Maraknya Turis Melanggar Aturan dan Kerja Ilegal, Baliho Berbahasa Inggris dan Rusia Terpasang di Bali

- Senin, 17 April 2023 | 10:14 WIB
Baliho berbahasa Inggris dan Rusia untuk himbauan turis asing yang kerapkali melanggar hingga kerja illegal di Bali, Indonesia. (istimewa)
Baliho berbahasa Inggris dan Rusia untuk himbauan turis asing yang kerapkali melanggar hingga kerja illegal di Bali, Indonesia. (istimewa)

KALIMANTAN UPDATE - Video memperlihatkan Kemenkumham Bali pasang Baliho berbahasa Rusia menjadi sorotan publik.

Potret baliho yang turun memasukkan bahasa Rusia berisikan ancaman deportasi bagi turis asing yang bekerja secara ilegal di Bali.

Mengingat belakangan ini banyak turis asing terutama dari Rusia berbuat onar di Bali sejak awal tahun 2023 ini.

Baca Juga: Berikut Jadwal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2023

Berdasarkan potret yang diposting oleh akun @denpasar.viral, baliho terpampang foto Kepala Kementerian Hukum dan Ham Bali, Anggiat Napitulu.

Baliho terpasang di sekitar Jalan Sunset Road, Kelurahan Seminyak, Kabupaten Badung, Bali.

"Kami menyambut semua turis asing di Bali, sebagai turis tidak diizinkan bekerja di Indonesia, setiap warga negara asing yang tidak sopan atau melanggar izin tinggal menjadi objek deportasi dan larangan masuk," demikian isi baliho tersebut diterjemahkan.

Baca Juga: 3 Kota di Indonesia Masuk Daftar Smart City di Dunia

Anggiat Napitupulu enggan disebut baliho itu dipasang menindaklanjuti banyak WNA berbuat onar di Bali.

Pemasangan baliho ini juga untuk mensosialisasikan larangan WNA melakukan pelanggaran di Bali. Hal ini lantaran banyak WNA minim informasi tentang sanksi melanggar hukum di Indonesia.

"Pada dasarnya itu bukan ranah saya mensosialisasikan tapi karena saya lihat kok belum ada (baliho sosialisasi) kasihan juga orang asing kalau enggak diingatkan. Kita ingatkan itu sifatnya masih secara umum kalau melanggar dideportasi," tambahnya.

Baca Juga: Pemerintah Korea Selatan Akan Biayai Tiap Bulan Pemuda Merasa Kesepian Dari Lingkungan Masyarakat

Pemilihan bahasa Rusia pada Baliho mengingat jumlah wisatawan asal Eropa Timur itu ke Pulau Dewata sangat tinggi.

Namun, Jumlah turis asal Rusia terus merosot semenjak Kemenkumham aktif mendeportasi WNA yang melanggar aturan di Bali.

"Kami gunakan bahasa Inggris karena bahasa internasional karena kita tahu itu bahasa Savia, sebagian orang eropa timur pakai itu. Jadi kita tekankan di situ dan kebetulan orang eropa timur sudah mulai banyak di Bali," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: kumparan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Viral DPO Dilantik Jadi Anggota DPRD Tanjung Balai

Jumat, 14 April 2023 | 21:19 WIB
X