Angka Kesuburan Anjlok, Tren Urus Kucing Ketimbang Anak di Thailand

- Selasa, 18 Juni 2024 | 20:46 WIB
Ilustrasi Thailand, salah satu negara yang pernah melakukan perubahan nama.  (Freepik.com/ tawatcahi07.)
Ilustrasi Thailand, salah satu negara yang pernah melakukan perubahan nama. (Freepik.com/ tawatcahi07.)

KALIMANTAN UPDATE - Angka kesuburan di Thailand anjlok. Tak sedikit pasangan suami istri (pasutri) di Thailand memilih mengurus kucing ketimbang memiliki anak.

Mengutip dari detikHealth, total fertility rate (TFR) berada di 1,08 tahun lalu, terendah kedua di Asia Tenggara setelah Singapura di angka 0,97. Tak sedikit pasutri di Thailand ogah punya anak, salah satunya Ira Kitpinyochai dan Boontarika Namsena.

Pasutri itu sudah menjalani empat tahun pernikahan dan hingga kini tidak terpikir untuk memiliki anak. Mereka mengaku lebih bahagia mengurus 11 kucing.

 

Baca Juga: Usai Picu Polemik Soal Korban Judi Online Dapat Bansos, Menko PMK Beri Klarifikasi

Rupanya, perjanjian untuk tidak menjadi orang tua sudah disepakati sebelum menikah. Menurut pandangan mereka, anak-anak menjadi tanggung jawab besar karena banyaknya biaya, waktu, dan dana pendidikan yang dikeluarkan.

"Sementara sebagian besar waktu kami di kantor adalah 10 hingga 12 jam (sehari)," kata manajer pengadaan Boontarika.

"Bagaimana kami punya waktu untuk merawat anak-anak kami?"

Baca Juga: Viral Jemaah Haji Asal Indonesia Gaduh Saat Tawaf di Ka'abah, Tepuk-tepuk Hingga Teriak Mohon Minta Uang

Di sudut lain dunia usaha Thailand, Anchalee Chaichanavijit, Direktur Eksekutif Asosiasi Pemasaran Thailand, memikirkan hal yang tidak jauh berbeda.

Karena tuntutan kehidupan profesionalnya sangat berat, membesarkan anak tampaknya merupakan tugas dengan tuntutan tambahan energi, uang, sumber daya, dan waktu yang tidak dimiliki Anchalee.

"Saya tidak ingin mempunyai anak karena kehidupan saya sendiri sudah cukup sulit," katanya kepada program Insight, mencerminkan sentimen yang semakin umum di antara banyak warga Thailand.

Baca Juga: Review Film Dilan 1983 Wo Ai Ni, Bikin Nostalgia Masa Anak-anak

Menurut survei National Institute of Development Administration pada September lalu, 44 persen responden menyatakan kurangnya keinginan untuk memiliki anak.

Alasan utama yang dikemukakan adalah biaya pengasuhan anak, kekhawatiran mengenai dampak kondisi sosial terhadap anak, dan tidak ingin terbebani dengan pengasuhan anak.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: detikjabar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X