Usai Viral Video Sejumlah Kendaraan Rusak Gegara Pertamax, Pertamina Buka Suara

- Selasa, 26 November 2024 | 08:56 WIB
Ilustrasi spbu. (Dok/Freepik)
Ilustrasi spbu. (Dok/Freepik)

KALIMANTAN UPDATE - Belakangan ini ramai warganet mempertanyakan hingga mengkritik soal beredarnya video memperlihatkan sejumlah mobil mengalami kerusakan mesin diduga akibat menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax.

Video tersebut diunggah akun X @AraituLaki dan menjadi viral di media sosial, setelahnya pihak Pertamina pun buka suara atas kejadian itu.

PT Pertamina (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimbulkan keresahan masyarakat, menyusul viralnya video yang menunjukkan sejumlah mobil mengalami kerusakan mesin diduga akibat menggunakan BBM jenis Pertamax.

Baca Juga: Masuki Bulan November 2024, Pertamina Evaluasi Harga BBM Non Subsidi

"Kami memohon maaf atas kejadian ini. Investigasi kualitas produk masih terus dilakukan sejak Jumat lalu, termasuk pengambilan sampel produk untuk diuji di Lemigas," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, Senin (25/11/2024).

Selain meminta maaf, Pertamina memastikan akan menjaga transparansi selama investigasi berlangsung. Perusahaan juga berkomitmen untuk memberikan kejelasan dan solusi kepada masyarakat secepatnya.

“Kami memahami kekhawatiran konsumen dan berupaya maksimal untuk menyelesaikan persoalan ini dengan langkah-langkah konkret,” tambah Heppy.

Baca Juga: Subsidi BBM dan Gas Bakal Dialihkan Untuk Program Perumahan Rakyat?

Sebagai respons cepat terhadap laporan ini, Pertamina melakukan sejumlah langkah investigasi, antara lain sebagai berikut.

Pertama, melakukan pengecekan kualitas BBM. Pemeriksaan dilakukan mulai dari Terminal BBM hingga ke SPBU-SPBU di wilayah Cibinong, Bogor, Jawa Barat, tempat kerusakan dilaporkan.

Kedua, kerja sama dengan LAPI ITB dan Lemigas. Pertamina menggandeng Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri - Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) untuk menganalisis kualitas Pertamax. Selain itu, sampel BBM dikirimkan ke Lemigas untuk uji laboratorium lebih lanjut.

Baca Juga: Pertimbangkan Opini Dari Amerika Serikat, Israel Tidak Jadi Serang Fasilitas Nuklir dan Minyak di Iran

Ketiga, koordinasi dengan bengkel-bengkel. Pertamina terus berkomunikasi dengan bengkel resmi di wilayah Cibinong untuk memahami pola kerusakan kendaraan dan mendapatkan data yang lebih terperinci.

Meski penyebab pasti kerusakan belum dapat dipastikan, Heppy menjelaskan bahwa kasus ini tidak terjadi pada semua kendaraan yang menggunakan Pertamax, melainkan hanya pada merek dan tipe tertentu.

"Meskipun belum diketahui apakah penyebabnya dari produk Pertamax atau komponen kendaraan, kami tetap serius menangani laporan ini," kata Heppy.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X