KALIMANTAN UPDATE - Rupiah dibuka menguat tipis 0,09% ke Rp15.815/US$ pada Kamis pagi (7/11/2024), didorong oleh aksi ambil untung dolar AS.
Selain itu ada sentimen positif dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk menjaga stabilitas nilai tukar di pasar dan tidak terburu-buru memangkas suku bunga BI.
Rupiah memimpin penguatan di Asia, bersama mata uang seperti won dan yen, meski sebagian besar mata uang Asia lain masih melemah.
Baca Juga: Hasil Pilpres AS 2024: Trump Diunggulkan Lebih Banyak di Sejumlah Daerah Dibandingkan Kamala Harris
Penguatan juga terjadi meskipun tekanan jual di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN) masih besar. Indeks dolar AS pun terlihat tetap kuat di level 105,19.
Secara teknikal, rupiah berpotensi mencapai Rp15.770-Rp15.750 jika resistance Rp15.800 terlewati.
Sebaliknya, kuatnya tekanan di pasar saham dan surat utang bisa mendorong rupiah melemah lagi hingga Rp15.880, dan selanjutnya di Rp15.900-Rp15.910 per dolar AS.***
Artikel Terkait
Partai Demokrat Buka Suara Soal Anggota DPRD Bogor Candra Kusuma Terlantarkan Keluarga Karena Selingkuh
BCA Disebut Buka Pinjaman Online Tanpa Agunan, Benarkah?
Deretan Tontonan Terbaik Hadir di Netflix Pada November 2024, Mulai Horor KDrama Keluarga dan Banyak Lagi
Memiliki Tantangan dan Wajah Baru, Inilah Semua yang Kami Ketahui Tentang Squid Game Season 2
Link Baca Manga Chainsaw Man Chapter 181-182 Sub Indo
Banyak Pelajar SMA Tak Bisa Jawab Soal Pembagian Dasar, Wamendikdasmen Buka Suara
Viral Video Dugaan Promosi Situs Judi Online, Denny Cagur Buka Suara
Ini Agenda Kunjungan 5 Negara Presiden Prabowo Subianto, Dimulai Dari China
Sempat Viral Gegara Joget di Tempat Keramaian Hongkong, Sosok TKW Indonesia Saat Tanpa Filter Jadi Sorotan
Cafe Ini Sajikan ASI Sebagai Pengganti Susu, Ternyata Ini Faktanya