Mengenal Li Tiao, Cemilan Pedas Asal China Jadi Viral di Indonesia

- Sabtu, 2 November 2024 | 19:30 WIB
Potret cemilan viral asal China Li Tiao di Indonesia. (foto: shopee/istimewa)
Potret cemilan viral asal China Li Tiao di Indonesia. (foto: shopee/istimewa)

KALIMANTAN UPDATE - Belakangan ini produk asal China bernama La Tiao jadi sorotan publik usai dilaporkan menyebabkan kejadian luar biasa keracunan pangan.

Pihak BPOM RI mengungkapkan, jajanan adal China tersebut diketahui adanya kontaminasi bakteri sehingga pemerintah mengambil langkah cepat untuk melarang peredaran jajanan yang viral dari Tik Tok ini beredar ke Indonesia.

Jajanan hits ini diketahui viral dari berbagai video di aplikasi Tik Tok hingga menyebabkan makanan ini diburu oleh masyarakat meskipun meski tidak tertera ijin dari BPOM.

Baca Juga: Tak Perlu Mahal, Deretan Makanan Kaya Kalsium Selain Susu dan Ikan

Minat masyarakat yang tinggi terhadap tren makanan viral mendorong banyak konsumen untuk rela melakukan pembelian produk tersebut secara daring melalui platform marketplace.

Apa itu Li Tiao? Latiao, dikenal juga sebagai spicy stick atau spicy gluten stick, adalah jajanan pedas khas China yang terbuat dari tepung terigu yang diberi bumbu cabai dan rempah-rempah lain.

Jajanan ini berawal dari bahan dasar sederhana berupa adonan tepung yang diolah dengan cara diekstrusi di suhu tinggi, kemudian dicampur dengan bumbu cabai pedas.

Baca Juga: 9 Makanan Khas Indonesia Sudah Mendunia, Salah Satunya Rendang Jadi Favorit

Teksturnya yang kenyal dan rasa pedasnya yang intens memberikan sensasi yang unik dan menggugah selera. Karena teksturnya yang kenyal, Latiao perlu dibuka gulungannya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi untuk memudahkan proses menggigit dan mengunyah.

Latiao pertama kali diperkenalkan di Provinsi Hunan pada akhir dekade 1990-an. Awal mula terciptanya camilan ini dilatarbelakangi oleh krisis pasokan tepung kedelai akibat banjir bandang yang melanda Provinsi Hunan pada tahun 1998.

Ide pembuatan Latiao muncul ketika tiga orang warga lokal memilih menggunakan mesin tersebut untuk mengolah adonan tepung terigu menjadi bentuk lidi, lalu menambahkan bumbu pedas.

Baca Juga: Bahaya Minuman Teh Bagi Anak, Bisa Sebabkan Anemia Defisiensi Besi?

Seiring berjalannya waktu, Latiao berhasil mendominasi pasar makanan ringan di China, khususnya di kalangan pelajar. Hal ini tidak terlepas dari harga jualnya yang terjangkau, tekstur kenyal yang unik, dan rasa pedas yang menggugah selera.

Awalnya, Latiao hanya ditemukan di toko-toko kecil dan gerobak pedagang kaki lima. Namun, seiring dengan meningkatnya popularitas, distribusi Latiao meluas hingga ke supermarket dan bahkan menembus pasar ekspor luar negeri hingga ke Indonesia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: RRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X