Apa Itu Sadfishing? Tren Mengumbar Kesedihan di Media Sosial

- Kamis, 11 Juli 2024 | 11:25 WIB
Ilustrasi sedih. (Freepix/rawpixel)
Ilustrasi sedih. (Freepix/rawpixel)

KALIMANTAN UPDATE - Banyak cara untuk memanfaatkan media sosial, mulai dari mencari informasi, hiburan, hingga sebagai ajang untuk pamer.

Bahkan, tak jarang orang memilih untuk menunjukkan emosi yang sedang dirasakan kepada publik, misalnya dengan mengumbar kesedihan atau sadfishing.

Menurut mereka, mengumbar kesedihan di media sosial terasa asyik untuk dilakukan. Padahal, perilaku ini bisa berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

Baca Juga: Indonesia Kirim 29 Atlet Untuk Berlaga di Olimpiade Paris 2024, Berikut Nama-namanya

Berdasarkan yang dilansir dari Journal Moestopo, Selasa (9/7) menyebutkan bahwa, sadfishing sendiri merupakan fenomena memancing kesedihan atau istilah yang digunakan untuk menggambarkan tren perilaku dimana seseorang membuat klaim berlebihan tentang masalah emosional untuk menghasilkan simpati di media sosial, tujuannya jelas untuk mengumbar kesedihan dan mendapat dukungan atau perhatian dari follower-nya.

Namun, alih-alih mendapat simpati, tak jarang juga pengguna media sosial yang melakukan sadfishing justru menerima cemoohan dan komentar negatif lainnya, bahkan mengarah kepada bullying.

Dan jika berlangsung secara terus-menerus, hal ini justru berbahaya bagi kesehatan mental para pelaku sadfishing ini.

Baca Juga: Jadwal Final Euro 2024, Disertai Rekap Hasil Pertandingan Hingga Top Skor

Berdasarkan yang dilansir dari situs resmi Sampoerna Academy, Selasa (9/7) disebutkan bahwa ada beberapa kemungkinan risiko yang dapat timbul ketika melakukan sadfishing, yaitu sebagai berikut:

1. Tidak Bisa Mengendalikan Diri

Orang yang melakukan sadfishing cenderung tidak bisa mengendalikan diri atau emosinya. Hal ini dapat berakibat pada bagaimana interaksi sosialnya dengan orang lain.

2. Tidak Mendapatkan Respon Berujung Frustasi dan Kecewa

Terlalu banyak mengumbar kesedihan dan mengekspresikan kesedihan tanpa kenal waktu, ini bisa membuat orang lain jadi enggan atau jaga jarak untuk tidak memberikan bantuan.  Mengekspresikan kesedihan namun tidak kunjung mendapatkan bantuan yang diharapkan bisa berujung pada munculnya rasa frustasi dan kecewa.

Baca Juga: Viral Petugas Kebersihan Protes Usai Temukan Banyak Cairan Diduga Sperma Pasca Konser JKT48 di FX Sudirman

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: jawapos.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X