Usai Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT, Kini Status Berubah Jadi Level IV

- Selasa, 5 November 2024 | 08:29 WIB
Luncuran lava pijar Gunung Lewotobi Laki-Laki terlihat dari Desa Nurri, Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, NTT (Istimewa/jangkauindonesia.com)
Luncuran lava pijar Gunung Lewotobi Laki-Laki terlihat dari Desa Nurri, Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, NTT (Istimewa/jangkauindonesia.com)

KALIMANTAN UPDATE - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki dari level III menjadi IV atau 'Awas'.

Warga dilarang berada di radius 7 km dari puncak gunung. Perubahan status tersebut terhitung sejak Minggu (3/11) pukul 24.00 Wita.

Gunung api yang terletak Kabupaten Flores Timur, NTT, itu mengalami kenaikan aktivitas kegempaan vulkanik. Gunung tersebut mengalami erupsi pada Minggu tengah malam.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Siska Afrina, Korban Erupsi Marapi Yang Gagal Wisuda

BPBD Flores Timur menyebut sembilan orang tewas akibat letusan itu. Mereka berasal dari Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang.

Erupsi pada gunung berketinggian 1.584 mdpl itu berdampak ke sejumlah desa di tiga kecamatan. Terdapat enam desa terdampak di Kecamatan Wulanggitang, yaitu Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru, dan Boru Kedang.

Di Kecamatan Ile Bura, empat desa terdampak, yaitu di Desa Dulipali, Nobo, Nurabelen, dan Riang Rita, sedangkan di Kecamatan Titehena berpengaruh pada empat desa, yaitu Desa Konga, Kobasoma, Bokang Wolomatang, dan Watowara.

Baca Juga: Profil dan Biodata Yasirli Amri, Sosok Pendaki Wanita Sempat Viral Korban Erupsi Merapi

Selain itu, menurut laporan setidaknya ada 2.734 keluarga atau 10.295 jiwa yang terdampak, dengan rincian di Kecamatan Wulanggitang 2.527 keluarga atau 9.479 jiwa dan Ile Bura 207 keluarga atau 816 jiwa.

Saat ini masyarakat Desa Dulipali dan Desa Lewolaga serta pemerintah Desa Lewolaga sudah menyiapkan tempat sekolah sebagai lokasi pengungsian. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah memperpanjang status siaga darurat bencana Gunung Lewotobi Laki-laki hingga 96 hari, terhitung pada 27 September hingga 31 Desember 2024.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: Detiknews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X