KALIMANTAN UPDATE - Belakangan ini Deepfake Porn menjadi sorotan setelah salah satu netizen di Twitter nmengungkapkan kasus itu ke media sosial.
Menurut percakapan yang tertera di postingantersebut, beredar akun jual beli barter pornografi.
Kabarnya pelaku penyebaran itu melakukannya lewat Google Form atau Chat Group, dan konten yang dibuat merupakan revenge porn dan deepfake porn.
Baca Juga: Menurut Studi Ini: Orang Yang Sering Berkata Kasar Miliki Pribadi Cerdas, Kreatif dan Inovatif
Deepfake Porn memiliki artian sebuah video, audio maupun foto yang dibuat untuk memanipulasi perilaku atau perkataan seseorang menggunakan teknologi.
Sementara itu, Deepfake Porn merupakan tindakan dimana teknologi komputer digunakan untuk memetakanwajah artis atau warga sipil menjadi materi seksual yang eksplisit.
Menurut Sensity AI dari lembaga riset yang melacak deepfake mengatakan, 90-95% konten deepfake adalah konten pornografi non konsensual.
Baca Juga: Kisah Pria Jepang Culik Dua Siswi Selama 2 Bulan, Ternyata Hanya Berniat Ajarin Bisnis Real Estate
Seorang profesor ilmu hukum di Boston University mengatakan, Teknologi deepfake dijadikan senjata untuk menyerang perempuan.
"Realitanya, teknologi akan terus meningkat, terus berkembang, dan akan terus menjadi alat untuk menyakiti seseorang dengan mudah. Dan selama itu terjadi orang-orang tanpa perlu diragukan bakal terus menyalahgunakan teknologi untuk menyakiti orangnya, terutama lewat kekerasan seksual online, deepfake pornography, dan gambar eksplisit palsu," kata Adam Dodge, Founder dari kelompok yang memberikan pelatihan terkait penanganan penyalahgunaan teknologi, EndTAB.
Adapun cara kerja Deepfake Porn dapat lihat sebagai berikut:
Baca Juga: Kronologi Kasus Revenge Porn di Pandeglang Sempat Viral di Media Sosial
1. Media (Foto, Audio atau Video) seseorang diolah meggunakan software artificial intelligence (AI).
2. Selanjutnya, AI lalu mempelajari karakteristik dari orang tersebut, dari fitur wajah, perilaku dan cara bicara seseorang.
4. AI menggunakan data tersebut untuk membentuk dan memanipulasi gambar, video atau audio.
Artikel Terkait
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Ingatkan Anggota Jangan Menyimpang, Sulit Bersembunyi Dari Netizen
Kepala Otorita IKN Nusantara Menegaskan Tidak Ada Ruang Untuk Korupsi, Berpengaruh Bagi Investasi
Review Film Sosok Ketiga (2023), Tidak Terlalu Buruk dan Masih Direkomendasi Untuk Ditonton
Gegara Bagikan Konten Tak Menggambarkan Fakta Sebenarnya, Mahasiswa KKN Terpaksa Angkat Kaki dan Pulang
Pengendara Motor Wanita Tewas di Serempet Kereta, Satu Korban Lainnya Selamat
Seorang Ibu Curhat dan Kesal Tanggapi Sejumlah Polisi Muda Buat Konten Chuaks Pembalap Liar
Dance Jennie BLACKPINK di The Idol Episode 1 Jadi Hot Challenge Viral di TikTok
Review Film Onde Mande! (2023), Perpaduan Komedi dan Drama Keluarga Yang Menarik dan Unik
Review Film Home For Rent (2023), Plot Dikemasan Rapi dan Dalam Plot Twist Masih Ada Plot Twist Lagi
Ramai Tanggapan Video Ayah Mengajari Anak Perempuannya Lebih Mandiri
Gelar Konser Bertajuk SYNK HYPER LINE IN Jakarta, Para Member Aespa Kagum Semangat Penggemar dan Nasi Goreng
Dilempari Boneka di Atas Panggung, Karina Aespa Pasang Wajah Marah Menggemaskan
Abidzar Al Ghifari Kesal Diajak Foto Bareng: Mesjid Woy Malu
Anggota Parlemen Nigeria Diduga Hilangkan Dana Untuk Kemanusiaan, Sempat Berpura-pura Pingsan
Menurut Studi Ini: Orang Yang Sering Berkata Kasar Miliki Pribadi Cerdas, Kreatif dan Inovatif