Bahaya Deepfake Porn, Serangan Kekerasan Online Terhadap Perempuan Dengan Ancaman Video Maupun Foto

- Rabu, 28 Juni 2023 | 08:26 WIB
Viral konten revenge porn ramai di laman TikTok mencakup informasi identitas korban perempuan  (Wired UK)
Viral konten revenge porn ramai di laman TikTok mencakup informasi identitas korban perempuan (Wired UK)

KALIMANTAN UPDATE - Belakangan ini Deepfake Porn menjadi sorotan setelah salah satu netizen di Twitter nmengungkapkan kasus itu ke media sosial.

Menurut percakapan yang tertera di postingantersebut, beredar akun jual beli barter pornografi.

Kabarnya pelaku penyebaran itu melakukannya lewat Google Form atau Chat Group, dan konten yang dibuat merupakan revenge porn dan deepfake porn.

Baca Juga: Menurut Studi Ini: Orang Yang Sering Berkata Kasar Miliki Pribadi Cerdas, Kreatif dan Inovatif

Deepfake Porn memiliki artian sebuah video, audio maupun foto yang dibuat untuk memanipulasi perilaku atau perkataan seseorang menggunakan teknologi.

Sementara itu, Deepfake Porn merupakan tindakan dimana teknologi komputer digunakan untuk memetakanwajah artis atau warga sipil menjadi materi seksual yang eksplisit.

Menurut Sensity AI dari lembaga riset yang melacak deepfake mengatakan, 90-95% konten deepfake adalah konten pornografi non konsensual.

Baca Juga: Kisah Pria Jepang Culik Dua Siswi Selama 2 Bulan, Ternyata Hanya Berniat Ajarin Bisnis Real Estate

Seorang profesor ilmu hukum di Boston University mengatakan, Teknologi deepfake dijadikan senjata untuk menyerang perempuan.

"Realitanya, teknologi akan terus meningkat, terus berkembang, dan akan terus menjadi alat untuk menyakiti seseorang dengan mudah. Dan selama itu terjadi orang-orang tanpa perlu diragukan bakal terus menyalahgunakan teknologi untuk menyakiti orangnya, terutama lewat kekerasan seksual online, deepfake pornography, dan gambar eksplisit palsu," kata Adam Dodge, Founder dari kelompok yang memberikan pelatihan terkait penanganan penyalahgunaan teknologi, EndTAB.

Adapun cara kerja Deepfake Porn dapat lihat sebagai berikut:

Baca Juga: Kronologi Kasus Revenge Porn di Pandeglang Sempat Viral di Media Sosial

1. Media (Foto, Audio atau Video) seseorang diolah meggunakan software artificial intelligence (AI).

2. Selanjutnya, AI lalu mempelajari karakteristik dari orang tersebut, dari fitur wajah, perilaku dan cara bicara seseorang.

4. AI menggunakan data tersebut untuk membentuk dan memanipulasi gambar, video atau audio.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: BBC, Instagram @ussfeeds, vogue

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X