KALIMANTAN UPDATE - Presiden Terpilih AS Donald Trump menyoroti soal BRICS, yang dimana dilaporkan ia akan mengancam sejumlah negara dalam kelompok tersebut.
Trump siap menerapkan tarif tinggi jika negara-negara anggota BRICS benar-benar merealisasikan langkah menggantikan dolar AS sebagai alat transaksi.
Negara-negara seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan merupakan anggota utama BRICS. Dalam prosesnya, muncul negara-negara baru yang bergabung seperti Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Ethiopia.
Baca Juga: Cek Fakta: Bendera Indonesia Ada di Mata Uang BRICS, Benarkah?
Dalam pernyataannya, Trump menuntut agar negara-negara tersebut tidak menciptakan mata uang baru ataupun mendukung mata uang lain yang dapat menggantikan dolar AS sebagai mata uang cadangan global.
Jika tuntutannya tidak dipenuhi, Trump mengancam akan menerapkan tarif 100 persen pada semua barang impor dari negara-negara tersebut.
’’Mereka akan menghadapi tarif 100 persen dan harus mengucapkan selamat tinggal pada akses mereka ke pasar ekonomi AS yang luar biasa,’’ kata Trump melalui media sosial Truth Social, dilansir Reuters Senin (2/12).
Baca Juga: Menlu Sugiono Beberkan Alasan Indonesia Bergabung ke BRICS
Ancaman tersebut muncul di tengah perbincangan intensif negara-negara BRICS mengenai upaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Pada Oktober lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengkritik penggunaan dolar sebagai alat politik oleh Amerika Serikat. Dia juga menyerukan pembentukan sistem pembayaran internasional alternatif yang dapat melindungi negara-negara lain dari dominasi dolar.
Jika ancaman Trump benar-benar diterapkan, dampaknya diperkirakan signifikan. Biaya barang-barang impor dari negara-negara BRICS akan meningkat tajam sehingga bisa memicu lonjakan inflasi di AS.
Baca Juga: Mengenal MIKTA, Organisasi Disebut Serupa Dengan BRICS
Selain itu, langkah tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu arus perdagangan global secara luas.
Stephen Innes, mitra pengelola di SPI Asset Management, menyebut ancaman itu sebagai ’’proposal yang sangat keras’’ dari Trump. ’
’Ini mencerminkan kebijakan ekonomi ’America First’ Trump yang bertujuan untuk mengatur ulang dinamika perdagangan global dan memperkuat kedaulatan ekonomi AS,’’ ujarnya dilansir The Guardian.***
Artikel Terkait
Cek Fakta: Link Pendaftaran Petani Milenial 2024 Bergaji Rp 10 Juta?
Usai Tetapkan Darurat Militer dan Mendapati Beragam Kecaman Dari Warga, Presiden Yoon Suk Yeol Segera Cabut Kembali
Kode Redeem ML (Mobile Legends) Hari Ini Rabu, 4 Desember 2024: Dapatkan Skin Hero, Diamond dan Battle Poin
Jadwal Final Piala AFF Wanita 2024: Timnas Indonesia Hadapi Kembali Kamboja
Usai Viral, Gus Miftah Sambangi Kediaman Pedagang Es dan Meminta Maaf
Kode Redeem FF (Free Fire) Hari Ini Rabu, 4 Desember 2024: Elite Pass Bundle, Diamond dan Skin Gratis
Nikmati Beragam Promo Travel Fair Pemerintah Hingga Traveloka Jelang Nataru Desember, Cek Selengkapnya
Banjir Bandang Terjang Sejumlah Wilayah di Sukabumi, Banyak Rumah Terendam Hingga Kendaraan Hanyut
Redeem Code Genshin Impact (GI) Hari Ini Rabu, 4 Desember 2024: Dapatkan Primogems, Mora, Item Adv Lainnya
Tak Mau Tanggung Jawab Karena Hamil, Maulidi Nekat Bacok dan Membakar Pacarnya Mahasiswi UTM