KALIMANTAN UPDATE - Belakangan ini produk asal China bernama La Tiao jadi sorotan publik usai dilaporkan menyebabkan kejadian luar biasa keracunan pangan.
Pihak BPOM RI mengungkapkan, jajanan adal China tersebut diketahui adanya kontaminasi bakteri sehingga pemerintah mengambil langkah cepat untuk melarang peredaran jajanan yang viral dari Tik Tok ini beredar ke Indonesia.
Jajanan hits ini diketahui viral dari berbagai video di aplikasi Tik Tok hingga menyebabkan makanan ini diburu oleh masyarakat meskipun meski tidak tertera ijin dari BPOM.
Baca Juga: Tak Perlu Mahal, Deretan Makanan Kaya Kalsium Selain Susu dan Ikan
Minat masyarakat yang tinggi terhadap tren makanan viral mendorong banyak konsumen untuk rela melakukan pembelian produk tersebut secara daring melalui platform marketplace.
Apa itu Li Tiao? Latiao, dikenal juga sebagai spicy stick atau spicy gluten stick, adalah jajanan pedas khas China yang terbuat dari tepung terigu yang diberi bumbu cabai dan rempah-rempah lain.
Jajanan ini berawal dari bahan dasar sederhana berupa adonan tepung yang diolah dengan cara diekstrusi di suhu tinggi, kemudian dicampur dengan bumbu cabai pedas.
Baca Juga: 9 Makanan Khas Indonesia Sudah Mendunia, Salah Satunya Rendang Jadi Favorit
Teksturnya yang kenyal dan rasa pedasnya yang intens memberikan sensasi yang unik dan menggugah selera. Karena teksturnya yang kenyal, Latiao perlu dibuka gulungannya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi untuk memudahkan proses menggigit dan mengunyah.
Latiao pertama kali diperkenalkan di Provinsi Hunan pada akhir dekade 1990-an. Awal mula terciptanya camilan ini dilatarbelakangi oleh krisis pasokan tepung kedelai akibat banjir bandang yang melanda Provinsi Hunan pada tahun 1998.
Ide pembuatan Latiao muncul ketika tiga orang warga lokal memilih menggunakan mesin tersebut untuk mengolah adonan tepung terigu menjadi bentuk lidi, lalu menambahkan bumbu pedas.
Baca Juga: Bahaya Minuman Teh Bagi Anak, Bisa Sebabkan Anemia Defisiensi Besi?
Seiring berjalannya waktu, Latiao berhasil mendominasi pasar makanan ringan di China, khususnya di kalangan pelajar. Hal ini tidak terlepas dari harga jualnya yang terjangkau, tekstur kenyal yang unik, dan rasa pedas yang menggugah selera.
Awalnya, Latiao hanya ditemukan di toko-toko kecil dan gerobak pedagang kaki lima. Namun, seiring dengan meningkatnya popularitas, distribusi Latiao meluas hingga ke supermarket dan bahkan menembus pasar ekspor luar negeri hingga ke Indonesia.***
Artikel Terkait
Review Film Dosa Musyrik (2024), Plot Begitu Aja Tidak Ada Memberikan Kesan Wah Hingga Akhir
Sita Sejumlah Dokumen dan Uang Tunai Rp2,4 Miliar Atas Kasus Investasi Bodong di PT Taspen, KPK Masih Belum Beberkan Tersangka
Masuki Bulan November 2024, Pertamina Evaluasi Harga BBM Non Subsidi
Akibat Penguatan Dolar dan Hasil Obligasi Pemerintah AS DIsebut Penyebab Harga Emas di Dunia Terus Alami Penekanan?
Tren NNN Challenge Setiap November Untuk Pria, Apa Itu?
Eks Wakil Ketua DPRD Jayapura Berhasil Diringkus Terkait Korupsi Pembangunan Rumah Jabatan, Sempat Buron Selama 7 Tahun
Mantan Kepala Pertanian Kota Bima Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara Terkait Korupsi Anggaran Kegiatan dan Perjalanan Dinas
Jadwal Moto2 Moto3 dan MotoGP November 2024, Beserta Link Nonton Live Streaming
Bakal Penuhi Undangan China dan Amerika Serikat, Prabowo: Saya Harus Berangkat Saya Minta Izin ke Saudara-saudara
Korea Utara Dilaporkan Telah Kirim Puluhan Ribu Tentara Bergabung ke Rusia, Pentagon dan NATO Buka Suara