Arab Saudi Disebut Telah Hapus Nama Palestina Dari Peta Buku Sekolahan

- Rabu, 5 Juni 2024 | 12:03 WIB
Ilustrasi bendera Arab Saudi (Pexels.com)
Ilustrasi bendera Arab Saudi (Pexels.com)

KALIMANTAN UPDATE - Arab Saudi disebut telah menghapus nama Palestina dari peta buku teks sekolah, berdasarkan Kurikulum pendidikan baru negara tersebut. Klaim ini dilaporkan oleh lembaga pemikir yang berbasis di Israel dan Inggris, IMPACT-se.

Melansir New Arab pada Selasa (4/6/2024), laporan lembaga pemikir pro-Israel tersebut menyebut kurikulum Saudi terbaru menunjukkan perubahan signifikan pada buku teks dari tahun ajaran sebelumnya, bahkan dalam terminologi.

Salah satunya adalah gambar dari buku teks Studi Sosial dan Nasional 2023-2024 menggambarkan peta Arab Saudi dan negara-negara sekitarnya, tetapi wilayah Palestina dibiarkan tanpa nama. Ini tidak seperti peta dalam buku teks 2022.

Baca Juga: Sempat Larang Penggunaan TikTok, Trump Kini Bergabung di TikTok Jelang Pilpres Amerika 2024

Kata-kata yang dianggap "bermusuhan" dengan Israel dihapus dari beberapa teks dalam kurikulum, terutama istilah seperti "musuh" dan "musuh Zionis," dan teks yang memperingatkan tentang ambisi Israel di wilayah tersebut dan upaya untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka juga dihapus.

Menurut IMPACT-se, buku teks tersebut merujuk Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan sebagai ibu kota Palestina, bukan seluruh Yerusalem.

Zionisme juga tidak lagi disebut sebagai "gerakan Eropa rasis", dan bahasa lain yang sangat kritis terhadap Israel telah diubah.

Baca Juga: Zulhas Ingin Zita Anjani Duet Dengan Kaesang Maju di Pilgub Jakarta 2024

Secara keseluruhan, 21 kasus sentimen anti-Israel dalam buku teks lama telah dihapus dalam kurikulum baru ini.

Perubahan tersebut diduga terkait dengan pembicaraan yang dimediasi AS yang berupaya menormalisasi hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv.

Amerika Serikat (AS) awal bulan ini mengatakan bahwa mereka hampir mencapai pakta pertahanan dengan Arab Saudi, yang dapat membuka jalan bagi normalisasi Israel. Riyadh mengatakan tidak akan menjadi perantara hubungan dengan Israel sebelum negara Palestina diberikan, sesuatu yang ditolak oleh pemerintah sayap kanan Israel.***

Editor: Syaifullah

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X