Viral! Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan, Lucky Hakim Minta Maaf kepada Pemilih: Pelayanan Publik Tetap Jalan
Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Indramayu. Peristiwa Wakil Bupati Indramayu ditahan kejaksaan, Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih menjadi sorotan publik Tanah Air. Bupati Indramayu Lucky Hakim akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat serta para pemilih yang telah memberikan kepercayaan kepada pasangan Lucky-Syaefudin pada Pilkada 2024 silam.
Permohonan maaf itu disampaikan Lucky menyusul penahanan Wakil Bupati Indramayu Syaefudin oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi anggota DPRD Kabupaten Indramayu. Penahanan tersebut menjadi babak baru dalam proses hukum yang menjerat mantan Ketua DPRD Indramayu itu.
“Saya harus sampaikan bahwa saya sangat prihatin terkait masalah ini. Selama ini saya sengaja tidak mau banyak berkomentar karena bukan kapasitas saya untuk menanggapi kasus hukum Pak Wabup sejak awal berstatus tersangka. Saya menghormati proses hukum dan tidak mau memperkeruh keadaan,” ujar Lucky saat dihubungi awak media, Jumat (23/10).
Mantan bintang sinetron ini menegaskan bahwa sikap diamnya selama ini bukan bentuk menghindar, melainkan murni untuk menghormati supremasi hukum yang sedang berjalan. Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya mengabaikan keresahan masyarakat yang ramai memperbincangkan kasus tersebut di media sosial.
Kasus yang menjerat Syaefudin berkaitan dengan dugaan penyimpangan anggaran tunjangan perumahan dan transportasi anggota DPRD Kabupaten Indramayu periode 2022 hingga 2025. Berdasarkan audit investigatif Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dugaan penyimpangan tersebut ditaksir mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp18,79 miliar.
Dalam perkara ini, Kejati Jawa Barat menetapkan tiga tersangka. Selain Syaefudin (S), tersangka lainnya adalah IH yang telah menjalani penahanan, serta AF yang tidak hadir dalam pemeriksaan karena sakit. Syaefudin yang mengenakan rompi tahanan merah menyala dan tangan terikat digiring menuju mobil tahanan untuk dititipkan di Rumah Tahanan Kelas I Kebon Waru, Bandung.
Kepala Kejari Indramayu melalui Kasi Intel Tomy Novendri meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta tidak mendahului kewenangan aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa perkembangan penyidikan sepenuhnya menjadi kewenangan Kejati Jawa Barat.
“Mari sama-sama kita hargai proses hukum yang saat ini sedang berjalan,” kata Tomy saat ditemui di Kantor Kejari Indramayu.
Menghadapi situasi genting ini, Lucky Hakim bergerak cepat memastikan roda pemerintahan tidak terganggu. Isu Wakil Bupati Indramayu ditahan kejaksaan, Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih pun diiringi jaminan bahwa pelayanan publik tetap berjalan normal.
“Setelah adanya penahanan, desakan publik semakin tinggi terkait roda pemerintahan. Saya tegaskan, insya Allah roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik dan lancar. Semua kedinasan tetap fokus pada tugasnya masing-masing dengan orientasi utama optimalisasi pelayanan masyarakat,” imbuhnya.
Lucky menjelaskan bahwa sejumlah tugas yang seharusnya dijalankan wakil bupati dapat dialihkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan perangkat kedinasan terkait. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan pemerintahan tetap berjalan di tengah perkara yang menjerat Syaefudin.
- Penahanan dilakukan Kejati Jawa Barat terhadap Wakil Bupati Indramayu Syaefudin.
- Dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi DPRD periode 2022-2025.
- Kerugian negara ditaksir mencapai Rp18,79 miliar berdasarkan audit BPKP.
- Tiga tersangka ditetapkan, dua ditahan dan satu tidak hadir karena sakit.
- Pengalihan tugas wakil bupati kepada Sekda dan jajaran dinas terkait.
Peristiwa Wakil Bupati Indramayu ditahan kejaksaan, Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih menjadi pengingat bahwa kepemimpinan hasil Pilkada 2024 tengah diuji. Masyarakat Kota Mangga berharap tata kelola birokrasi yang bersih dan transparan tetap terjaga meski salah satu pemimpinnya tersandung masalah hukum.
Dengan langkah cepat Lucky mengalihkan tugas kepada Sekda dan jajaran dinas, publik menaruh harapan besar agar pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan tidak terganggu. Kasus Wakil Bupati Indramayu ditahan kejaksaan, Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap melayani warga secara optimal.
Pada akhirnya, kasus ini menjadi ujian integritas bagi pemerintah Kabupaten Indramayu. Publik menantikan proses hukum yang transparan dan adil, sambil terus mengawal agar roda pemerintahan tetap berputar demi kesejahteraan masyarakat. Komitmen Lucky Hakim untuk menjaga stabilitas pemerintahan di tengah badai hukum patut diapresiasi, namun pengawasan publik tetap diperlukan agar kepercayaan masyarakat kembali pulih.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: JPNN.com, VIVA.co.id, Republika.co.id, Suara.com
