Demi Keuntungan Pribadi, Guru Honorer SD Retas Data BKN dan Menjualnya

- Rabu, 25 September 2024 | 16:48 WIB
Potret Kantor BKN Republik Indonesia. (bkn.go.id)
Potret Kantor BKN Republik Indonesia. (bkn.go.id)

KALIMANTAN UPDATE - Bikin heboh seorang Guru Honorer di Jawa Timur (Jatim) Barik Abdul Ghofur Retas Sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap kasus ilegal akses dan penyebaran data elektronik milik BKN.

Atas perbuatannya itu, Seorang guru honorer di Jawa Timur (Jatim) Barik Abdul Ghofur pun ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka tersebut berdasarkan laporan polisi A/17/VIIII/2024 direktorat siber Bareskrim Polri pada 23 Agustus 2024.

Baca Juga: Kominfo dan Kemenkeu Diretas Hacker, Desak Budi Arie Mundur

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol Himawan Bayu Aji mengatakan bahwa pengungkapan perkara tersebut merupakan hasil koordinasi bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menindaklanjuti bersama BKN untuk melaksanakan penyidikan terkait ilegal akses terhadap salah satu akun milik pegawai BKN yang digunakan oleh tersangka," kata Himawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (24/9/2024).

"Tersangka inisial BAG (Barik Abdul Ghofur) umur 25 tahun bekerja sebagai guru honorer sekolah dasar di wilayah Jawa Timur," sambungnya.

Baca Juga: Usai Penyerangan PDN Hingga Data BAIS TNI, Kini Ramai Kabar Data BPJS Ketenagakerjaan Diretas

Adapun guru honorer nekat melakukan aksi itu untuk keperluan pribadi atau mencari keuntungan, dimana ia didapati sudah mengakses secara ilegal dan menjual data tersebut melalui Breachforums.st.

"Dan tersangka mendapatkan keuntungan sejumlah 8 ribu dolar Amerika dari hasil penjualan data-data tersebut. Sementara jumlahnya itu," jelasnya.

Tersangka juga sempat telah membuat akun pada disforum.io yang sekarang disforum.st, dengan username TOPI_X tahun 2021. Lalu, tersangka BAG kembali membuat akun dengan nama TOPIAX pada Breachforums.ST sejak Oktober 2023.

"Tersangka telah melakukan penyebaran data elektronik yang diunggah pada akun Breachforums.st ini TOPIAX sebanyak 40 sistem elektronik yang tidak hanya milik BKN namun juga milik salah satu universitas di Amerika, perusahaan swasta di Amerika, Taiwan, Belgia, Inggris, Thailand, Afrika Selatan, India, dan Hongkong," ungkapnya.***

Editor: Syaifullah

Sumber: sindonews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X