Jika BRICS Keras Kepala Gantikan Dolar AS sebagai Alat Transaksi, Trump Siap Terapkan Tarif 100 Persen Pada Barang Impor

- Rabu, 4 Desember 2024 | 21:35 WIB
Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump (Anadolu Agency/aa.com.tr)
Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump (Anadolu Agency/aa.com.tr)

KALIMANTAN UPDATE - Presiden Terpilih AS Donald Trump menyoroti soal BRICS, yang dimana dilaporkan ia akan mengancam sejumlah negara dalam kelompok tersebut.

Trump siap menerapkan tarif tinggi jika negara-negara anggota BRICS benar-benar merealisasikan langkah menggantikan dolar AS sebagai alat transaksi.

Negara-negara seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan merupakan anggota utama BRICS. Dalam prosesnya, muncul negara-negara baru yang bergabung seperti Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Ethiopia.

Baca Juga: Cek Fakta: Bendera Indonesia Ada di Mata Uang BRICS, Benarkah?

Dalam pernyataannya, Trump menuntut agar negara-negara tersebut tidak menciptakan mata uang baru ataupun mendukung mata uang lain yang dapat menggantikan dolar AS sebagai mata uang cadangan global.

Jika tuntutannya tidak dipenuhi, Trump mengancam akan menerapkan tarif 100 persen pada semua barang impor dari negara-negara tersebut.

’’Mereka akan menghadapi tarif 100 persen dan harus mengucapkan selamat tinggal pada akses mereka ke pasar ekonomi AS yang luar biasa,’’ kata Trump melalui media sosial Truth Social, dilansir Reuters Senin (2/12).

Baca Juga: Menlu Sugiono Beberkan Alasan Indonesia Bergabung ke BRICS

Ancaman tersebut muncul di tengah perbincangan intensif negara-negara BRICS mengenai upaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Pada Oktober lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengkritik penggunaan dolar sebagai alat politik oleh Amerika Serikat. Dia juga menyerukan pembentukan sistem pembayaran internasional alternatif yang dapat melindungi negara-negara lain dari dominasi dolar.

Jika ancaman Trump benar-benar diterapkan, dampaknya diperkirakan signifikan. Biaya barang-barang impor dari negara-negara BRICS akan meningkat tajam sehingga bisa memicu lonjakan inflasi di AS.

Baca Juga: Mengenal MIKTA, Organisasi Disebut Serupa Dengan BRICS

Selain itu, langkah tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu arus perdagangan global secara luas.

Stephen Innes, mitra pengelola di SPI Asset Management, menyebut ancaman itu sebagai ’’proposal yang sangat keras’’ dari Trump. ’

’Ini mencerminkan kebijakan ekonomi ’America First’ Trump yang bertujuan untuk mengatur ulang dinamika perdagangan global dan memperkuat kedaulatan ekonomi AS,’’ ujarnya dilansir The Guardian.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: lombokpost.jawapos.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kecelakaan Maut di Sarawak Malaysia Tewaskan 7 WNI

Rabu, 27 November 2024 | 18:25 WIB

Mengenal MIKTA, Organisasi Disebut Serupa Dengan BRICS

Selasa, 19 November 2024 | 11:45 WIB
X