Warga Ketapang Tewas Ditembak Oknum Polisi Usai Pertahankan Tanah, Kapolda Buka Suara

- Selasa, 21 Januari 2025 | 13:02 WIB
Ilustrasi polisi. (istimewa)
Ilustrasi polisi. (istimewa)

KALIMANTAN UPDATE - Sorang pria di Kalimantan Barat ditembak anggota Polisi depan anak dan istrinya gegara mempertahankan tanah adat.

Usai kejadian itu pihak kepolisian pun menerima banyak kecaman dan kritikan dari publik atas ulah anggota yang asal main tembak menggunakan senjata kepada sipil.

Menanggapi hal itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Pipit Rismanto menyatakan polisi yang menembak seorang warga Dusun Mendaok, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sudah diproses pidana karena melanggar etik.

Baca Juga: Kisah Pilu Dua Pasutri Asal Palembang Ditipu Oknum Polisi Sebesar 900 Juta, Berawal Dari Berikan Janji Dua Anak Korban Dipastikan Bisa Lolos

Pipit menyatakan berkas perkara kasus penembakan ini sudah lengkap (P21) dan dilimpahkan ke pengadilan.

Warga yang tewas akibat penembakan ini bernama Agustino. Kuasa hukum korban menyatakan Agustino menolak saat pebisnis berinisial AK membangun sebuah ruko di lahan miliknya.

Agustino saat kejadian juga menahan satu unit eskavator milik AK dengan niat bisa bertemu untuk menanyakan pembangunan tersebut.

Baca Juga: Viral Video Syur Oknum Polisi di Maros dan Istri Pengusaha Ternama di Media Sosial, Kasus Tengah Diperiksa Propam

Polisi menembak Agustino dengan senjata laras panjang, membuat peluru menembus dada hingga punggungnya. Diduga polisi ini adalah orang suruhan dari pebisnis berinisial AK itu.

“Yang menembak adalah anggota Bhabinkamtibmas,” kata kuasa hukum Agustino, Marwan Iswandi, saat melaporkan kasus ini di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 20 Januari 2025.

 

Marwan menyatakan kasus ini bukan perkara baru. Agustino sudah tewas sejak 7 April 2023 lalu. Namun Marwan mengklaim polisi setingkat Polsek hingga Polda di Kalimantan Barat terkesan tidak melayani pengusutan kasus itu.

Baca Juga: Dugaan Kasus Penipuan Oknum Bhayangkari di Palangka Raya Belum Ada Titik Terang, Korban Harap Segera Dituntaskan

Kondisi ini pula yang membuat Marwan selaku kuasa hukum melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri.

Marwan yang juga purnawirawan TNI menuding ada rekayasa dalam pengusutan kasus ini. Dia meminta kepada kepolisian untuk kembali membuka penyidikan dan mengotopsi jenazah korban, supaya bisa dilihat jejak peluru laras panjang yang menembus bagian dada hingga punggungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Tempo.co

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X