hijriah Islam Juni 2024: Catat Tanggal Penting Hingga Puasa Sunnah Lainnya
Menhan RI Prabowo Tiba di Singapura Hadiri Forum IISS Shangri La Dialogue 2024
Dianggap Kasus Selesai, Polri Ungkap Anggota Densus 88 yang Menguntit Kejagung Tak Melanggar Etika
Sejarah Terbentuknya Hari Anak-anak Sedunia yang Diperingati Setiap 1 Juni, Beserta Cara Merayakanya
Usai Viral Dirinya Kejar Sejumlah Orang Sambil Bawa Parang, Bupati Halmahera Utara Beri Klarifikasi
Viral Video Wanita Lakukan Pelecehan Seksual ke Bocah, Diduga Anaknya Hingga Adiknya
Bantai Dortmund 0-2 Tanpa Balas, Real Madrid Torehkan Pemenang Liga Champions 2023 2024
Viral Muncul Tikus Dalam Etalase Produk Dough Lab di PIK Avenue, Kini Toko Tutup Sementara
Disebut Ada yang Palsu Beredar di Masyarakat Buntut Isu Korupsi 109 Ton Emas Antam, Pihak PT Aneka Tambang Tbk Buka Suara