Banyak Pelajar SMA Tak Bisa Jawab Soal Pembagian Dasar, Wamendikdasmen Buka Suara

- Rabu, 6 November 2024 | 12:54 WIB
Viral Guru SMA Berikan Soal Matematika Dasar di Kelas 12 IPA (Foto: Instagram/@julaehaju)
Viral Guru SMA Berikan Soal Matematika Dasar di Kelas 12 IPA (Foto: Instagram/@julaehaju)

KALIMANTAN UPDATE - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat memberi tanggapan atas viralnya sebuah video di media sosial.

Video tersebut tentang sejumlah siswa SMA yang belum dapat menjawab soal-soal pembagian dasar dalam matematika.

Video 'ice breaking' tentang diagnosa numerasi dasar tersebut diunggah, Juju Julaeha, seorang guru kelas 12 di sebuah SMA dalam akun Instagramnya @Julaehaju.

Baca Juga: Arahan Memperbanyak Lagu Edukatif, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tak Ingin Anak-anak Dengarkan Lagu Patah Hati

Pada video tersebut, para siswa tampak kesulitan menjawab soal pembagian yang disampaikan gurunya.

Para siswa tersebut menjawab soal secara bergantian, namun hanya satu yang menjawab soal dengan tepat. Dalam unggahan tersebut, guru melempar pertanyaan, seperti berapa 12:3, kemudian siswa menjawab 2.

Siswa berikutnya diajukan pertanyaan berapa 24:3, namun dijawab 3 oleh siswa. Kemudian pertanyaan berikutnya, berapa 16:4?, siswa pun menjawab 8.

Baca Juga: Sebelum Berhubungan Seks Dengan Siswi SMP Viral, Siswa SMA Sudah Keluar Dari Sekolah dan Ingin Pindah ke Pesantren

Begitu juga dengan soal 28:4. dijawab siswa dengan jawaban 7. Hanya satu siswa yang menjawab dengan benar, yakni ketika ditanya berapa 25:5, siswa tersebut pun menjawab dengan benar, yakni 5.

Contoh tersebut, kata Atip, merupakan salah satu sinyal bahwa ada kekurangan dalam proses belajar di kelas selama ini dan harus diperbaiki.

"Ya, berarti kan di sini ini sudah memberikan sinyal ya. Ada kekurangan dalam pembelajaran selama ini yang harus diperbaiki. Makanya Pak Prabowo ini memberikan penekanan khusus," kata Atip di sela-sela Silaturahmi Mendikdasmen beserta jajarannya dengan Pemimpin Redaksi sejumlah media massa, yang digelar di Jakarta, Selasa, 5 November 2024.

Baca Juga: Usai Dituding Aniaya Siswa Anak Anggota Polisi, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Siap Bantu Guru Honorer Supriyani Jadi PPPK

Presiden, kata Atip, memberikan penekanan kepada Kemendikdasmen untuk melakukan penguatan pendidikan karakter dan kemampuan literasi serta numerik siswa. Sebab dalam sejumlah alat ukur capaian pembelajaran siswa, seperti PISA (Programme for International Student Assessment), skor literasi dan numerasi pelajar di Indonesia tidak kunjung mengalami peningkatan.

Bahkan ketika ia melakukan kunjungan kerja di Tasikmalaya misalnya, masih banyak siswa yang menganggap matematika sebagai momok.

"Waktu itu saya tanya siapa yang benci matematika, itu 50 persennya menyatakan benci matematika," katanya.

Baca Juga: Oknum Anggota Polisi Ingin Lakukan Hubungan Intim Bersama Guru ASN Sudah Bersuami, Sempat Kabur dan Masih Gunakan Seragam Dinas Saat Diciduk Warga

Rasa tidak suka siswa terhadap matematika, kata Atip, menunjukkan ada yang salah dalam pembelajarannya.

"Kan selama ini pelajaran matematika itu pelajaran yang paling dibenci oleh murid di Indonesia. Kemarin nih saya di Tasikmalaya tanya ke murid-murid SMP, siapa yang benci matematika? ternyata 50 persennya. Tanya di SMA. Kayaknya 30 persen benci matematika juga. Ada yang salah dalam pembelajarannya, ini yang akan dikembalikan," terangnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: medcom id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X