Sejarah Hari Wayang Nasional Diperingati Setiap 7 November, Disertai Tujuan dan Maknanya

- Kamis, 7 November 2024 | 08:21 WIB
Ilustrasi wayang buta. Antara Buta Ijo, Abang, dan Ireng, siapa yang paling kuat? (YouTube.com/Dalang SAN Channel)
Ilustrasi wayang buta. Antara Buta Ijo, Abang, dan Ireng, siapa yang paling kuat? (YouTube.com/Dalang SAN Channel)

KALIMANTAN UPDATE - Hari Wayang Nasional diperingati setiap 7 November oleh masyarakat Indonesia. Tanggal ini mengacu pada pengakuan UNESCO terhadap wayang sebagai warisan kebudayaan takbenda pada 7 November 2003.

Tahun ini Hari Wayang Nasional jatuh pada hari Kamis. Saat ini, wayang menjadi salah satu kebudayaan yang dipentaskan untuk hiburan dan sekaligus edukasi melalui sebuah cerita.

Menurut catatan sejarah, wayang telah ada sejak zaman kerajaan kuno di tanah Jawa. Melansir situs Kemdikbud RI, penetapan Hari Wayang Nasional merupakan momentum puncak kesadaran, persatuan, dan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap wayang.

Baca Juga: Sempat Viral Gegara Joget di Tempat Keramaian Hongkong, Sosok TKW Indonesia Saat Tanpa Filter Jadi Sorotan

Penetapan Hari Wayang Nasional ini diharapkan mampu mendorong pelestarian dan pengembangan kesenian wayang di Indonesia.

Penetapan Hari Wayang Nasional diharapkan dapat mewujudkan kebudayaan nasional yang dinamis dan modern.

Dalam hal ini, perayaan Hari Wayang dapat menjadi sarana dalam mengapresiasi budaya sekaligus sebagai sarana pembentukan jati diri dan karakter bangsa Indonesia.

Baca Juga: Ini Agenda Kunjungan 5 Negara Presiden Prabowo Subianto, Dimulai Dari China

Saat ini, setidaknya terdapat 60 jenis wayang di Indonesia dengan berbagai jenis, dari mulai wayang kulit, wayang golek, hingga wayang wong.

 

Sejarah Wayang

Menurut Majalah Indonesiana, Vol. 12 yang diterbitkan oleh Kemendikbud pada 2022, wayang diperkirakan telah berkembang sejak masa kerajaan kuno di Pulau Jawa. Catatan tertua yang mencatat mengenai wayang adalah Prasasti Balitung pada 903 Masehi.

Prasasti ini berisi kalimat berupa "Si Galigi Mawayang Buat Hyang Macarita Bimma Ya Kumara..." atau yang berarti "Galigi Mengadakan Pertunjukan Hyang dengan Mengambil Cerita Bhimma Muda...".

Baca Juga: Viral Video Dugaan Promosi Situs Judi Online, Denny Cagur Buka Suara

Kalimat tersebut menunjukkan bahwa pertunjukan wayang pada masa itu digunakan dalam upacara keagamaan untuk memuja Hyang atau entitas tertinggi dalam bahasa Jawa kuno.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Detik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Hear Me Out Cake Jadi Tren di TikTok, Apa Itu?

Senin, 4 November 2024 | 21:31 WIB
X